• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Dampak Debu Vulkanik terhadap Saluran Napas

Satubet111

IndoForum Newbie E
No. Urut
282752
Sejak
14 Mar 2014
Pesan
54
Nilai reaksi
0
Poin
6
Seperti kita ketahui, Gunung Sinabung yang terletak di Tanah Karo meletus dalam beberapa bulan terakhir. Letusan Gunung Sinabung tersebut diperkirakan akan berlanjut, dan bahkan sudah memakan korban jiwa.
Letusan gunung sinabung ini sudah pasti membawa berbagai dampak yang merugikan bagi penduduk sekitar gunung tersebut, mulai dari dampak sosial ekonomi hingga permasalahan kesehatan akibat berbagai jenis debu vulkanik serta gas yang keluar dari dalam perut bumi.

Beberapa jenis gas yang timbul akiat gunung meletus adalah uap air (H2O), diikuti oleh karbon dioksida (CO2) dan belerang dioksida (SO2). Selain itu, ditemukan juga jenis gas-gas lain dalam jumlah kecil seperti hidrogen sulfida (H2S). hidrogen (H2), karbon monoksida (CO), hidrogen klorida (HCl), hidrogen fluorida (HF) dan helium (He). Gas-gas ini pada konsentrasi tertentu bisa menyebabkan sakit kepala, pusing, diare, bronkhitis (radang saluran nafas) atau bronchopneumonia (radang jaringan paru), iritasi selaput lendir saluran pernapasan, iritasi kulit serta bisa juga mempengaruhi gigi dan tulang (untuk paparan HF). Untuk mengantisipasi dampak letusan, masyarakat yang masih bertahan di permukiman segera mengungsi ke tempat-tempat yang diprediksi aman dari debu vulkanik tersebut.

Mengenal debu vulkanik

Debu vulkanik adalah bahan material vulkanik yang disemburkan ke udara saat terjadi suatu letusan gunung yang terdiri dari batuan berbagai ukuran dari yang besar sampai yang berukuran sangat kecil. Batuan yang berukuran besar yaitu berupa bongkahan batu dan kerikil akan jatuh disekitar kawah hingga radius 7 km dari kawah, sedangkan yang berukuran sangat kecil dapat mencapai jarak ratusan km bahkan ribuan km dari kawah karena dapat terpengaruh oleh hembusan angin.

Partikel debu kecil bisa terbawa hembusan angin hingga ribuan kilometer jauhnya dari gunung berapi, tergantung pada kecepatan angin dan jenis letusan. Debu vulkanik yang terdiri dari partikel halus batuan vulkanik yang terfragmentasi tersebut kemudian dapat menyebar. Debu berkisar dalam warna dari abu-abu terang sampai hitam dan bervariasi dalam konsistensi dari grit sampai bubuk halus. Hujan debu dapat menghalangi sinar matahari, mengurangi jarak pandang dan dapat menyebabkan keadaan gelap gulita di siang hari. Hal ini juga dapat menimbulkan guntur dan kilat yang terjadi karena adanya gesekan antara partikel halus di udara.

Dampak terhadap saluran napas

Debu yang halus dapat menyababkan radang paru-paru jika terhirup. Ukuran debu halus tersebut sangat berpengaruh terhadap terjadinya penyakit pada saluran pernapasan.

Dari hasil penelitian ukuran tersebut dapat mencapai organ target sebagai berikut:

- 5-10 mikron akan tertahan oleh saluran pernapasan bagian atas.

- 2-5 mikron akan tertahan oleh saluran pernapasan bagian tengah.

- 1-3 mikron hinggap di permukaan/ selaput lendir sehingga menyebabkan fibrosis paru.
 
Terakhir disunting oleh moderator:
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.