• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Commonwealth bunk Tennis Classic 2008

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. goesdun
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

goesdun

IndoForum Junior A
No. Urut
32661
Sejak
7 Feb 2008
Pesan
3.024
Nilai reaksi
66
Poin
48
HANTUCHOVA MELIRIK BALI UNTUK PENINGKATAN PRESTASI
Pemain Unggulan Satu di Commonwealth bunk Tennis Classic 2008

Oleh Barry Wood

Bali, 2 September 2008 - Daniela Hantuchova bersiap-siap bertanding di Commonwealth bunk Tennis Classic Bali, sebagai upayanya untuk meningkatkan prestasinya, setelah mengalami jeda bertanding karena cidera retak di tumit kanannya.

__daniela_.jpg


Pemain asal Slovakia yang jelita ini menempati posisi kedua setelah dikalahkan Lindsay Davenport di final tahun 2007, dimana saat ini dia masih bermain ganda di US Open berpasangan, ironisnya, dengan Davenport! Namun dia gagal melewati babak pertama gelar tunggal, setelah dikalahkan oleh Anna-Lena Groenefeld.

Gejala-gelaja bahwa ada masalah semakin jelas ketika dia dikalahkan dalam babak pembukaan di penyisihan oleh Karolina Sprem saat bertanding di Amelia Island bulan April lalu, dan kemudian dia terpaksa tidak bermain selama musim turnamen lapangan tanah liat saat dia mengundurkan diri dari Berlin, Roma, Istanbul dan Roland Garros, bahkan juga turnamen lapangan rumput di s’Hertogenbosch.

Setelah jeda yang demikian panjang tentunya sulit untuk memulihkan ritme bermain, dan ketika Daniela akhirnya berhasil kembali dia gagal melewati ronde kedua di Wimbledon. Kekalahan selama ronde pembukaan juga terjadi di Stanford dan Los Angeles, dan kemudian dia mengalami kekalahan di ronde kedua Olimpiade Beijing melawan bintang baru dari Denmark, Caroline Wozniacki. Kesuksesan gagal diraih di New Haven, dimana dia menang tipis dari Olga Govortsova dalam set ketiga tiebreak sebelum akhirnya kalah tiga set langsung dari pemain remaja asal Perancis, Alize Cornet.

Sekarang, dia berharap bahwa suasana yang santai di pulau Dewata ini bisa membantu menghilangkan beban tekanan beberapa bulan terakhir, saat dia kembali berlaga dia even favoritnya dalam ajang Sony Ericsson WTA Tour.

Sementara Hantuchova berjuang, seorang pengunjung tetap ke Bali lainnya telah mengukir kesuksesan dengan mencapai babak perempat final di Grand Slam keduanya untuk musim ini. Dia adalah pemain kidal asal Swiss Patty Schnyder. Setelah sukses di Roland Garros, dia menang 4-6 6-3 6-3 atas Katarina Srebotnik pada hari Minggu, setelah pemain Slovakia tersebut menang telak atas juara tiga kali di Bali Svetlana Kuznetsova.

Pemain asal Italia, Flavia Pennetta adalah salah satu pemain lain yang sudah mempersiapkan diri untuk berlaga di Bali, dengan kemenangannya atas pemain papan atas di gelaran Commonwealth bunk Tennis Classic, Nadia Petrova, mengukuhkan posisinya di ronde keempat US Open. Sementara ini, Petrova masih bermain di New York, berpasangan dengan Jonas Bjorkman bermain ganda campuran.

Awal tahun ini, Pennetta memenangkan gelar di lapangan tanah liat di Vina Del Mar dan Acapulco sebelum berhasil mengalahkan Venus Williams di Roland Garros, dan segera setelah Wimbledon dia juga menikmati kesuksesan di lapangan keras ketika dia berhasil melaju ke babak final di Los Angeles.

Dengan banyaknya pemain yang siap beradu dan pemain lain yang ingin ikut unjuk gigi, para penggemar pasti akan menikmati serunya permainan yang akan berlangsung di Grand Hyatt Bali, Nusa Dua, mulai tanggal 7 September.
 
Mengungkap cita rasa seni petenis dunia

Bali, 9 September 2008 - Salah satu acara luar lapangan (off court) yang mengungkap cita rasa seni dari para petenis di Commonwealth bunk Tennis Classic 2008, adalah menguntai mutiara, dan melukis di atas keramik. Kedua agenda acara tersebut yang sedikit “memaksa” para petenis untuk lebih bersabar dan teliti dalam menguntai mutiara yang harganya jutaan rupiah. Selain itu, mereka juga mencoba melukis di atas piring keramik dan mencoba membuat tembikar.

