roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
Ahmad adalah nama dari salah seorang pegawaiku. Dia rajin, walaupun lahir sebagai orang susah. Suatu hari si Ahmad kelihatan lesu seperti orang kurang darah. Aku menanyakan apa penyebabnya.
"Apa gaji kamu kurang?"
Ahmad menggeleng-gelengkan kepala.
"Masalah cewek yah?"
Dengan berat hati akhirnya Ahmad cerita.
"Aku semalam dipanggil sama orang tuanya bang...." Maksudnya orang tua Susi pacarnya.
"Lalu...?"
"Yah.... sakit hatiku bang. Orang tuanya bilang lebih baik tidak usah bergaul dengan anaknya lagi....."
"Emang Susi udah kamu gauli?
"Bukan begitu bang.... Saya dibilang tidak cocok dengan Susi.... Dibilang Susi masih mau melanjutkan kuliah. Secara langsung Bapaknya bahkan menyuruh saya putus dengan Susi.... Saya ditanya kerja dimana, gaji berapa.... Ngenyek banget kayanya bang..... Kaya gini lah jadi orang susah...."
Aku terdiam. Sudah mengertilah, banyak orang tua yang matre kan.
"Tapi tahu gak bang, sebenarnya saya ini anak orang kaya. Harta bapakku sebenarnya cukup untuk 7 turunan"
"Ha....." aku kaget juga.
"Cuman, sayangnya aku turunan ke 8.... hiks....." kata Ahmad kalem.
"
" aku nyengir sendiri.
"Apa gaji kamu kurang?"
Ahmad menggeleng-gelengkan kepala.
"Masalah cewek yah?"
Dengan berat hati akhirnya Ahmad cerita.
"Aku semalam dipanggil sama orang tuanya bang...." Maksudnya orang tua Susi pacarnya.
"Lalu...?"
"Yah.... sakit hatiku bang. Orang tuanya bilang lebih baik tidak usah bergaul dengan anaknya lagi....."
"Emang Susi udah kamu gauli?
"Bukan begitu bang.... Saya dibilang tidak cocok dengan Susi.... Dibilang Susi masih mau melanjutkan kuliah. Secara langsung Bapaknya bahkan menyuruh saya putus dengan Susi.... Saya ditanya kerja dimana, gaji berapa.... Ngenyek banget kayanya bang..... Kaya gini lah jadi orang susah...."
Aku terdiam. Sudah mengertilah, banyak orang tua yang matre kan.
"Tapi tahu gak bang, sebenarnya saya ini anak orang kaya. Harta bapakku sebenarnya cukup untuk 7 turunan"
"Ha....." aku kaget juga.
"Cuman, sayangnya aku turunan ke 8.... hiks....." kata Ahmad kalem.
"
" aku nyengir sendiri.
