• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Internasional Copa America 2020 yg terlupakan nan kontroversial

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Diggie
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Diggie

IndoForum Activist C
No. Urut
287751
Sejak
6 Apr 2020
Pesan
14.391
Nilai reaksi
1
Poin
0
Berikut adalah berita Copa America 2020 yg terlupakan nan kontroversial.

Copa America 2020 yg terlupakan nan kontroversial


Dokumentasi - Pemain-pemain timnas Brazil mengangkat tropi pemenang Copa America edisi tahun itu setelah mengalahkan Peru dalam final di Stadion Maracana di Rio de Janeiro, Brazil. ANTARA/AFP/LUIS ACOSTA/pri.

Jakarta (ANTARA) - Sepertinya bagian terbesar dunia tertarik mengikuti hingar bingar Piala Eropa yg segera digelar mulai Jumat, 11 Juni. Padahal ada turnamen sepak bola akbar lainnya yg tak kalah menarik yg dilangsungkan di paruh selatan benua Amerika. Namanya Copa America.

Baik Euro 2020 maupun Copa America 2020 sama-sama terpaksa dimundurkan akibat badai pandemi virus corona yg menyapu dunia, termasuk Eropa & Amerika Selatan.

Di dua kawasan ini, tercipta episentrum-episentrum pandemi. Pertama Italia, lalu melintas Atlantik ke Amerika Serikat, & lalu Brazil yg ironisnya malah diputuskan jadi tuan rumah Copa America 2020.

Baca juga: CONMEBOL pindahkan Copa America 2021 ke Brazil dari Argentina

Jika di Eropa segalanya dirancang rapi sehingga menyamarkan motif bisnis dari industri sepak bola modern, maka di Amerika Selatan tidak serapi itu.

Terutama soal tuan rumah, mendadak berubah setelah keadaan luar biasa terjadi di Argentina & Kolombia, dua negara yg tadinya bakal menuanrumahi Copa America.

Pada 17 Maret 2020, badan sepak bola Amerika Latin atau CONMEBOL mengumumkan bahwa mengingat pandemi COVID-19, maka Copa dimundurkan ke 2021. Keputusan UEFA dalam memundurkan Euro 2020 ke 2021 jadi rujukan CONMEBOL.

Copa America awalnya hendak digelar dari 12 Juni hingga 12 Juli 2020 di Argentina & Kolombia.

Menggelar turnamen ini di dua negara adalah baru kali ini ditempuh. Kalau UEFA menggelar Euro 2020 di belasan kota di belasan negara di Benua Biru berkaitan dengan alasan jelas demi memperingati 60 tahun turnamen kontinental ini, maka alasan CONMEBOL menggelar Copa di dua negara adalah semata politis.

Argentina berusaha jadi tuan rumah karena harap menjadikan turnamen ini sebagai ajang mempromosikan tekad tuan rumah bersama Piala Dunia 2030 bersama Uruguay, Paraguay & Chile. Mengingat Uruguay kekurangan venue, Argentina yg lebih kaya dengan stadion-stadion representatif digandeng Uruguay.

Ambisi ini didasari oleh keharapan memperingati 100 tahun Piala Dunia yg memang perdana kali diadakan di Amerika Latin, tepatnya di Uruguay pada 1930.

Tapi keharapan Argentina jadi tuan rumah Copa menciptakan Kolombia tidak senang. Seharusnya 2020 adalah giliran Kolombia jadi tuan rumah Copa yg biasa diadakan bergilir.

CONMEBOL kemudian menengahi. Copa America pun diputuskan dituanrumahi bersama oleh Argentina & Kolombia.

Selesai masalah itu, datang pandemi. Yang satu ini malah menciptakan perubahan akbar yg menciptakan pusing CONMEBOL.

Baca juga: Bolsonaro klaim Brazil siap jadi tuan rumah Copa America 2021


Krisis politik & COVID-19

Biasanya turnamen ini diikuti 12 negara yg terdiri atas 10 negara Amerika Selatan & dua peserta tamu. Untuk edisi 2020 ini mereka mengundang Australia & Qatar. Turnamen ini tadinya akan dipecah jadi tiga grup yg masing-masing diisi empat negara.

Tetapi pandemi merusak skenario itu. Jadwal yg kacau di mana-mana, menciptakan Australia & Qatar terpaksa tak mengikuti Copa karena saat bersamaan Juni ini kedua negara menghadapi jadwal kualifikasi Piala Dunia 2022.

Maka, dikerutkanlah grup Copa jadi dua grup yg masing-masing dihuni lima negara. Hanya juru kunci dari kedua grup yg dinyatakan tereliminiasi dari fase grup. Sisanya masuk babak knockout.

Ternyata itu bukan satu-satunya masalah. Krisis politik yg memicu gelombang protes kepada Presiden Kolombia Ivan Duque Marquez memaksa CONMEBOL mencoret Kolombia dari tuan rumah Copa America pada 20 Mei 2021.

Ternyata Argentina juga dihadapkan kepada masalah, yakni terus melonjaknya kasus infeksi COVID-19. Di negeri berpenduduk 44.9 juta orang ini, tiga juta orang terpapar virus corona & 68.000 di antaranya meninggal dunia.

CONMEBOL pun akhirnya juga mencoret Argentina dari tuan rumah Copa pada 30 Mei 2021. Keputusan ini diambil cuma dua pekan sebelum kickoff Copa America 2020.

CONMEBOL kebingungan. Negara manakah gerangan yg mesti jadi tuan rumah Copa 2020 ini?

Tak ada yg dapat dianggap siap kecuali Brazil. Chile mungkin dapat tetapi menyelenggarakan secara penuh 28 pertandingan Copa Amerika terlalu berat bagi Chile.