Di bawah pengarahan Michael dari Atlas South Sea Pearl, Tamira Paszek, Yeroslava Shvedova dan Jill Craybas mencoba menguntai beberapa butir mutiara. Mereka dengan penuh ketekunan mencoba memasukkan satu per satu butiran mutiara menjadi sebuah kalung. Adapun mutiara-mutiara yang digunakan Atlas South Sea Pearl ini adalah yang terbaik dari laut selatan dan diolah di Bali. Michael mengatakan, mutiara dari pantai selatan lebih indah, kuat dan berkualitas untuk dijadikan perhiasan. Selain itu, dari sisi harga sangat tinggi.

Sebagai bagian dari dukungan Atlas South Sea Pearl pada turnamen ini, dibuatlah replika kalung dan anting-anting yang khusus dipakai oleh Daniela Hantuchova pada malam peragaan busana hari Minggu malam. Kalung yang termasuk dalam Fantasea Collection dari Atlas South Sea Pearl itu seharga US$ 30.000 dan untuk anting berkisar US$ 7.000. wajar saja, sebab kalung dan anting bermahkotakan berlian yang dipadu dengan emas putih 18 karat serta mutiara.

0909_Pearl1.jpg


Selain acara tersebut, para petenis juga melakukan kegiatan melukis di atas kanvas dan piring keramik. Khusus untuk lukisan di atas kanvas, Shvedova dan petenis Rusia Anastasia Rodionova berkesempatan menambah coretan kuasnya. Lukisan keduanya akan dilelang oleh Grand Hyatt Nusa Dua Hotel untuk kegiatan sosial.

0909_Plate-painting5.jpg


Untuk melukis di atas keramik dan membuat tembikar, para seniman dari Jenggala Keramik Bali memberikan arahan Jill Craybas, Tathiana Garbin dan Natalie Gardin untuk menggoreskan kuas di atas keramik. Tak ketinggalan Melinda Czink yang dengan serius berkonsetrasi pada sapuan kuasnya. Sedangkan Craybas sempat mencoba membuat tembikar dari tanah liat. Dalam agenda acara ini, diisi pula make over bagi petenis serta nail painting oleh Anna Sui. (*)

0909_Nail-painting2.jpg
 
PENNETTA DAN PETROVA LOLOS KE BABAK KEDUA
9sept-Flavia_Pennetta1.jpg


Bali, 9 September 2008 - Petenis unggulan ketiga asal Italia Flavia Pennetta dan unggulan keempat Nadia Petrova dari Rusia lolos ke babak kedua pada hari kedua, Selasa, Turnamen Sony Ericcson WTA Tour Commonwealth bunk Tennis Classic 2008 di lapangan tenis Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali.

Kedua petenis unggulan itu melangkah ke babak kedua dengan cara yang berbeda. Pennetta memerlukan waktu sekitar dua jam untuk menundukkan petenis asal AS, Vanesa King, dengan 7-6, 6-1. Di set pertama saja, kedua petenis saling mematahkan servis. Bahkan, Penneta sempat unggul 4-2 sebelum King menyamakan menjadi 4-4. Setelah itu kedua petenis mampu mempertahankan servisnya hingga kedudukan 6-6. Pada Saat tie break, Pennetta sempat unggul 5-1 bahkan double set point 6-4. Namun dengan kesabarannya King mampu menyusul dan memimpin 7-6. Tapi msaat memegang servis, Pennetta mampu unggul 8-7 sebelum merebut satu angka 9-7. Di babak kedua, Pennetta mampu mengendalikan permainan langsung memimpin dengan 5-1 dan memenangi set kedua dengan 6-1.

Sementara itu, Nadia Petrova tidak perlu kerja keras untuk menundukkan petenis Jepang Aiko Nakamura, dengan 6-3 dan 6-1. “Boleh dibilang ini pertandingan perdana yang berat,” ujar Nadia Petrova seusai pertandingan. Menurut Petrova, hari ini dia dalam kondisi yang prima setelah beberapa hari melakukan latihan penyesuaian dengan cuaca di Bali. “Jadi saya sangat senang dengan hasil pertandingan hari ini”.

