• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Cuma 1.000 Sekolah Rusak yang Dibangun?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. hendladi
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

hendladi

IndoForum Beginner D
No. Urut
113568
Sejak
15 Jan 2011
Pesan
685
Nilai reaksi
2
Poin
18
1118191620X310.JPG


TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Pada tahun 2011 ini, Kementerian Pendidikan Nasional berencana membangun 1.000 sekolah dasar dan sekolah menengah pertama (SD/SMP) yang rusak akibat bencana alam. danang pembangunan akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta bantuan negara tetangga.

"Kami masih melakukan studi dan survei tentang berapa besar danang yang dibutuhkan untuk membangun kembali sekolah yang rusak pada tahun ini," kata Penanggung Jawab Program Kegiatan Bencana Alam Kementerian Pendidikan Nasional, Supriyono, saat meresmikan SDN Cibatuireng yang didanai program Badan Kerja Sama Pembangunan Internasional Australia (AusAID) di Desa Cibatuireng, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (5/3/2011) lalu.

Supriono mengatakan, saat ini 60 persen dari sekitar 500.000 SD dan SMP di seluruh Indonesia rusak akibat bencana alam. Namun, dengan alasan keterbatasan anggaran, tahun ini pemerintah baru akan membiayai pembangunan 1.000 unit SD dan SMP.

Biaya perbaikan dan pembangunan bagi SD sebesar Rp 90 juta per unit dan Rp 100 juta per unit untuk SMP. Ia menyebutkan, salah satu daerah yang menjadi perhatian adalah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ada sekitar 100 SD dan SMP yang berada dalam radius 10-15 kilometer dari puncak Merapi tidak layak digunakan. Akibat awan panas dan lahar dingin, banyak sekolah rusak dan tertimbun material gunung api. Pembangunan yang sama juga akan dilakukan di Sumatera Barat dan Jawa Barat.

"Tahun lalu sudah diberikan danang masing-masing Rp 40 miliar di Jabar dan Sumbar untuk pembangunan kembali infrastruktur sekolah yang rusak akibat bencana alam," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya Mohamad Zen mengatakan, akibat gempa tahun 2009, sebanyak 200 sekolah rusak berat, 50 persen telah direkonstruksi dan tinggal 100 unit perlu perbaikan. Mayoritas sekolah yang rusak berada di daerah pegunungan, seperti di Kecamatan Cigalontang, Sodonghilir, dan Bojongambir.

"Kami sudah mengusulkan perbaikan dan masih menunggu proses pencairan danang. Selain danang dari pemerintah, kami juga berharap ada bantuan dari negara tetangga untuk ikut serta membangun kembali sekolah yang rusak," katanya.

Konselor AusAID Bidang Pendidikan Aid Hanna Birdsey mengatakan, dalam empat tahun terakhir pihaknya sudah memberikan danang 380 juta dollar Australia untuk membangun 2.000 sekolah dan 500 madrasah di Indonesia. Tahun ini, ada 5 juta dollar Australia (Rp 42,5 miliar) untuk membangun ratusan sekolah rusak akibat bencana.

"Kami juga menyediakan danang untuk penyediaan bangku, meja, dan lemari, serta pengadaan buku sekolah," ujarnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.