Baca juga: Karena COVID, Komisi Senat Brazil yakini Copa America harus ditunda

Akhirnya opsi jatuh ke tangan Brazil yg jadi tuan rumah edisi 2019 & pemenang bertahan, sekalipun kasus infeksi di sini jauh lebih buruk dari Argentina, bahkan Brazil pernah jadi episentrum pandemi global.

Sebenarnya Amerika Serikat jadi opsi & bersedia menggelar turnamen ini. Masalahnya, AS yg ada di bagian utara benua ini sehingga bukan peserta Copa America, ditentang CONMEBOL karena federasi sepak bola Amerika Selatan ini berseteru dengan rekannya federasi sepak bola Amerika utara, tengah & Karibia atau CONCACAF sejak menggelar turnamen akbar benua Amerika pada 2016.

Brazil juga dipilih karena presiden mereka, Jair Bolsonaro, menawarkan diri jadi tuan rumah Copa, sekalipun ditentang bagian akbar rakyatnya.

Bolsonaro yg memiliki motif politik mengatakan Rio de Janeiro, Brasilia, Goiania & Cuiaba akan jadi tuan rumah semua pertandingan Copa America 2020.

Ironisnya, beberapa akbar rakyat Brazil yg belum hilang ingatannya dari malapetaka COVID-19 yg sudah merenggut 470 ribu nyawa penduduknya & sekaligus menulari 16,9 juta orang, menentang keputusan Bolsonaro itu.

Bolsonaro malah dituding menghina mereka yg jadi korban COVID-19. Kritik juga dialamatkan kepada otoritas sepak bola Brazil, salah satunya mantan pemain Walter Casagrande. "Sejak awal pandemi, para pemimpin sepak bola Brazil cuma memikirkan diri sendiri & uang,” mengatakan Casagrande.

Baca juga: CONMEBOL cabut hak tuan rumah Argentina untuk Copa America 2021

Lionel Messi

Ironisnya komunitas sepakbola Brazil sendiri mengkritik keputusan jadi tuan rumah Copa America, termasuk sejumlah bintang yg bahkan mengancam memboikot turnamen ini. Pemain Brazil Casemiro yg paling vokal mengkritik Copa di Brazil itu.

Casemiro berkata, "Bukan cuma saya (yang menentang Copa America 2020), bukan cuma pemain-pemain yg bermain di Eropa. Semua orang menentangnya, termasuk Tite (pelatih timnas Brazil)".

Tak cuma pemain Brazil, pemain-pemain Amerika Latin juga mengungkapkan keprihatinan sama.

Edinson Cavani & Luis Suarez dari Uruguay, serta Sergio Aguero dari Argentina juga mendukung boikot. Sementara Wali Kota Rio de Janeiro Eduardo Paes mengancam tidak akan mengizinkan pertandingan dimainkan kalau keadaan kesehatan tetap seperti sekarang.

Sementara dari Eropa muncul kabar tak sedap bahwa klub-klub Eropa tak akan mengizinkan pemain-pemain asal Amerika Latin mereka mengikuti Copa America 2020.

Namun sikap federasi-federasi sepak bola Amerika Selatan umumnya sama. Mereka berketetapan hati bahwa turnamen ini harus jalan terus, apa pun caranya.

Salah satunya Asosiasi Sepak bola Argentina (AFA) yg pada 6 Juni memastikan keikutsertaan Argentina dalam Copa America di Brazil edisi ke-47 itu.

Sama dengan semua federasi kawasan ini, AFA beranggapan jadwal harus jalan karena berkaitan dengan keseimbangan sistem lomba sepak bola pada berbagai level.

Baca juga: Messi sumbang 50 ribu vaksin COVID-19 untuk sepak bola Amerika Selatan

Tetapi AFA dapat saja tidak enak hati kepada Lionel Messi yg merupakan salah satu pesepak bola terbesar sepanjang masa tetapi tak pernah merasakan trofi kejuaraan akbar tingkat negara, baik Piala Dunia maupun Copa America.

Messi yg jauh-jauh hari menyatakan siap berlaga dalam Copa America 2020 sudah jadi harta karun bagi Argentina sehingga hasratnya mengangkat trofi kejuaraan akbar antarnegara dapat disokong negara.

Messi sudah empat kali mengantarkan Argentina ke final kejuaraan besar, masing-masing Copa America 2007, 2015 & 2016, serta Piala Dunia 2014.

Jika dari sudut usia, Copa edisi ini ideal bagi Messi. Tahun depan pada Piala Dunia Qatar, Messi akan berusia 35 tahun & Argentina bukan favorit kuat juara. Lalu pada Copa America 2024, dia akan berusia 37 tahun. Mungkin sudah memudar.

Oleh karena itu Copa America 2020 jadi kesempatan terbaik Messi untuk menyempurnakan predikat terhebat di dunia.

Tapi bukan semata Messi yg menarik. Masih banyak bintang lain termasuk Neymar yg dapat mengubah turnamen kontroversial dari 14 Juni hingga 11 Juli ini jadi turnamen yg tetap sedap untuk disaksikan.

Untuk itu, walau kontroversial & lebih senyap ketimbang Euro 2020 karena semua pertandingan Copa America 2020 digelar tanpa penonton, turnamen ini tetap menjanjikan kepuasan bagi penggemar sepak bola di mana pun, termasuk mereka yg sudah tak sabar menyaksikan Euro 2020.

Baca juga: Lionel Messi incar lebih banyak gelar usai juarai Copa del Rey

Berita diatas dikutip dari internet, jika Copa America 2020 yg terlupakan nan kontroversial adalah spam, mohon beritahu kami.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.