Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Ribuan ikan keramba apung di Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mati. Bangkai ikan itu dibiarkan mengapung di pinggir-pinggir danau sehingga mengeluarkan bau tak sedap.
Menurut salah satu petani ikan, Yames, ikan-ikan ini mati setelah hujan lebat turun disertai angin kencang, Senin lalu. Sejak beberapa tahun lalu, kejadian seperti ini sudah sering terjadi di Selingkar Danau Maninjau.
Namun, kali ini petani keramba di areal tersebut merugi cukup besar. Para petani merugi ratusan juta hingga miliaran rupiah. "Ikan yang mati ini sekitar 100 ton di dua jorong," kata Yames.
Kerugian kali ini cukup besar karena ikan mati saat sudah siap dipanen. Cuaca ekstrem bisa berakibat fatal bagi ikan. Angin kencang mengakibatkan menguapnya belerang dan sisa pakan ikan di dasar Danau Maninjau.