• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Cuaca Ekstrem di Eropa Makin Parah

Handyplast

IndoForum Beginner D
No. Urut
10814
Sejak
29 Jan 2007
Pesan
608
Nilai reaksi
219
Poin
43
Kamis, 26/07/2007

LONDON (SINDO) – Cuaca ekstrem yang melanda daratan Eropa belakangan ini semakin tidak terkendali. Saat Inggris terendam banjir besar, sejumlah negara di Eropa tengah dan tenggara dilanda gelombang panas luar biasa yang menyebabkan ratusan orang tewas dan menyulut kebakaran hutan.

Di Inggris, ratusan warga Oxford terpaksa dievakuasi, kemarin, karena tanggul Sungai Thames jebol akibat banjir terparah sejak 60 tahun lalu. Ketinggian air terus naik sejak kemarin malam dan polisi mengatakan, telah mengevakuasi warga dari 250 rumah dan menampung mereka di stadion sepak bola Oxford City. Penduduk di sepanjang aliran Sungai Thames, diperingatkan bahwa sungai ini sewaktu-waktu dapat meluap.

Di Gloucestershire, wilayah terparah yang terserang banjir, lebih dari 350.000 warga tidak mendapat pasokan air bersih hingga dua pekan ke depan. Namun, ketinggian air di sana sudah mulai surut di sepanjang aliran Sungai Severn. Pemerintah menjanjikan bantuan 10 juta poundsterlings bagi wilayah-wilayah yang terkena dampak banjir. Selain itu ditambah dengan bantuan dari Perdana Menteri Gordon Brown sebesar 14 juta poundsterlings.

”Kita tengah menghadapi kondisi cuaca ekstrem di abad ke- 21,” kata Brown dalam wawancara BBC Television. Sementara, suhu udara di Yunani mencapai 45 derajat Celsius akibat gelombang panas, dan rata-rata di sebagian besar wilayah diperkirakan melebihi 40 derajat Celsius. Akibatnya, menjalar pada pemutusan aliran listrik dan kebakaran hutan.

Suhu udara di kawasan Balkan masih tetap tinggi dan telah menewaskan sedikitnya 27 orang di Rumania dan 500 orang di Hungaria selama sepekan.Ribuan hektar hutan telah hangus terbakar di Italia, Bulgaria, Makedonia, Serbia,dan Yunani. Kebakaran hutan di Yunani telah memaksa petugas pemadam kebakaran bekerja 24 jam tanpa henti.Bahkan mereka menerjunkan 1.000 pemadam kebakaran tambahan di beberapa titik api di Yunani sebelah utara, di mana kebakaran semakin membesar.

Sementara itu, Perusahaan Listrik Negara Yunani terus memantau pasokan listrik nasional akibat semakin meningkatnya permintaan pasokan listrik. PLN Yunani telah memperbaiki dua pembangkit tenaga listriknya, namun pejabat PLN meminta agar konsumen menghindari penggunaan listrik di jamjam dengan beban puncak, terutama untuk pendingin ruangan. Selasa (24/7) lalu, beberapa bagian di sebelah barat Balkan –Albania, Kosovo, Montenegro dan Macedonia– kekurangan pasokan listrik yang menyebabkan pemadaman selama beberapa jam.

Sumber: sindo
_________________________________________________________________

efek pemanasan Global mulai terlihat nih di eropa/wah
 
mak........... /omg
di indo kapan ya............. /...
tinggal nunggu giliran aja /swt
 
Indo keknya uda semua d...

Banjir uda awal taun ini...Kebakaran hutan uda taun kemaren....Kekurangan listrik...Uda jadi santapan sehari2 /gg
 
Indo belum kena efek pemanasan global aja udah bermasalah bencana sana sini
apa lagi kalo udah kena, jadi apa nantinya Indonesiaku ini/e4
 
mari kita sama sama berdoa untuk indonesia kita supaya aman
 
itu efek pemanasan global... indo juga dah kena kan?
 
maka nya inget dong bumi itu harus di jaga jangan di rusak
 
tampaknya alam sekarang susah di tebak, mungkin karena dunia sudah tua.
global warning harus kita cegah dan menjadi tanggung jawab bersama.
demi anak cucu kita di masa mendatang :)
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.