Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Cangkeman.net -Munas Alim Ulama NU beberapa hari lalu memutuskan daging berbasis sel haram dikonsumsi. Banyak orang mengerenyitkan dahi, enggak sedikit yg kurang setuju, ada juga yangmanthuk-manthukkarena baru paham hukumnya setelah membaca sumber berita.
Jadi daging berbasis sel itu apa? masih banyak banget orang yg baru tau, atau bahkan belum pernah tau, eh udah haramkan aja. Mungkin dengan keputusan itu justru banyak orang yg baru tau akan hal ini. Dan akhirnya mencari tau lebih dalam apa itu dading berbasis sel. Yuk bahas tipis-tipis.
Quote:
Daging hasil pengembangbiakan dari sel yg diambil dari hewan hidup seperti ayam & sapi hukumnya najis & haram dikonsumsi. Sebab, bagian yg dipisahkan dari hewan yg masih hidup maka statusnya sebagaimana bangkainya. Sehingga, hukum dagingnya mengikuti status hukum selnya. KH Mujib Qulyubi.
Sebenarnya ini apa sih?
Oke kita mulai dari apa itu sel. Kurang lebih begini, makhluk hidup seperti hewan, termasuk juga kita manusia, terdiri dari banyak sekali sel. Nah sel-sel itu ada banyak jenisnya. Dari sel-sel itu kemudian membentuk jaringan. Dari jaringan membentuk organ. Organ ini kemudian membentuk sistem tubuh. Jadilah kita makhluk hidup. Secara biologis.
Nah yg jadi pembicaraanya adalah sebuah daging hasil dari sel yg berhasil dikembangkan secara mandiri, yg cuma diambil sel-sel tertentu dari hewan, misal sel pembentuk daging, jadi yg tumbuh cuma daging tanpa tulang. Ini berhasil ditumbuhkan dari stem sel hewan yg bersangkutan, misal stem sel sapi atau ayam, bahkan babi.
Lalu, stem cell itu apa? Yaembuh,wongaku bukan orang biologi.
Dari pemahamanku yg apa adanya, hasil googling, & baca-baca status facebook para ilmuwan, stem sel ini ibarat sebuah biangnya sel. Jadi makhluk hidup kan ada yg bersel tunggal & bersel banyak, nah yg mempunyai banyak sel ini selnya sangat beragam. Kalau di hewan misal ada sel otot, sel kulit, sel daging, sel tulang, Nah sel-sel inilah yg membentuk jaringan yg kemudian dari jaringan ini membentuk organ-organ yg berbeda.
Hampir semuanya berawal dari sebuah sel telur. Nah di kondisi tertentu ( umumnya karena dibuahi ) sel telur ini akan membelah. Enggak cuma membelah jadi banyak sel yg sama, tetapi juga jadi sel yg berbeda-beda, dari sel-sel itu kemudian masing-masing berkembang jadi banyak banget.
Dari regenerasi sel-sel inilah kita tumbuh, bahkan mati. Enggak cuma itu, sel-sel ini juga terus berganti, setiap hari, bahkan tiap saat ada jutaan sel yg mati & sel baru yg tumbuh di dalam jaringan tubuh kita. Terasa? Ya enggak,wongkita adalah sel itu sendiri.
Nah ketika terjadi kekacauan dalam pertumbuhan sel-sel tadi, jadilah situasu yg kita kenal sebagai kanker.
Karena stem sel ini sel biang, dari sel ini akan dihasilkan sel sel lain yg sejenis, jadi sel berikutnya yg tumbuh tidak lagi jadi tipe sel lain. Misal stem sel daging sapi, ya akan tumbuh jadi (hanya) daging sapi aja, tanpa tulang, tanpa kulit, tanpa kuku & pastinya tanpa riba, eh.
