• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Dampak Gegar Otak Lebih Berat pada Remaja

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Kompas.com - Gegar otak adalah cedera otak yang terjadi akibat benturan atau goncangan yang hebat, yang dapat menyebabkan hilangnya fungsi otak untuk sementara waktu. Walau kebanyakan kasus kerusakan akibat gegar otak tidak permanen, namun cedera pada kepala berpotensi serius. Remaja termasuk dalam kelompok yang rentan pada efek gegar otak.

Dalam penelitian terungkap, remaja yang pernah gegar otak mengalami gangguan pada kerja daya ingat, kemampuan untuk memproses dan menyimpan informasi jangka pendek di otak. Kemampuan ini juga diperlukan dalam proses belajar. Gangguan pada otak itu ditemukan enam bulan pasca kejadian gegar otak.

Area otak yang bertanggung jawab pada daya ingat, yakni lobus frontalis, mengalami perkembangan yang pesat ketika anak berada di usia remaja. Akibatnya area otak ini lebih rentan dan mudah terpengaruh pada efek gegar otak.

Menurut David Ellemberg, profesor kinesiologi dari Universitas Montreal, Kanada, penurunan fungsi pada area otak lobus frontalis, bisa mengganggu kemampuan seseorang dalam mengerjakan kegiatan rutin harian.

Dalam penelitiannya, Elemberg dan timnya melibatkan 96 atlet remaja laki-laki yang bermain sepak bola, hoki, serta rugby. Separuh dari atlet tersebut mengalami gegar otak enam bulan sebelumnya.

Para atlet tersebut juga diminta menjalani tes untuk mengukur kemampuan kognitif mereka seperti menghitung mundur atau mengeja kata-kata. Mereka juga melakukan tes gelombang otak dengan EEG untuk mengetahui kerja area otak yang bertanggung jawab pada daya ingat.

Meski hasil tes EEG tidak menunjukkan kelainan pada otak atlet yang pernah menderita gegar otak, tetapi tetap terlihat adanya perbedaan dibandingkan dengan otak orang yang sehat. Respon saraf pada remaja tersebut lebih lemah dan kurang efisien dibandingkan dengan kelompok orang dewasa yang juga pernah gegar otak.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ternyata otak remaja jauh lebih rentan terhadap efek gegar otak dibandingkan dengan otak anak-anak.

Cedera pada kepala sendiri bisa disebabkan oleh berbagai sebab seperti kecelakaan kendaraan bermotor, terjatuh, serangan fisik, atau berolahraga.


LiveScience
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.