Hasil pertandingan lainnya, unggulan kedelapan Aleksandra Wozniak (Kanada) kandas di babak pertama setelah dikalahkan petenis veteran asal AS, Jill Craybas 3-6, 6-3, 6-2. Wozniak yang menempati peringkat 41 dunia tidak mampu berbuat banyak melawan Craybas yang berperingkat 75. Craybas di luar dugaan memberikan perlawanan gigih dengan menempatkan bola di sudut kiri-kanan lapangan permainan Wozniak sehingga pemain Kanada ini kewalahan. Sementara itu pemain unggulan lainnya yang lolos ke babak kedua adalah Sara Errani. Petenis Italia yang diunggulkan di tempat ketujuh ini tak perlu kerja keras untuk mengkandaskan harapan petenis Afrika Selatan, Natalie Grandin 6-2, 6-1.

Hasil pertandingan lainnya, petenis Italia lainnya, Tathiana Garbin mampu menundukkan petenis Hungaria, Melinda Czink dengan 6-2, 7-6 (3). Petenis Cina Taipei, Yung Jan Chan mengalahkan petenis Rusia, Vasilisa Bardina, 6-2, 6-1. Sedangkan petenis kualifikasi Olga Savchuk dari Ukraina lolos ke babak kedua setelah menundukkan petenis Rusia lainnya, Alla Kudryavtseva, 7-5, 6-2. Dan petenis Anastasia Rodionova mengalahkan petenis Ukraina, Julia Vakulenko 6-2, 3-0, Julia mengundurkan diri setelah cidera pergelangan tangan kanan.
 
Petenis membuat snack granule, resep tradisional grand hyatt

Bali, 10 September 2008 - Untuk kesekian kalinya, agenda acara off court cooking class dilakukan. Para petenis yang turun di ajang Commonwealth bunk Tennis Classic 2008, berksempatan melakukannya di banquet kitchen Grand Hyatt Hotel Nusa Dua, Bali, Rabu (10/9). Adapun para petenis yang turun dalam acara ini. Yaroslava Shvedova, Anna-Lena Groenefeld, Anastasia Rodionova, Flavia Pennetta, Natalie Grandin, Ayumi Morita, Aiko Nakamura dan Meng Yuan. Tak ketinggalan dua petenis lokal, Sandy Gumulya dan Lavinia Tananta.

Dibawah arahan executive chef Earnst Jaeck, para petenis dibagi berkelompok dan didampingi dua orang chef. Mereka akan memasak Granule Bar, yang merupakan resep tradisional milik banquet Grand Hyatt. “Mereka akan membuat granule dari resep tradisional turun-temurun Grand Hyatt. Semua ini khusus untuk menyambut para petenis yang bermain di sini,” komentar Jaeck.

Para petenis mengikuti komando para chef yangmendampingi, mulai mencampur bahan-bahan yang terdiri atas karamel, yoghurt, mentega, gula, madu dan gula merah. Setelah diaduk bersama kacang tanah, dan siap dipanggang. Sekitar 10-15 menit kemudian, diangkat dan dituang dalam cetakan sambil menunggu dingin. Kue granule ini siap dihidangkan dan dipotong-potong sesuai dengan selera.

Grandin sangat antusias mendengarkan keterangan yang diberikan para chef. Bahkan sempat berkonsultasi dengan Jaeck untuk “meminta” resep tradisional ini. “Saya suka makan granule, tapi tidak yang kacang, tapi coklat,” kata Grandin. Morita pun mengaku tidak terlalu suka memasak, tetapi ingin sekali bisa melakukannya di kemudian hari. Sedangkan Meng Yuan sangat berhati-hati memotong granule yang sudah dingin, menjadi bentuk batangan, segi empat, dan segi tiga.

Sandy dan Lavinia mengaku acara off court ini sungguh mengasyikkan. Keduanya bisa melihat proses pembuatan granule yang sebelumnya hanya bisa memakannya saja. “Saya baru tahu cara buatnya. Ternyata cukup mudah,” kata Sandy. (*)
 
Shvedova dan rodionova belanja

_89F1956.jpg


Bali, 10 September 2008 - Dua petenis, Yaroslava Shvedova dan Anastasia Rodionova berkesempatan mengunjungi konter Puravida di lokasi perbelanjaan elite Sogo, Bali Collection, Nusa Dua, Bali, Rabu (10/9). Shvedova dan Rodionova adalah dua sahabat yang selalu berdua bila ada kesempatan mengikuti acara luar lapangan (off court) yang diadakan panpel Commonwealth bunk Tennis Classic 2008.