Hal yg dahulu sangat tidak terpikirkan oleh manusia, jadi sebuah kenyataan di depan mata dengan pengetahuan tentang sel ini. Kita sudah dapat memodifikasi tumbuhan, hewan & makhluk hidup lain. Buah tanpa biji, hewan dengan daging minim tulang, tumbuhan tanpa batang. Bahkan imajinasiku, kenapa enggak dibuat hati tanpa manusia yah? Karena hati kecil sering baik tetapi manusianya kok jadi jahad-jahad banged.
Hiyak hiyak
Oke, kembali ke laptop.
Sebuah daging dapat kita sebut sebagai jaringan. Jaringan bertumbuh sejalan dengan berkembangnya sel-sel yg ada dalam jaringan tersebut. Sel mendapatkan nutrisi dari jaringan yg dibentuknya, yaitu sistem pencernaan.
Nah, sistem kerja itu berhasil dipelajari manusia & dibuat modifikasinya. Sel diambil dari hewan, lalu ditumbuhkan, dengan nutrisi yg disuplai, jadi tanpa perlu sistem pencernaan, sel dapat tumbuh sendiri & membentuk jaringannya. Manusia mem-bypasskebutuhan nutrisi & media hidup sel-sel tadi sehingga ia dapat tumbuh dengan mandiri. Mirip seperti halnya tanaman hidroponik.
Terus kenapa diharamkan?
Kita kerucutkan dulu, bahwa haram di sini dari sisi Islam ya, pun dengan fiqih Islam yg dianut ulama NU tadi. agama lain ya ikut kepada tuntunannya masing-masing dong, kan kita nggak mungkin loncat ke pager tetangga cuma buat memaksakan keharaman versi sendiri. Walau ada juga sih yg suka begitu, uhuk.
Dalam hukum fiqih, daging hewan darat yg boleh dimakan adalah yg disembelih, kecuali belalang. Nah daging hasil lab ini bukan hewan utuh, jadi ya enggak ada proses penyembelihannya. Wong cuma daging doang sembelihnya gimana?
Tapi Islam melarang mengambil daging dari hewan hidup untuk dimakan. Misal anda pengin sop buntut & langsung memotong buntut dari sapi yg masih hidup untuk dimasak. Nah daging buntut itu diambil dengan cara yg haram. Walaupun daging sapinya halal, tetapi karena dilakukan dengan cara yg tidak halal maka auto haram, gitu simpelnya.
Nah, sel yg dipakai untuk menciptakan daging di lab ini diambil dari sel sapi yg masih hidup, jadi dianalogikan sama dengan memotong buntut tadi, karena daging diambil dari hewan hidup, tanpa ada penyembelihan sebelumnya. Dan misalpun diambil dari hewan yg sudah mati, maka hukumnya sama dengan memakan bangkai.
Walaupun memotong beberapa tubuh hewan lalu memakannya enggak akan menimbulkan masalah dari sisi mutu daging & nutrisinya. Tapi hal itu akan menyiksa hewan, karena itulah sebaiknya enggak dilakukan,wongnyembelih hewan pakai pisau tumpul aja enggak boleh apalagiujug-ujugmotong kakinya buat di sop, kan kasihan. Jadi concern-nya di situ.
Tapi eh tapi, mengambil stem sel dari hewan untuk menumbuhkan dagingnya secara berdikari itu hal yg berbeda dari analogi memotong buntut tadi, kalau dilihat dari sisi menyakiti hewan.
Tapi kalau dasarnya adalah sumber sel tersebut yg mana diambil dari hewan hidup tanpa proses penyembelihan, ya kita kembalikan ke ulama yg lebih mengerti akan hal itu.
Tapi saya sih yakin, nantinya setelah daging seperti ini sudah cukup biasa di pasaran, akan ada versi halalnya, mungkin dengan mengambil stem sel hewan yg sudah disembelih, atau teknik lain supaya dapat sesuai syar'i.
Tabik.
Tulisan ini ditulis oleh Zen diCangkemanpada 29 September 2021
Hari ini 05:27