• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Cnut Yang Agung, Viking Penguasa Laut Utara & Inggris

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Cnut Yang Agung, Viking Penguasa Laut Utara & Inggris


(Sumber)

Sepak terjang bangsa Viking atau yg diketahui juga sebagai bangsa Nordik tentu sudah diketahui oleh banyak orang di seluruh penjuru dunia. Mereka diketahui dengan stigma sebagai bangsa yg gemar berperang & berperilaku barbar, serta mitologi dewa-dewi nya yg banyak mempengaruhi beragam karya seni dari zaman pertengahan hingga zaman modern sekarang. Namun diluar stigma tersebut, bangsa Nordik juga melahirkan seorang pemimpin termahsyur bernama Cnut, yg berhasil jadi penguasa Laut Utara Eropa beserta daratan Inggris.​

Kelahiran & Relasi Keluarga

Cnut atau Canute lahir di Istana kerajaan Denmark sekitar tahun 990 menurut beberapa pendapat pakar sejarah, ia merupakan putra kedua dari raja Sweyn yg merupakan penguasa kerajaan Denmark yg kelak akan memimpin bangsa Nordik menginvasi Inggris dengan seorang putri Kerajaan Polandia bernama Swietoslawa yg dipanggil dengan nama Sigrid oleh bangsa Nordik. Kakek dari Cnut adalah Harald Bluetooth, raja Denmark yg perdana kali jadi penganut ajaran Kristen. Cnut memiliki seorang kakak bernama Harald yg nantinya akan jadi penguasa Denmark setelah raja Sweyn wafat.

Tidak banyak diketahui tentang riwayat perjalanan hidup nya sebelum jadi penguasa, namun Cnut digambarkan dengan ciri fisik tinggi & kuat, berambut tebal, berwajah tampan, dengan tatapan mata yg tajam.​

Awal perjalanan menuju Tahta

Sepak terjang perjalanan Cnut jadi penguasa dimulai sejak pencaplokan Denmark ke daratan Inggris. Disebutkan bahwa ia termasuk dalam punggawa yg dibawa ayahnya, Raja Sweyn pada tahun 1003. Invasi tersebut berakhir pada tahun 1013 dengan kesuksesan punggawa Denmark menguasai beberapa akbar daratan Inggris serta kaburnya penguasa lokal Inggris bernama Ethelred ke Normandy, yg kini terletak di Prancis modern.

Setelah kesuksesan pencaplokan tersebut, raja Sweyn dinobatkan sebagai penguasa baru Inggris, namun kekuasaan nya cuma berlangsung singkat karena ia wafat pada 3 Februari 1014. Menurut salah satu riwayat, Sweyn jadi raja Inggris cuma selama 5 pekan saja hingga kematiannya, sedangkan pendapat lainnya mengatakan bahwa ia berkuasa selama beberapa bulan.

Pasca kematian Sweyn, kekuasaan kerajaan Denmark jatuh pada putra sulungnya, Harald. Sedangkan Cnut sendiri diangkat jadi Raja Inggris selanjutnya oleh punggawa Denmark yg menduduki Inggris, namun gelar tersebut di tentang keras oleh rakyat & bangsawan asli Inggris, hingga berpuncak pada kembalinya Ethelred ke daratan Inggris setelah berhasil keluar dari pengasingannya atas bantuan kaum Witengamot yg merupakan kaum elite & bangsawan Inggris pada saat itu.​

Invasi Denmark ke Inggris Kedua

Cnut Yang Agung, Viking Penguasa Laut Utara & Inggris


Ilustrasi Ethelred (Sumber)

Akibat perlawanan yg kembali dikobarkan oleh Inggris sekembalinya Ethelred, Cnut & pasukannya terpaksa mundur terlebih dahulu dari daratan Inggris & kembali ke Denmark. Cnut meminta bantuan punggawa & logistik dalam jumlah lebih akbar untuk meng-invasi kembali Inggris ke kakaknya, Harald dengan kesepakatan kekuasaan bersama apabila Inggris berhasil ditaklukkan kembali. Ide tersebut disetujui & akhirnya pada tahun 1015, Cnut beserta 10.000 punggawa Nordik & 200 armada kapal mendarat di daerah Sandwich, Kent dengan tujuan menuju Wessex.

Setelah Cnut tiba di Wessex, ia mendapat tambahan punggawa dari Eadric Streona yg tadinya adalah simpatisan Ethelred, & salah satu pentolan Jomsviking yaitu Thorkell the Tall beserta para pengikutnya. Pasukan tersebut nantinya akan berhadapan dengan punggawa Inggris dibawah komando Edmund Ironside anak dari Ethelred.

Awal tahun 1016, punggawa Cnut berhasil menyebrangi sungai Thames, London namun sehingganya disana punggawa Inggris yg ditempatkan di London sudah dibubarkan. Perlawanan dari Edmund tidak menghasilkan apa-apa, hingga akhirnya ia memutuskan pergi ke utara Inggris menemui Uhtred, penguasa Northumbria dengan tujuan menyerang wilayah Mercia barat, tempat asal dari Eadric. Namun usaha tersebut gagal setelah Cnut mengirim rival Uhtred, yaitu Thurbrand & berakhir dengan terbantainya Uhtred beserta para pendukungnya.