Keduanya mencoba baju santai dan kasual produksi Puravida, yang merupakan salah satu sponsor resmi ajang tenis ini. Shvedova beberapa koleksi Puravida. Salah satu yang menjadi minatnya adalah model Geoafrica berwarna coklat kombinasi hijau.

Sebenarnya, petenis yang punya tinggi badan 180cm ini menginginkan warna hitam, tetapi sayangnya tidak ada. “Saya suka yang warna hitam, tetapi tidak ada. Warna coklat pun saya suka,” komentar Shvedova usai keluar dari kamar pas.

Lain lagi dengan Rodionova, yang mengambil dress model Geoflower Bangkok juga dengan warna dan motif yang sama dengan Shvedova. “Saya suka sekali bahannya, cukup nyaman untuk udara tropis di Bali,” ujar Rodionova. Baju-baju yang ada di Puravida ini kebanyakan menggunakan bahan katun dan ada beberapa diantaranya yang memiliki model strech. Sehingga, cukup nyaman dan menyerap keringat bila digunakan. (*)
 
Temple ceremony, berdoa untuk perdamaian dunia

Bali, 11 September 2008 - Berdoa adalah saat dimana manusia berkomunikasi dengan Pencipta. Berdoa adalah kegiatan pribadi yang tak mengenal bahasa, suku, bangsa dan agama sekalipun. Inilah yang terjadi pada acara off court Commonwealth bunk Tennis Classic 2008 di Nusa Dua, Bali. Sedikitnya tujuh petenis melakukan sermoni doa di Pura Taman Sari, Hotel Grand Hyatt Nusa Dua, Bali, Kamis (11/9).

Adapun ketujuh petenis yang turut dalam acara ini. Sikha Uberoi, Vania King, Francesca Schiavone, Patty Schnyder, Alla Kudryavtseva, Marta Domachowska dan Vasilisa Bardina, tampak anggun dengan kebaya Bali, sebelum mengikuti prosesi. Dengan dipimpin Director F&B Grand Hyatt Philippe Mauron, ketujuh petenis kelas dunia memasuki Pura Taman Sari.

Adapun yang menjadi pimpinan pada upacara itu adalah Pemangku Jro Made Rebit, melakukan Sembahyang (Muspa) dengan lima tahapan. Tujuan dari semua itu adalah memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar diberikan keselamatan dan dikabulkan segala permohonan. Kendati para petenis memiliki agama dan kepercayaan masing-masing, mereka pun mengikuti prosesi dengan baik. Walau harus tidak nyaman bersimpuh dan kegerahan karena panas mentari, mereka cukup khusyuk mengikutinya.

Usai melakukan sembahyang tadi, satu-persatu petenis dipercikkan air suci (Tirta) dan bije (beras). Semua itu merupakan simbolisasi dari kebesaran Sang Maha Pencipta atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Mengomentari seromoni ini, Schiavone mengatakan, doa adalah bahasa universal kepada Tuhan. Apapun prosesinya, tetapi tetap satu tujuan yakni kepada Yang Maha Kuasa. Dirinya mengaku berdoa dengan agamannya sendiri untuk kedamaian dunia. Dirinya enggan berdoa untuk kemenangan. Sebab kemenangan maupun kekalahan adalah lebih banyak dipengaruhi dari kemampuan dirinya sendiri. Hal yang sama dikatakan Uberoi yang dalam doanya meminta perdamaian dan kehidupan di dunia ini menjadi lebih baik. (*)
 
Komitmen commonwealth bunk dukung tenis indonesia

Bali, 11 September 2008 - Sebagai sebuah perusahaan perbankan kelas dunia, ternyata Commonwealth bunk masih memiliki kepedulian tinggi pada dunia olahraga, khususnya tenis di Indonesia. Hal ini terlihat atas dukungan penuh Commonwealth bunk pada pertenisan Indonesia melalui ajang Commonwealth bunk Junior Master 2008. Adapun turnamen ini merupakan penutup Bintang Junior Open Series 2008 dengan rangkaian dari 7 turnamen.

“Komitmen Commonwealth bunk terhadap tenis Indonesia sangat besar. Tidak hanya untuk menyelenggarakan turnamen tenis WTA, tetapi juga junior di Tanah Air. Kepedulian kami kepada tenis Indonesia agar kompetisi tenis tetap bergulir dengan baik dan dioharapkan bisa mendukung perkembangan prestasi,” ujar Predien Direktur PT Commonwealth bunk Indonesia, Nursing, Kamis (11/9).

