IYAA.com : Cuaca yang tidak bisa diprediksi dapat menyebabkan wabah demam berdarah (DBD).
Menurut data dari Dinas Kesehatan Jakarta, potensi tertinggi kejadiaan DBD berada di bulan Maret - Mei. Hal ini disebabkan terjadinya masa pancaroba.
"Penderita DBD selalu meningkat pada akhir musim hujan dan awal musim kemarau," jelas Dr. dr. Tri Yunis Miko Wahyono, M.Sc. dari Pusat Riset Epidemiologi dan Surveilans Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.
Dalam penjelasannya saat sosialisasi "Pencegahan Demam Berdarah Paling Efektif" di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta, dr. Miko juga menyarankan agar masyarakat lebih tanggap terhadap bahaya DBD. Pasalnya, virus dangue cukup berbahaya.
"Pencegahan DBD dapat dilakukan melalui 3M (membersihkan, mengubur dan menutup tempat penampungan air) dan bubuk abate (larvasida) untuk membunuh larva dan pupa nyamuk, atau melakukan fogging dan menggunakan obat nyamuk untuk membunuh nyamuk dewasa," tambahnya.
Setiap tahun kasus DBD terus meningkat bahkan Indonesia menempati posisi tertinggi di Asia Tenggara dengan kasus 10.000 kasus di tahun 2011. Sekitar 11 persen dari total jumlah penduduk Indonesia pernah mengalami DBD dan 2 persennya meninggal dunia...
INFO SEHAT
baca juga : "Demam Berdarah Tak Perlu Dirawat"