• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Dalam Sejarah Pangkalan Brandan Lautan Api

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Dalam Sejarah Pangkalan Brandan Lautan Api

SAHABATKASKUS- Pada masa sistem penjajahan dengan mengpakai kekuatan militer, objek objek vital perekonomian adalah target utama serbuan punggawa militer tersebut, & dijaman sitem penjajahan modern penguasaan ekonomi juga sama, cuma bentuk kondisi atau keadaannya berbeda, tidak terlihat dramatis maupun heroik.

Tapi pada masa lalu perjuangan maupun perebutan sektor ekonomi tersebut, sangatlah dramatis & heroik karena melibatkan pertempuran militer, tentu saja sektor sektor ekonomi yg dulu diperebutkan lebih banyak dihinggakan dalam sejarah adalah komoditas pertanian, sehingga banyak cikal bakal perkebunan di negara jajahan, termasuk Indonesia.

Ada satu produk pada sektor ekonomi yg hingga saat ini terus diperebutkan oleh banyak negara negara, bahkan perebutan itu dengan macam macam dalih, kalau pada masa lalu mereka mencaplok & menguasai sektor sektor ekonomi dengan dalih memajukan pendidikan. Sebuah dalih yg mulia untuk menguasai ekonomi, yah begitulah manusia tidak pernah cukup, dahaga akan kekayaan & kekuasaan namun kurang dalam kebersamaan, walaupun separuh bumi ini sudah dikuasai seorang manusia niscaya masih kurang baginya apa yg ada pada dirinya.

Komoditi yg hingga sekarang jadi sumber perebutan manusia adalah minyak bumi. Sebuah komoditas yg benar benar menciptakan orang jadi rakus, kalau pada masa lalu dengan dalih pendidikan, maka pada masa kini sudah terlalu banyak dalih yg dipakai, budaya ideologi agama dll.

Sumber minyak ini begitu penting dari masa kemasa, Di Indonesia sendiri perebutan sumber minyak bumi sudah berlangsung lama, mari kita mengulang sejarah supaya tidak jadi lupa bagaimana Indonesia itu jadi penting sehingga dijadikan rebutan negara lain, & supaya anak bangsa jangan hingga tidak sadar kalau tanah airnya adalah komoditas rebutan.

Ini adalah sekelumit sejarah disalah satu wilayah republik Indonesia, yg mungkin kurang begitu didengar kisahnya, sejarah sumber minyak di Pangkalan Brandan, yg berada di kabupaten Langkat Sumatera Utara.

Menurut sejarahnya pengeboran minyak yg perdana kali dilakukan di Indonesia adalah di Cirebon pada tahun 1871.

Namun sumur minyak yg berproduksi perdana kali adalah sumur minyak Telaga said kecamatan sei lepan kabupaten Langkat Sumatera Utara, berjarak sekitar 24 kilometer dari pusat kota pangkalan Brandan, yg di bor pada tahun 1883, kemudian disusul dengan Royal Dutch Company di Pangkalan Brandan pada tahun 1885.

Sejak itulah dimulai eksploitasi minyak di Indonesia yg dilakukan oleh Belanda, yg kepentingannya untuk dipakai oleh pihak Belanda.

Dalam Sejarah Pangkalan Brandan Lautan Api

Pada 1892, kilang minyak Royal Dutch di Pangkalan Brandan yg menjalankan usaha eksploitasi mulai mengerjakan produksi massal.

Sebagai bahan yg merupakan sumber energi bagi perekonomian & mesin untuk perang, minyak jadi target empuk bagi banyak negara yg mempunyai kekuatan militer yg kuat, sehingga negara jajahan seperti Indonesia jadi rebutan kedua pihak yg berseturu.

Pada 1940-an, Pemerintah Hindia Belanda tak sanggup menahan serangan Jepang yg mengerjakan pencaplokan ke Indonesia.
Akhirnya jepang mengambil alih kekuasaan di Indonesia & menguasai Indonesia termasuk sumber sumber minyak di pangkalan Brandan.