Nursing menambahkan, bukti kuat dukungan Commonwealth bunk terhadap dunia tenis telah dibuktikan selama empat tahun belakangan mendukung tenis WTA terbesar di Asia Tenggara. Dan dua tahun terakhir ini sudah menjadi sponsor utama perhelatan Commonwealth bunk Tennis Classic di Nusa Dua, Bali.

Sementara itu para juara Commonwealth bunk Junior Master 2008 berkesempatan bermain tenis bersama Todd Woodbridge dan Angelique Widjaja. Para petenis juara putra-putri KU 12-16 diundang Commonwealth bunk ke Nusa Dua berkenaan dengan salah satu acara luar lapangan (off court) Commonwealth bunk Tennis Classic 2008.

group.jpg


Baik Woodbridge dan Angelique mengaku senang bisa melihat langsung permainan para petenis junior berpotensi. Keduanya berharap, dari para juara ini kelak akan muncul petenis-petenis andalan Indonesia yang bisa berbicara di kancah tenis dunia. (*)
 
yah... sayang.. indonesia sudah berguguran... hu uh...
 
Pennetta dan petrova melaju ke delapan besar

11 Sep 2008 Nusa Dua - Unggulan tiga asal Italia Flavia Pennetta dan unggulan empat Nadia Petrova dari Rusia, melaju ke babak perempat final turnamen tenis Commonwealth bunk Tennis Classic, Kamis (11/9). Kejutan terjadi saat unggulan tujuh Sara Errani dari Italia kandas di tangan Tamira Paszek dari Austria.

Pennetta bermain dalam kondisi kepanasan dan kelembaban tinggi, sehingga menurtunkan performa serta staminannya. Kendati demikian, ia berhasil mencatat kemenangan 6-3, 7-5 atas petenis Rusia Anastasia Rodionova. Saat bertanding, Pennetta sudah terpatahkan servisnya di laga pembuka dan Pennetta gagal mempertahankan empat break point.. Petenis Italia ini perlu waktu untuk mencari irama permainannya dan kerap melakukan kesalahan sendiri. Berkat pengalaman bertandingnya, Pennetta berhasil mematahkan servis lawan hingga unggul 5-3.

Set kedua, justru Rodionova berusaha bangkit dan unggul 4-0 menyusul terpatahkan servis Pennetta. Kendati demikian, Pennetta berusaha untuk membalikkan keadaan dan mulai menemukan pola permainanterbaiknya. Memasuki game kelima, Rodionova justru konsisten memimpin dan mencatat skor 5-2. Pennetta berupaya mengejar ketertinggalan agar tidak terjadi set ketiga. Untungnya, Rodionova sempat meminta medical break dan mendapat perawatan dikter yang memeriksa tekanan darahnya. Bahkan, dokter menyarankan agar Rodionova melakukan kompres di bagian tengkuk dengan es.

Saat pertandingan dilanjutkan, Pennetta berhasil memecahkan kebuntuan untuk mematahkan servis lawan dan mengontrol lawan melalui pukulan winner. Saat skor 4-5 untuk Pennetta, justru pelatih Rodionova meminta agar pertandingan dihentikan untuk memberikan bantuan bagi asuhannya. Setelah pertandingan dilanjutkan, Pennetta melontarkan tiga kali ace hingga akhirnya membalikkan keadaan menjadi 6-5. Rodionova kembali tak berdaya tatkala dua ace beruntun kembali dilontarkan Pennetta untuk menutup pertandingan.

"Bagi saya, kalau tidak siap bertanding dan kondisi tidak memungkinkan, lebih baik tidak usah bertanding. Saya juga sudah lelah di set kedua. Semua itu karena di set pertama melakukan reli panjang yang amat melahkan dan membuat sulit untuk bernafas," komentar Pennetta saat jumpa pers usai berlaga. "Tapi, saya tidak mau berhenti begitu saja. Pertandingan seperti ini tidak bagus dilihat oleh publik. Tiga game terakhir di set kedua, sangat buruk untuk ditonton. Jadi, kalau kita ada petenis yang bermain seperti Rodionova tadi, lebih baik tidak usah bertanding saja," tegas Pennetta lagi.