Dengan kekalahan telak Uhtred, Edmund memutuskan kembali ke London & mengambil posisi bertahan di dalam benteng nya. Hingga akhirnya ayahnya, Ethelred wafat pada 23 April 1016 di usia ke-50 tahun. Edmund di tunjuk sebagai penggantinya dengan memikul beban akbar untuk mengusir punggawa Denmark dari tanah Inggris.

Tidak lama setelah penobatan Edmund, Cnut memutuskan untuk mengepung kota London sebagai langkah pamungkas dalam misinya. Cnut beserta pasukannya menciptakan tanggul di sisi utara & selatan serta galian saluran yg melintasi sungai Thames untuk memblokade sumber komunikasi & logistik pihak Inggris.

Namun, walaupun dengan kondisi terkepung dari segala arah, pihak Inggris tidak serta merta menyerah begitu saja. Mereka memberikan beberapa perlawanan kepada punggawa Cnut di beberapa titik, yaitu di Dorset & Wiltshire. Beberapa pertempuran berakhir tanpa kemenangan bagi kedua pihak , perlawanan tersebut memberikan celah bagi Edmund untuk memulihkan kembali London & berhasil mengalahkan punggawa Cnut di sungai Thames wilayah Brentford. Edmund mundur sementara ke wilayah Wessex untuk mengumpulkan punggawa baru, sedangkan Cnut & pasukannya tetap mengepung kota London, namun karena belum berhasil menaklukkan London setelah serangkaian percobaan, Cnut memutuskan untuk menarik pasukannya ke wilayah Kent.

Cnut Yang Agung, Viking Penguasa Laut Utara & Inggris


Ilustrasi pertempuran Assandun (Sumber)

Pada tanggal 16 Oktober 1016, terjadi konfrontasi antara punggawa Denmark & Inggris yg berujung pada pertempuran Assandun di wilayah barat laut Essex. Cnut & pasukannya memenangkan pertempuran tersebut, namun Edmund berhasil kabur dari pertempuran sehingga Cnut mengejarnya hingga ke wilayah Glouchestershire & akhirnya Cnut & Edmund sepakat untuk berunding di sebuah pulau di wilayah Severn yg berbatasan dengan Wales.

Dari hasil perundingan damai tersebut disepakati bahwa wilayah Inggris di bagian utara sungai Thames jadi milik Kerajaan Denmark, sedangkan wilayah selatan sungai Thames beserta London jadi wilayah kekuasaan Edmund. Pendapat lainnya mengatakan bahwa hasil perundingan tersebut adalah, bahwa seluruh wilayah Inggris akan jadi milik Cnut terkecuali wilayah Wessex yg jadi milik Edmund, namun apabila salah satu dari dua raja tersebut wafat, maka otomatis raja yg masih bertahan hidup akan mewarisi wilayah nya.

Tidak berselang lama setelah kesepakatan tersebut, tepatnya pada tanggal 30 November 1016, Edmund wafat di usia 25 tahun, dicurigai kematiannya direncanakan oleh Cnut dengan perantara anak buah Eadric, namun opini tersebut belum terbuktikan hingga sekarang.

Setelah peperangan sengit selama kurang lebih 1 tahun, Cnut akhirnya dimahkotai secara resmi oleh Uskup Agung Canterbury sebagai raja Inggris pada natal tahun 1017. Cnut lalu menikahi Emmaof Normandy, janda dari Ethelred II yg kelak akan melahirkan Harthacnut yg akan jadi pewaris utama Cnut setelah wafat, & seorang putri bernama Gunhilda yg kelak akan dinikahkan dengan Henry III pewaris tahta Kekaisaran Romawi Suci , setelah sebelumnya menikahi Elfgifu of Northampton yg juga memberikannya dua orang anak.

Perintah perdana yg dilakukan Cnut sebagai penguasa Inggris adalah memetakan wilayah-wilayah kecil di seantero Inggris jadi empat wilayah administratif yg dipimpin oleh dirinya & orang-orang kepercayaannya selama peperangan yg diberi gelar Jarl/Earl. Empat wilayah tersebut adalah, Wessex yg dipimpin langsung oleh Cnut, Mercia yg dipimpin oleh Eadric, Norhumbria yg dipimpin oleh Erik Hlathir, & wilayah Anglia timur yg dipimpin oleh Thorkell.

