Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.236
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Coba lagi, Belanda!.
Pelatih Timnas Belanda Ronald Koeman mengamati para pemainnya saat menghadapi Timnas Maroko dalam pertandingan babak 32 akbar Piala Dunia 2026 di di Stadion Monterrey, Guadalupe, Meksiko, Senin (29/6/2026) waktu setempat. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nym.
Dia tampak seperti pelatih Italia, bermain supaya tidak kalah
Jakarta (ANTARA) - Sudah 12 kali tampil di Piala Dunia, tetapi regu nasional Belanda belum sanggup menjuarainya.
Selalu berhasil melewati babak grup setiap kali tampil di Piala Dunia, prestasi terjauh Belanda adalah jadi finalis pada tiga edisi, yaitu pada 1974 di Jerman Barat, 1978 di Argentina, & 2010 di Afrika Selatan.
Di tahun ini, Belanda terhenti di babak 32 besar, sebuah fase gugur baru yg dikenalkan FIFA karena negara peserta yg bertambah jadi 48 dari 32 tim.
Pencapaian ini adalah sebuah kemunduran untuk Belanda, mengingat pada edisi sebelumnya mereka mencapai perempat final ketika akhirnya disingkirkan Argentina, negara yg akhirnya jadi juara.
Perbedaan mentalitas
Antiklimaks. Itulah mengatakan yg tepat menggambarkan perjalanan Belanda di Piala Dunia 2026.
Setelah bermain atraktif dalam tiga laga di Grup F & berhasil mencetak minimal dua gol setiap laganya, penampilan mereka justru merosot saat memasuki babak gugur.
Maroko, yg datang sebagai runner-up Grup C, menantang Oranye yg berstatus sebagai pemenang Grup F. Dua-duanya memiliki tujuh poin, dengan dua kemenangan & satu hasil seri.
Singa Atlas, begitulah julukan Maroko, jadi lawan sepadan Belanda pada babak 32 akbar di Stadion Monterrey, Meksiko, Selasa. Di atas kertas, laga ini diprediksi akan berlangsung terbuka dengan jual beli serangan yg memanjakan mata. Namun, kenyataan yg terjadi di lapangan berbeda.
Berita diatas dikutip dari internet, jika Coba lagi, Belanda! adalah spam, mohon beritahu kami.
Dia tampak seperti pelatih Italia, bermain supaya tidak kalah
Jakarta (ANTARA) - Sudah 12 kali tampil di Piala Dunia, tetapi regu nasional Belanda belum sanggup menjuarainya.
Selalu berhasil melewati babak grup setiap kali tampil di Piala Dunia, prestasi terjauh Belanda adalah jadi finalis pada tiga edisi, yaitu pada 1974 di Jerman Barat, 1978 di Argentina, & 2010 di Afrika Selatan.
Di tahun ini, Belanda terhenti di babak 32 besar, sebuah fase gugur baru yg dikenalkan FIFA karena negara peserta yg bertambah jadi 48 dari 32 tim.
Pencapaian ini adalah sebuah kemunduran untuk Belanda, mengingat pada edisi sebelumnya mereka mencapai perempat final ketika akhirnya disingkirkan Argentina, negara yg akhirnya jadi juara.
Perbedaan mentalitas
Antiklimaks. Itulah mengatakan yg tepat menggambarkan perjalanan Belanda di Piala Dunia 2026.
Setelah bermain atraktif dalam tiga laga di Grup F & berhasil mencetak minimal dua gol setiap laganya, penampilan mereka justru merosot saat memasuki babak gugur.
Maroko, yg datang sebagai runner-up Grup C, menantang Oranye yg berstatus sebagai pemenang Grup F. Dua-duanya memiliki tujuh poin, dengan dua kemenangan & satu hasil seri.
Singa Atlas, begitulah julukan Maroko, jadi lawan sepadan Belanda pada babak 32 akbar di Stadion Monterrey, Meksiko, Selasa. Di atas kertas, laga ini diprediksi akan berlangsung terbuka dengan jual beli serangan yg memanjakan mata. Namun, kenyataan yg terjadi di lapangan berbeda.
Berita diatas dikutip dari internet, jika Coba lagi, Belanda! adalah spam, mohon beritahu kami.