Petrova pun juga menghadapi kendala saat melawan Tathiana Garbin. Kendati menang mudah 6-1, 6-1, tetapi sebenarnya bukan sebuah kemenangan yang mudah. Sebab, Petrova hanya mampu menyelamatkan tujuh break point. Selain itu, ia hanya mampu mencatat lima dari 12 kesempatan break point untuk unggul atas Garbin.

Lawan berikutnya diprediksikan rekan senegaranya, Saran Errani. Namun kejutan justru terjadi, saat Errani kandas di tangan petenin nonunggulan Tamira Paszek dari Austria 6-0 7-6 (7-2). Laga lainnya, petenisa Taipei Yung-Jan Chan sukses mengalahkan Shuai Peng dari China dengan skor 6-1, 7-5.(Barry Wood)
 
Hantuchova temui lawan sepadan

Bali, 12 September 2008 - Daniela Hantuchova harus mengeluarkan stamina lebih untuk menundukkan petenis Taiwan, Yung-Jan Chan 7-6(4), 4-6, 6-2 di babak perempat final Commonwealth bunk Tennis Classic, Nusa Dua, Bali, Jumat (12/9).

Sejak set pertama, unggulan teratas asal Slovakia ini sudah mendapat perlawanan dari Yung. Petenis 19 tahun yang tahun lalu harus puas menjadi runner-up, tampaknya menghadapi pertandingan yang sesungguhnya sebelumnya menuju semifinal. Tercatat, Hantuchova harus berjuang kembali di ajang tenis Sony Ericsson WTA Tour menyusul absen selama 10 minggu akibat cedera. Sebelumnya, ia pernah mengatakan kalau dirinya terlalu cepat untuk kembali bermain. Pada turnamen Grand Slam Wimbledon, Hantuchova memilih mundur demi rekondisi cedera. Kondisi ini sempat mengganggu percaya dirinya sebagai petenis.

Chan punya pilihan untuk bertanding tanpa beban melawan Hantuchova. Melalui pukulan groundstroke membuat Hantuchova hanya bisa melakukan pola permainan bertahan. Chan berhasil mencetak 17 break points dan hanya menyisakan delapan saja bagi Hantuchova. "Senang rasanya bisa mencapai babak semifinal setelah mengalami cedera. Saya harus terus berjuang melawan badai, karena Chan bermain sangat luar biasa malam ini. Pukulannya selalu menuai poin, sedangkan saya sebaliknya," komentar Hantuchova usai berlaga.

Babak semifinal, Hantuchova bakal menghadapi petenis 17 tahun Tamira Paszek asal Austria. Paszek sukses menundukkan unggulan tiga asal Italia, Flavia Pennetta 4-6, 6-0, 6-2. Sukses cemerlang ini memperpanjang prestasi sejak Wimbledon. Ia pernah mencapai babak semifinal di Palermo, kemudian melaju ke final di Los Angeles dan menggapai perempat final US Open.

Laga semifinal lainnya memainkan unggulan dua Swiss, Patty Schnyder dan unggulan empat Nadia Petrova. Schnyder hanya perlu 51 menit untuk menundukkan Marta Domachowska 6-2, 6-2. "Saya mengawali pertandingan yang bagus. Tidak pernah membuat kesalahan, servis berjalan dengan baik. Seperti, saya lebih baik bermain ketimbang lawan. Ketika dia berusaha untuk memposisikan arah bila, justru menjadi keuntungan buat saya," kata Schnyder.

Petrova menang 6-4 6-3 atas unggulan lima Francesca Schiavone. Padahal, peluang untuk menang terbuka untuk Schiavone. Petrova sempat tertinggal 0-3. Schiavone berusaha untuk membalikkan keadaan dengan melakukan permainan lebih agresif. Hanya saja petenis Italia itu belum beruntung. Sebaliknya, Petrova semakin bangkit dari kekalahan dan berhasil menyamakan kedudukan 4-4 dan mematahkan servis lawan hingga unggul 5-4. Memasuki set kedua, justru lebih mudah untuk Petrova. Sejak awal, sudah memimpin 2-1 dan akhir terus tak terbendung hingga akhir pertandingan. (Barry Wood)
 
Selebritis bermain tenis di bali

_MG_7709.jpg


Bali, 13 September 2008 - Dalam rangka menyemarakkan ajang tenis Commonwealth bunk Tennis Classic 2008, pihak panpel mendatangkan artis Donna Agnesia dan Darius Sinathrya. Keduanya melakukan aktifitas pelatihan tenis (coaching clinic) dengan Todd Woodbrige dan Angelique “Angie” Widjaja di lapangan tenis Grand Hyatt Hotel Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/9).

