• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Cuma Cerita Ojol Doang

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
11272502_202402241101470400.jpg



Suatu hari, ada seorang ojol bernama Budi yg sedang mencari orderan di aplikasi. Dia melihat ada permintaan antar jemput dari seorang wanita cantik yg harap pergi ke salon. Budi langsung mengambil orderan itu & berangkat menuju letak penjemputan.

Sehingganya di sana, dia melihat wanita cantik itu sedang menunggu di depan rumah dengan tas & koper besar. Budi heran, kok mau pergi ke salon bawa koper? Tapi dia tidak bertanya apa-apa & menolong wanita itu menaikkan barang-barangnya ke motor.

"Mas, tolong hati-hati ya, ini barang-barang saya penting banget. Jangan hingga jatuh atau rusak," mengatakan wanita itu sambil menaikkan motor.

"Siap, Mbak. Ke salon mana kita?" tanya Budi.

"Ke salon di Jalan Sudirman, Mas. Deket sama bandara," jawab wanita itu.

Budi makin heran, kok salonnya jauh banget? Apa dia mau terbang ke luar negeri? Tapi dia tetap tidak bertanya apa-apa & mengendarai motornya dengan hati-hati.

Di tengah perjalanan, Budi mendengar suara gemeretak dari koper wanita itu. Dia curiga, ada apa sih di dalam koper itu? Apa dia bawa barang berharga atau bahaya? Tapi dia tidak berani membuka koper itu tanpa izin.

"Mas, saya mau minta tolong. Bisa ga kita mampir sebentar ke toko bunga? Saya mau beli kembang buat teman saya yg ulang tahun," mengatakan wanita itu tiba-tiba.

"Ya, boleh, Mbak. Tapi toko bunganya di mana?" tanya Budi.

"Di Jalan Merdeka, Mas. Deket sini kok," jawab wanita itu.

Budi mengiyakan & mengarahkan motornya ke toko bunga. Dia berpikir, mungkin wanita ini mau memberi kejutan buat temannya yg ulang tahun. Tapi dia tetap penasaran dengan isi koper itu.

Sehingganya di toko bunga, wanita itu turun dari motor & masuk ke toko. Dia meninggalkan koper itu di atas motor Budi. Budi melihat kesempatan itu & membuka koper itu dengan hati-hati. Dia terkejut saat melihat isi koper itu. Ternyata, di dalam koper itu ada seekor kucing yg sedang tidur.

Budi bingung, kok wanita ini bawa kucing ke salon? Apa dia mau potong rambut kucingnya? Tapi dia tidak sempat bertanya, karena wanita itu sudah keluar dari toko kembang dengan membawa seikat kembang mawar.

"Mas, makasih ya udah nungguin. Ayo, kita lanjut ke salon," mengatakan wanita itu sambil menaikkan motor lagi.

Budi mengangguk & menutup koper itu dengan cepat. Dia berharap kucing itu tidak bangun & mengeong. Dia mengendarai motornya dengan cepat menuju salon.

Di tengah perjalanan, Budi mendengar suara meong-meong dari koper wanita itu. Dia panik, kucing itu sudah bangun. Dia khawatir wanita itu akan marah kalau tahu dia membuka koper itu. Tapi dia tidak dapat berhenti, karena jalanan sedang macet.

"Mas, itu suara apa?" tanya wanita itu dengan curiga.

"Suara apa, Mbak? Saya ga dengar apa-apa," jawab Budi dengan gugup.

"Suara meong-meong, Mas. Kayak suara kucing," mengatakan wanita itu.

"Oh, itu suara kucing di jalan, Mbak. Banyak kucing liar di sini," dusta Budi.

"Tapi kok suaranya deket banget, Mas? Kayak di samping kita," mengatakan wanita itu.

"Itu karena kita lagi macet, Mbak. Suara kucingnya memantul ke kita," dusta Budi lagi.

"Tapi kok suaranya kayak dari koper saya, Mas?" tanya wanita itu.

Budi bingung, harus jawab apa. Dia berpikir keras, mencari alasan yg masuk akal. Tapi sebelum dia dapat menjawab, kucing itu melompat keluar dari koper itu & menempel di helm Budi. Budi kaget & berteriak.

"Mas, itu kucing saya! Kenapa ada di koper saya?" teriak wanita itu.

"Mbak, ini kucing Mbak? Kenapa Mbak bawa kucing ke salon?" tanya Budi.

"Salon? Saya ga mau ke salon, Mas. Saya mau ke bandara. Saya mau terbang ke Singapura. Saya mau bawa kucing saya ikut," jawab wanita itu.

"Bandara? Tapi Mbak bilang mau ke salon di Jalan Sudirman," mengatakan Budi.

"Itu cuma alasan, Mas. Saya ga mau Mbak tahu saya mau terbang. Saya takut Mbak ga mau antar saya," mengatakan wanita itu.

"Ya, iyalah, Mbak. Saya kan ojol, bukan taksi. Saya ga dapat antar Mbak ke bandara. Apalagi bawa kucing. Ini kan melanggar aturan," mengatakan Budi.

"Ya, maaf, Mas. Saya cuma pengen bawa kucing saya. Dia kan teman saya. Saya ga tega ninggalin dia," mengatakan wanita itu.

"Ya, tetapi Mbak ga boleh gitu, Mbak. Mbak harus jujur sama saya. Mbak harus kasih tau saya tujuan sebenarnya. Mbak harus bayar saya sesuai jarak. Mbak harus hormati saya sebagai ojol," mengatakan Budi.

"Ya, maaf, Mas. Saya salah. Saya minta maaf. Saya akan bayar Mas sesuai jarak. Saya akan hormati Mas sebagai ojol. Tapi tolong Mas jangan marah sama saya. Tolong Mas jangan marah sama kucing saya. Tolong Mas antar saya ke bandara. Tolong Mas bantu saya bawa kucing saya. Tolong Mas jadi teman saya," mengatakan wanita itu dengan memelas.

Budi melihat wanita itu dengan kasihan. Dia melihat kucing itu dengan lucu. Dia merasa iba sama mereka. Dia berpikir, mungkin wanita ini kesepian. Mungkin wanita ini butuh teman. Mungkin wanita ini butuh bantuan. Dia menghela nafas & mengangguk.

"Ya, sudahlah, Mbak. Saya maafkan Mbak. Saya antar Mbak ke bandara. Saya bantu Mbak bawa kucing Mbak. Saya jadi teman Mbak. Tapi jangan ulangi lagi, ya. Jangan dusta lagi. Jangan bawa kucing lagi. Jangan bikin repot lagi," mengatakan Budi.

"Terima kasih, Mas. Terima kasih banyak. Anda baik sekali. Anda ojol terbaik. Anda teman terbaik. Anda pahlawan saya. Anda penyelamat saya. Anda idola saya," mengatakan wanita itu dengan senang.

Budi tersenyum & mengendarai motornya menuju bandara. Dia berharap wanita itu bahagia di Singapura. Dia berharap kucing itu sehat di Singapura. Dia berharap dirinya dapat orderan lagi di Jakarta.

Akhir cerita.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.