Memanfaatkan beragam produk bunk syariah memberikan kemudahan dalam mengatur keuangan yang tidak keluar dari tatanan Islam. Sebagai seorang muslim tentunya menyadari akan bahaya dari perilaku riba yang dilakukan oleh perbankan non-syariah. Dana yang dimiliki memang sama-sama dikumpulkan dan dikelola namun diteruskan kepada bentuk usaha yang tidak terjamin halal. Kemudian sistem pembagian keuntungan dan menanggung kerugian yang tidak selalu adil menjadi nilai minus tersendiri.
Penekanan upaya untuk menghindari riba inilah yang kemudian membuat banyak lembaga keuangan berbasis syariah. Sebab tanpa riba maka besar manfaat yang dirasakan, karena perilaku riba sendiri memiliki dampak negatif seperti:
1. Menanamkan perilaku menang sendiri,
Perilaku riba membuat seseorang yang memiliki dana mengambil keuntungan atas dana tersebut tanpa perlu keluar tenaga. Kesulitan akan dirasakan oleh mereka yang meminjam dana tunai dengan sistem riba tersebut. Maka orang dengan perekonomian kuat akan semakin kuat namun yang sebaliknya akan semakin rentan. Maka perilaku riba akan memicu munculnya keinginan untuk menang sendiri tanpa mempedulikan pihak lain.
2. Mendukung usaha yang tidak halal,
Terbiasa dan menganggap pengelolaan keuangan secara riba adalah hal yang biasa sudah tentu membuat pelakunya memiliki sifat yang semakin menyimpang. Selain membuat dirinya ingin berada di atas terus juga mendukung kegiatan usaha yang tidak jelas. Tidak semua bidang usaha di dunia ini aman dari transaksi haram, baik produk maupun cara menjualnya. Riba membuat seseorang lebih mudah mendukung bisnis yang berasal dari barang tidak halal menjadi terlihat halal. Maka penghasilan yang diterima pun memberikan efek buruk bagi penerimanya.
Kebanyakan orang mulai beralih kepada penggunaan produk perbankan yang berbasis syariah untuk menghindari riba. Perbankan yang syariah sendiri cenderung memiliki pengelolaan yang lebih menguntungkan bagi semua pihak. Jika di masa awal berdirinya bunk-bunk berbasis syariah pilihan produknya semakin terbatas. Maka sekarang ini ada lebih banyak produk bunk syariah terbaik yang bisa dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan. Baik dalam bentuk tabungan, investasi, pinjaman atau kredit, KPR, dan lain sebagainya yang semuanya bebas riba.
Penekanan upaya untuk menghindari riba inilah yang kemudian membuat banyak lembaga keuangan berbasis syariah. Sebab tanpa riba maka besar manfaat yang dirasakan, karena perilaku riba sendiri memiliki dampak negatif seperti:
1. Menanamkan perilaku menang sendiri,
Perilaku riba membuat seseorang yang memiliki dana mengambil keuntungan atas dana tersebut tanpa perlu keluar tenaga. Kesulitan akan dirasakan oleh mereka yang meminjam dana tunai dengan sistem riba tersebut. Maka orang dengan perekonomian kuat akan semakin kuat namun yang sebaliknya akan semakin rentan. Maka perilaku riba akan memicu munculnya keinginan untuk menang sendiri tanpa mempedulikan pihak lain.
2. Mendukung usaha yang tidak halal,
Terbiasa dan menganggap pengelolaan keuangan secara riba adalah hal yang biasa sudah tentu membuat pelakunya memiliki sifat yang semakin menyimpang. Selain membuat dirinya ingin berada di atas terus juga mendukung kegiatan usaha yang tidak jelas. Tidak semua bidang usaha di dunia ini aman dari transaksi haram, baik produk maupun cara menjualnya. Riba membuat seseorang lebih mudah mendukung bisnis yang berasal dari barang tidak halal menjadi terlihat halal. Maka penghasilan yang diterima pun memberikan efek buruk bagi penerimanya.
Kebanyakan orang mulai beralih kepada penggunaan produk perbankan yang berbasis syariah untuk menghindari riba. Perbankan yang syariah sendiri cenderung memiliki pengelolaan yang lebih menguntungkan bagi semua pihak. Jika di masa awal berdirinya bunk-bunk berbasis syariah pilihan produknya semakin terbatas. Maka sekarang ini ada lebih banyak produk bunk syariah terbaik yang bisa dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan. Baik dalam bentuk tabungan, investasi, pinjaman atau kredit, KPR, dan lain sebagainya yang semuanya bebas riba.