Donna yang mendapat arahan dari Angie, tampak ceria melakukan pukulan dasar dalam tenis, seperti forehand, backhand hingga servis. Sedangkan Darius lebih serius mendengarkan dan melakukan arahan yang diberikan Woodbrige. "Ini baru kali pertama saya bermain tenis lagi. Dulu waktu kecil pernah main, soalnya orang tua dan saudara saya banyak yang main. Tapi saya senang sekali nonton tenis," kata Donna saat istirahat.

Darius pun mengaku demikian, bahkan dirinya baru kali pertama bermain tenis. Ia mengaku lebih suka sepak bola dan futsal. Woodbridge memberikan arahan footwork, dan pukulan dasar dalam tenis termasuk servis.

Kedua selebritis ini diundang sebagai tamu dari Commonwealth bunk untuk menyaksikan turnamen tenis Commonwealth bunk Tennis Classic 2008. Hadir dalam acara coaching clinic ini Deputy President Director Commonwealth bunk Indonesia, Andriaan Laoh. (*)
 
Paszek kalahkan hantuchova, tantang schnyder di final

Bali, 13 September 2008 - Peluang petenis Slovakia Daniela Hantuchova untuk merengkuh gelar juara di turnamen tenis Commonwealth bunk Tennis Classic, kembali kandas, Sabtu (13/9). Kali ini, petenis muda asal Austria,.Tamira Paszek mencatat kemenangan atas Hantuchova dengan skor 6-2, 5-7, 6-4 dalam waktu dua jam 33 menit. Lawan berikutnya di babak final adalah unggulan dua Swiss, Patty Schnyder yang mencatat kemenangan 7-5, 6-1 dari unggulan empat Rusia, Nadia Petrova, Minggu (14/9).

Hantuchova tampil tidak terlalu bagus minggu ini. Sempat beristirahat untuk rekondisi cedera, Hantuchova belum maksimal. Kekalahan ini kerap melakukan kesalahan sendiri dan membiarkan Paszek menekan sejak set pertama. Paszek yang baru berusia 17 tahun, dengan penuh energi mendikte permainan lawan melalui baseline. Set tersebut dengan mudah diraih Paszek menyusul permainan reli yang dimainkan sulit dibendung Hantuchova.

Memasuki set kedua, Hantuchova mulai bangkit dan nyaris tidak membuat kesalahan. Dengan sabar Hantuchova meladeni permainan reli lawan yang semakin percaya diri melontarkan pukulan mematikan. Hasilnya, Hantuchova berhasil memanfaatkan kelemahan lawan dan mematahkan servis Paszek hingga unggul 6-5. Selanjutnya dengan mudah set kedua diraih Hantuchova.

Pada set ketiga, laga seru dimulai ketika Paszek mematahkan servis lawan hingga unggul 5-4. Skor sepertinya akan menyentuh tiebreak menyusul permainan Hantuchova dan Paszek yang saling mengejar angka. Beberapa kali Hantuchova membuat kesalahan dan forehand andalannya tersangkut di net. Kesalahan tersebut harus berakibat tersingkirnya Hantuchova dari pertandingan malam itu.

"Saya tidak bisa bergerak dengan baik, dan banyak melakukan kesalahan. Ini pertandingan yang sulit untukku. Tetapi, saya senang sudah bisa mencapai babak final," ujar Hantuchova usai berlaga. Hantuchova mengakui banyak melakukan kesalahan dan gagal memanfaatkan kesempatan yang ada. Namun, kalau melihat penampilan buruk di Wimbledon, lolos ke babak final di Bali sudah merupakan kemajuan yang baik. Dirinya pun gembira bisa menembus babak semifinal lagi setelah Australian Open bulan Januari lalu.

"Secara keseluruhan, saya senang dengan penampilan saya disini. Apalagi baru saja kalah di babak pertama US Open. Ke depannya, saya ingin tampil baik lagi. Apa yang saya lakukan minggu ini, sangat menyenangkan," imbuhnya.

Laga semifinal lainnya, Schnyder pun memberikan penampilan cemerlang. "Hasil ini adalah yang terbaik saya selama bermain di Bali. Senang rasanya bisa mencapai babak final," kata Schnyder. Menurutnya, servis dan penguasaan lapangannya cukup bagus. Pada kesempatan servis kedua, ia baru menyerang dan punya kesempatan untuk melihat gerakan serta arah bola Petrova.