Akhirnya jepang mengganti struktur lapangan pada kilang minyak dengan sistem kerja paksa.
Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas hasil produksi minyak dari 30 ton per hari jadi 10.000 ton per hari , demi tujuan hegemoni jepang jadi pemimpin di asia.

Setelah pengeboman Hiroshima & Nagasaki oleh sekutu, kekuatan militer jepang mulai lemah, & ini banyak dimanfaatkan oleh daerah pendudukan Jepang, termasuk Indonesia.

Di Pangkalan Brandan sendiri dengan lemahnya kekuatan jepang, dimanfaatkan oleh pekerja & rakyat di sekitar Pangkalan Brandan untuk menduduki kilang tersebut, walaupun mendapat tentangan keras dari pihak jepang (dimaklumi yg namanya objek vital, walau sudah sekarat pun pasti masih diperjuangkan, salah satu sifat rakus manusia.)

Akhirnya kilang tersebut dapat dikuasai oleh pihak pekerja setelah banyak mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat sekitar Pangkalan Brandan.
Sementara pihak pekerja dari jepang tidak dapat berbuat apa apa, mengingat posisi mereka yg tidak menguntungkan.

Kilang minyak yg dikuasai ini berubah nama jadi Perusahaan Tambang Minyak Negara Republik Indonesia (PTMNRI) yg merupakan cikal bakal PT PERTAMINA (PERSERO).

Pada bulan juli 1947 Belanda & sekutu melaksanakan serangan militer nya ke Indonesia dengan tujuan kembali menguasai Indonesia sebagai wilayah koloninya.

Termasuk wilayah Pangkalan Brandan sebagai wilayah strategis pertambangan minyak.
Akhirnya dengan dasar pemikiran pimpinan Tentara Republik Indonesia (TRI) yg berada di Kabupaten Langkat dibuatlah rencana untuk membumihanguskan seluruh instalasi industri perminyakan berikut objek-objek vital lainnya. Dengan tujuan supaya tidak dikuasai Penjajah.

Pada 13 Agustus 1947, dimulai lah pembumihangusan seluruh instalasi & fasilitas industri perminyakan yg ada di Pangkalan Brandan.

Dalam Sejarah Pangkalan Brandan Lautan Api

Peristiwa tersebut dimulai dengan peledakan tanki-tanki timbun minyak, Pabrik penyulingan, & gedung-gedung administrasi di perusahaan tambang minyak di Pangkalan Brandan.

Sehingga pertambangan minyak Pangkalan Brandan luluh lantak & terbakar sehingga sistem ekplorasi yg biasanya berjalan akhirnya berhenti total.

Kalau banyak yg mengenal Bandung lautan api, maka dapat disebut juga Pangkalan Brandan lautan api.

Begitulah sedikit sejarah singkat bagaimana para pendiri negara ini, memperjuangkan hasil bumi dinegara ini supaya tidak dikuasai bangsa lain, bahkan hingga kepada metode memusnahkan aset sendiri.

Penguasaan/penjajahan itu tak akan pernah berhenti, karena sifat tamak manusia.
Maka oleh karenanya generasi sekarang harus dapat menggantikan perjuangan para pendiri negara ini. Walau bentuknya berbeda sebab cara penjajahan nya juga berbeda.

Berhentilah saling menghujat, jangan terpecah belah, hingga kapan bangsa lain menikmati hasil bumi Indonesia kalau kita saja masih gampang terpecah belah oleh memilih sosok pemimpin.
Mari bersatu bersama didalam perjuangan, cukup disparitas cuma pada pemilu saja, jangan hingga pemilu dijadikan agenda adu domba.

Terimakasih atas kunjungannya di Thread ini
Jangan salahkan penjajah yg mengadu, tetapi salahkan diri kenapa mau jadi domba aduan​


Sumber: link 1, Link2, Link3, link4
Pic : Gugle Hari ini 14:51
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.