Saat penobatannya sebagai raja sedang berlangsung, Cnut melihat ketidakpuasan & tanda-tanda pemberontakan dari Eadric Streona. Hal ini disebabkan karena Eadric merasa tidak bahagia dengan gelar Earl of Mercia yg diberikan oleh Cnut pasca peperangan dengan Ethelred & Edmund. Menurut pandangannya, ia semestinya mendapat posisi lebih tinggi mengingat jasa yg yang sudah ia lakukan kepada Cnut selama peperangan. Melihat hal tersebut, Cnut memutuskan untuk mengeksekusi Eadric dengan dikenakan tuduhan tindakan tidak menghormati raja. Setelah eksekusinya, gelar Earl of Mercia diberikan kepada Leofwine yg tadinya adalah Ealdorman wilayah Hwicce.​


Menguasai Denmark, Norwegia, Sebagian Wilayah Swedia


Cnut Yang Agung, Viking Penguasa Laut Utara & Inggris

Wilayah yg dikuasai & dipengaruhi oleh Cnut pada puncak kekuasaannya (Merah muda) (Sumber)

Satu tahun setelah jadi penguasa Inggris, Harald II, kakak kandung Cnut yg memegang kekuasaan Denmark wafat pada tahun 1018. Mendengar kabar tersebut, Cnut bergegas kembali menuju Denmark untuk mengklaim tahta kerajaan Denmark. Upaya ini sempat mendapat hadangan dari suku Wends, cabang bangsa Slavic yg mendiami wilayah Pomerania. Namun, Cnut berhasil mengalahkan suku Wends dengan bantuan salah satu perwira kepercayaannya dari Inggris bernama Godwin.

Cnut sempat berdiam di Denmark selama kurang lebih satu tahun untuk me-legitimasikan kekuasaannya sebelum memutuskan kembali ke Inggris pada tahun 1020. Untuk sementara, kekuasaan atas Denmark diberikan kepada saudara iparnya, Ulf, yg menikahi adik perempuan Cnut, Estrid Svendsdatter.


Cnut Yang Agung, Viking Penguasa Laut Utara & Inggris

Ilustrasi pertempuran Helgea (Sumber)


Pada tahun 1022, Olaf Skotkonung, raja Swedia yg ber-aliansi dengan Cnut wafat. Ia digantikan oleh putranya, Anund Jakob, berbeda dengan ayahnya yg sudah ber-aliansi dengan Kerajaan Denmark sejak era kepemimpinan Sweyn, Anund justru memilih untuk ber-aliansi dengan Olaf Haraldsson, raja Norwegia yg menunjukkan sikap bermusuhan dengan Cnut.

Mendengar kabar tersebut, Cnut tidak tinggal diam begitu saja. Karena dengan pembentukkan aliansi tersebut, wilayah kerajaan Denmark akan dikepung dari dua arah. Cnut segera memobilisasi pasukannya kembali dengan bantuan saudara iparnya, Ulf, hingga akhirnya pecahlah pertempuran di wilayah sungai Helgea. Di pertempuran tersebut punggawa aliansi Norwegia & Swedia hampir memenangi pertempuran tersebut, namun berkat celah & kecerdikan punggawa Denmark di akhir-akhir pertempuran mereka justru berhasil membalikkan keadaan, & keluar sebagai pemenang pertempuran tersebut & akhirnya pada tahun 1028, Cnut secara resmi mengakhiri perlawanan Olaf Haraldsson & Anund Jakob. Olaf memberikan banyak upeti kepada Cnut sebagai ganti nyawanya, ia diampuni namun kekuasaannya atas Norwegia dicabut & diberikan kepada Hakon Eriksson yg merupakan anak dari Erik Hlathir, Earl of Northumbria sekaligus sekutu loyal Cnut, sedangkan Anund Jakob tetap dibiarkan menguasai Swedia walaupun dalam pengaruh Cnut. Hanya wilayah Sigtuna di selatan Swedia saja yg benar-benar dikuasai oleh Cnut, dikarenakan ia harap membentuk kestabilan & kedamaian di wilayah laut Utara & laut Baltik.​


Akhir Hayat

Cnut wafat pada 12 November 1035 di Shaftesbury, Dorset, Inggris di usia sekitar 45 tahun, ia meninggalkan dua orang istri serta tiga orang putra, & seorang putri yaitu, Harthacnut yg jadi pewaris utamanya, Gunhilda, Sweyn Knutsson yg akan mewarisi wilayah Norwegia, & Harold yg nantinya akan menguasai beberapa wilayah Inggris bersama kakak tirinya Harthacnut. Ia dimakamkan di komplek katedral Oldminster, Winchester yg juga merupakan makam istrinya, Emma & anaknya, Harthacnut.​



***
Walaupun jalan awalnya menuju kekuasaan penuh dengan peperangan, perebutan kekuasaan, intrik, & kontroversi, Cnut perlahan-lahan berubah jadi seorang pemimpin yg adil & memakmurkan wilayah & rakyat nya hingga diberi gelar Yang Agung oleh para sejarahwan. FYI, tidak sembarang pemimpin dalam sejarah yg disematkan gelar Yang Agung, cuma mereka yg benar-benar memiliki pengaruh luar biasa selama pemerintahannya lah yg pantas dijuluki gelar tersebut.

Terima kasih bagi yg sudah menyempatkan membaca trit ane yg sederhana ini, hingga jumpa di lain waktu
emoticon-shakehand




Narasi & opini by pribadi
Referensi :
Sumber 1
Sumber 2
Sumber 3​







Hari ini 14:09​
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.