Konstipasi atau sulit buang air besar adalah masalah yang umum dialami oleh setiap orang, khususnya ibu hamil. Namun, sebaiknya ibu hamil tidak mengejan saat mengalami masalah tersebut.
Hampir setiap orang pernah mengalami masalah sulit buang air besar. Biasanya, Anda bisa mengejan agar BAB lancar dan tidak lagi mengganggu.
Mengejan tidak masalah jika dilakukan sesekali. Namun, jika Anda merasa perlu melakukannya terus-menerus setiap kali BAB, berarti ada masalah dalam tubuh Anda.
Mengejan terus-menerus memberikan dampak buruk bagi tubuh, terlebih dampak mengejan BAB saat hamil. Pasalnya, ibu hamil perlu menghindari aktivitas ekstrem seperti mengejan.
Mengapa perlu mengejan?
Orang perlu mengejan jika merasa tidak bisa BAB dengan lancar. Artinya, makanan yang Anda konsumsi sangat berpengaruh terhadap kelancaran BAB Anda.
Biasanya, seseorang perlu mengejan karena:
Mengejan saat hamil
Pada dasarnya, mengejan adalah aktivitas menekan tubuh bagian bawah atau perut. Mengejan untuk BAB hampir sama seperti mengejan untuk melahirkan anak secara normal.
Faktanya, sekitar 16-39% ibu hamil mengalami konstipasi selama kehamilan. Biasanya kondisi ini terjadi di trimester ketiga, ketika fetus sudah lebih besar dan menekan usus Anda.
Ketika mengalami kondisi tersebut, mau tak mau ibu hamil perlu mengejan untuk melancarkan BAB. Meski tidak berdampak langsung kepada janin, dampak mengejan BAB saat hamil perlu diperhatikan, di antaranya:
Anda sudah memahami dampak mengejan BAB saat hamil yang perlu dikhawatirkan. Oleh sebab itu, ada beberapa langkah pencegahan yang perlu Anda lakukan, di antaranya:
Selain itu, untuk menghindari dampak mengejan BAB saat hamil, Anda juga perlu membatasi makanan rendah serat seperti susu dan olahan susu, daging, dan makanan ringan olahan.
Jika konstipasi atau keadaan sulit BAB terus mengganggu, segera temui dokter untuk mendapatkan perawatan yang diperlukan.
Hampir setiap orang pernah mengalami masalah sulit buang air besar. Biasanya, Anda bisa mengejan agar BAB lancar dan tidak lagi mengganggu.
Mengejan tidak masalah jika dilakukan sesekali. Namun, jika Anda merasa perlu melakukannya terus-menerus setiap kali BAB, berarti ada masalah dalam tubuh Anda.
Mengejan terus-menerus memberikan dampak buruk bagi tubuh, terlebih dampak mengejan BAB saat hamil. Pasalnya, ibu hamil perlu menghindari aktivitas ekstrem seperti mengejan.
Mengapa perlu mengejan?
Orang perlu mengejan jika merasa tidak bisa BAB dengan lancar. Artinya, makanan yang Anda konsumsi sangat berpengaruh terhadap kelancaran BAB Anda.
Biasanya, seseorang perlu mengejan karena:
- Feses keras. Feses atau kotoran keras bisa jadi lebih sulit dikeluarkan. Kondisi ini terjadi ketika Anda tidak mendapatkan cukup cairan atau serat dari makanan Anda.
- Sembelit. Jika Anda mengalami kesulitan buang air besar atau kurang dari tiga kali seminggu, mungkin Anda mengalami masalah sembelit.
Mengejan saat hamil
Pada dasarnya, mengejan adalah aktivitas menekan tubuh bagian bawah atau perut. Mengejan untuk BAB hampir sama seperti mengejan untuk melahirkan anak secara normal.
Faktanya, sekitar 16-39% ibu hamil mengalami konstipasi selama kehamilan. Biasanya kondisi ini terjadi di trimester ketiga, ketika fetus sudah lebih besar dan menekan usus Anda.
Ketika mengalami kondisi tersebut, mau tak mau ibu hamil perlu mengejan untuk melancarkan BAB. Meski tidak berdampak langsung kepada janin, dampak mengejan BAB saat hamil perlu diperhatikan, di antaranya:
- Wasir. Wasir atau hemoroid lebih mudah menyerang ibu hamil. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah di bagian rektum dan anus membengkak. Wasit sangat tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
- Prolaps rektum. Ketika sebagian kecil lapisan usus terdorong keluar dari lubang anus. Kondisi ini perlu mendapatkan perawatan medis.
- Fisura ani. Ketika lapisan anus mengalami robekan. Biasanya dapat sembuh dengan sendirinya, tapi rasanya tidak nyaman dan mengganggu aktivitas.
Anda sudah memahami dampak mengejan BAB saat hamil yang perlu dikhawatirkan. Oleh sebab itu, ada beberapa langkah pencegahan yang perlu Anda lakukan, di antaranya:
- Asupan air harus cukup
- Konsumsi makanan bernutrisi
- Olahraga secara teratur
- Latih teknik BAB dengan lancar
Selain itu, untuk menghindari dampak mengejan BAB saat hamil, Anda juga perlu membatasi makanan rendah serat seperti susu dan olahan susu, daging, dan makanan ringan olahan.
Jika konstipasi atau keadaan sulit BAB terus mengganggu, segera temui dokter untuk mendapatkan perawatan yang diperlukan.