Laga Schnyder vs Petrova cukup enak ditonton. Keduanya memberikan penampilan maksimal dan menghibur penonton melalui reli-reli panjang. Saat kedudukan imbang 4-4, Schnyder mencatat dua point melalui servis dan Petrova lima poin. Selanjutnya, Schnyder berhasil mematahkan servis Petrova hingga unggul 5-4 dan sempat terkejar hingga menjadi 6-5. Hanya saja Schnyder bisa menyelesaikan set pertama dengan baik. Memasuki set kedua, Schnyder langsung menggebrak dan memimpin 4-0. Penempatan bola yang sangat akurat membuat Petrova kewalahan. Konsistensi Schnyder dalam menyerang membuat Petrova hanya berhasil mencatat satu poin saja. Tercatat, Schnyder baru kali pertama menembus babak final sejak 2005. (Barry Wood)
 
Schnyder juarai commonwealth bunk tennis classic 2008

1409_Schnyder5.jpg


Bali, 14 September 2008 - Patty Schnyder akhirnya keluar sebagai juara di turnamen tenis Commonwealth bunk Tennis Classic 2008, Minggu (14/9). Schnyder menang atas petenis 17 tahun Tamira Paszek 6-3, 6-0. Petenis asal Swiss ini sudah tiga kali bertanding hanya mampu menembus babak semifinal.

Sukses ini merupakan pencapaian yang cukup prestisius bagi prestasi tenis Schnyder. Kemenangan ini adalah sukses Schnyder ke-500 pertandingan sekaligus menambah trofi juara menjadi 11 kali sepanjang karier tenisnya. Untuk penampilannya di Bali, Schnyder lima kali menang dari delapan kali bertanding. Tercatat, terakhir kali Schnyder mencapai babak final dan juara pada turnamen di Cincinnati, bulan Juli 2005. Usai menuai kemenangan tersebut, prestasi Scnyder terus menurun dan gagal pada tujuh babak final.

"Saya senang dan bangga bisa juara disini. Sungguh gembira bisa mencapai performa terbaik usai US Open. Tiga pertandingan terakhir membuat saya lebih fokus dengan performa terbaik," kata Schnyder usai bertanding. Saat bertanding, pertandingan berjalan cukup seru dan petenis kidal ini sempat mendapat perlawanan tetapi dengan mudah untuk unggul 2-0. Hanya saja dominasi unggulan dua ini tidak berlangsung lama. Paszek mematahkan servis dan mencatat tujuh break point. Baik Schnyder dan Paszek saling mengejar angka. Keduanya memberikan pukulan-pukulan akurat yang menyulitkan.

Schnyder kembali mematahkan servis Paszek hingga unggul 4-2. Sebaliknya, pola permainan Paszek menjadi terganggu dan semakin tertekan. Set kedua justru semakin tidak bagus. Paszek terus ditekan oleh permainan reli dan pukulan kidal Schnyder yang membuatnya kewalahan. Ia tertinggal 0-3 dan akhirnya sulit untuk bangkit. "Kita selalu berharap pertandingan akan berjalan dengan baik, walau harus diakhiri dengan tiga set. Tapi, set pertama saya sudah tertinggal dan sulit untuk bangkit. Saya sudah berusaha dengan maksimal dan senang bisa berakhir seperti ini," ujar Paszek.

Paszek selalu menghadapi pertandingan yang sulit. Dari catatan yang ada, Paszek sudah menyelesaikan waktu bertanding selama di Bali sebanyak tujuh jam 40 menit. Sedangkan Schnyder yang kmendapat bye di babak awal, menghabiskan tiga jam 31 menit. Kondisi pastinya membuat petenis Austria ini kelelahan. "Saya sangat lelah sekali hari ini. Tapi Patty bermain luar biasa, dan memberikan penampilan terbaiknya. Reli-reli panjangnya sulit untuk dihentikan dan ini yang membuat stamina terkuras cepat," imbuh Paszek.

Sementara itu dari nomor ganda. Duet Taipei-China, Su-Wei Hsieh/ Shuai Peng harus mengeluarkan ekstra tenaga sebelum akhirnya mengalahkan pasangan Polandia-Rusia, Marta Domachowska/ Nadia Petrova di babak final ganda dengan skor 6-7 (4-7) 7-6 (7-3) 10-7. Pertandingan itu berjalan dengan baik dan enak untuk ditonton dari awal hingga akhir. *Barry Wood

doubles_winner.jpg
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.