• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Cinta Tanpa Syarat

carodhammo

IndoForum Newbie A
No. Urut
39628
Sejak
9 Apr 2008
Pesan
324
Nilai reaksi
6
Poin
18
diambil dari Buku Opening the Door of your heart, karangan Ajahn Brahm

CINTA TANPA SYARAT


Sewaktu saya masih berumur 13 tahun, ayah memanggil saya dan mengatakan sesuatu yang mengubah hidup saya. kami berdua sedang berada di dalam mobilnya yang tua dan usang, dipinggir jalan permukiman miskin london. dia memutar badanya ke arah saya dan berkata: "Nak, apapun yang kamu lakukan dalam hidupmu, ketahuilah, pintu rumahku akan selalu terbuka untukmu."

Saya hanyalah seorang remaja belia pada waktu itu, saya tidak benar2 mengerti apa yang dimaksudkan ayah, tapi saya tahu itu adalah sesuatu yang penting, maka saya selalu mengingatnya, Ayah saya meninggal 3 tahun kemudian.

Ketika saya menjadi Bhikkhu di thailand timur laut, saya kembali memikirkan kata2 ayah. rumah kami saat itu hanyalah sebuah flatkecil di daerah miskin london, bukan sebuah rumah yang menarik untuk dibukakan pintunya. tetapi saya lalu menyadari bahwa bukan itu maksud ayah sebenarnya. apa yang terkandung dalam kata2 ayah, seperti sebuah permata yang terbungkus kain, adalah sebuah ungkapan cinta yang paling jernih yang pernah saya dengan:"Nak apapun yang kamu lakukan dalam hidupmu, ketahuilah, pintu hatiku akan selalu terbuka untukmu."

Ayah saya menawarkan cinta tanpa syaratnya. tidak ada maksud tersembunyi. saya adalah anaknya, cukup itu saja. begitu indah. begitu nyata, dia sungguh2.

Diperlukan keberanian dan kebijaksanaan untuk mengatakan hal tersebut kepada orang lain, untuk membuka pintu hati anda kepada seseorang tanpa embel2 "jika". mungkin kita berpikir mereka akan mengambil keuntungan dari kita, tapi bukan begitu, tidak demikian menurut pengalaman saya. sewaktu anda menerima cinta semacam itu dari orang lain, itu bagaikan menerima hadiah yang paling berharga. anda menghargainya, menyimpannya baik2 di dalam hati, jangan sampai hilang. walaupun saat itu saya hanya mengerti sebagian dari maksud kata2 ayah, saya tidak berani menyakiti pria seperti itu, anda memberikan kata2 itu kepada orang yang dekat dengan anda, jika anda bersungguh2, jika itu datang dari hati anda, orang itu akan menyambut ke depan bukan mundur untuk menggapai cinta anda

 
diambil dari Buku Opening the Door of your heart, karangan Ajahn Brahm

MEMBUKA PINTU HATI

Beberapa abad silam, 7 orang bhikkhu tinggal di sebuah gua di sebuah rimba di suatu tempat di asia, melakukan meditasi cinta kasih tanpa syarat. ada seorang bhikkhu kepala, saudara laki2nya, dan sahabat karibnya. yang ke empat adalah musuh bhikkhu kepala, mereka tidak pernah akur. bhikkhu ke lima adalah seorang bhikkhu yang sangat tua, begitu rentanya sampai2 sewaktu2 bisa menginggalkan dunia. yang ke enam sakit berat, juga bisa meninggal kapan saja. yang terakhir, ke tujuh adalah bhikkhu yang tak berguna, dia mendengkur saat seharusnyabermeditasi, tidak bisa mengingat parita, dan kalo kebetulan ingat, dia mengucapkannya dengan nada sumbang. dia juga tidak bisa menggenakan jubahnya dengan pantas. namun bhikkhu yang lain membiarkannya saja dan berterima kasih padanya karena mengajarkan mereka untuk bersabar.

suatu hari, segerombolan bandit menemukan gua tst. gua itu sangat terpencil, sangat tersembunyi, shg mereka ingin mengambil alih gua itu untuk dijadikan markas. jadi mereka berniat untuk membunuh semua bhikkhu tsb. untunglah bhikkhu kepala sangat pandai berbicara untuk membujuk orang. dia berhasil - jangan tanya caranya - membujuk gerombolan itu untuk membiarkan bhikkhu2 tsb pergi, kecuali 1 orang, yang akan dibunuh sebagai peringatan kepada bhikkhu2 yang lain untuk tidak mengatakan lokasi gua itu kepada siapapun. hanya itulah yang terbaik yang bisa dilakukan oleh bhikkhu kepala.

bhikkhu kepala dibiarkan sendirian selama beberapa saat untuk membuat keputusan yang menyedihkan mengenai siapa yang akan dikorbankan, sehingga yang lainnya bisa bebas pergi.

tatkala saya menceritakan kisah ini di depan publik, saya berhenti sejenak untuk bertanya kepada hadirin, "baiklah menurut anda, siapakah yang akan dipilih. pertanyaan ini biasanya bisa menyegarkan hadirin yang terkantuk2 dalam ceramah saya dan membangunkan mereka yang sudah tertidur. saya mengingatkan mereka ada bhikkhu kepala, sodara laki2nya, sahabatnya, musuhnya, bhikkhu tua, bhikkhu yang sakit, serta bhikkhu yang tak berguna, menurut anda siapa yang dipilihnya?

sebagian menyarankan si musuh saja. "bukan" kata saya, "saudaranya?" "salah"

Bhikkhu yang tidak berguna selalu saja disebutkan - tega nian kita. setelah cukup menikmati jwb2an itu, saya beberkan jawabannya, bhikkhu kepala tidak mampu memilih.

cinta kasihnya kepada saudaranya persis sebesar, tidak lebih dan tidak kurang, cinta kasihnya kepada sahabatnya dan juga persis dengan cinta kasihnya kepada musuhnya, kepada bhikkhu tua, kepada bhikkhu yang sakit bahkan kepada bhikkhy yang tak berguna itu. dia telah menyempurnakan kata2 itu. pintu hatiku akan selalu terbukan untukmu, apapun yang kamu lakukan, siapapun kamu.

pintu hati bhikkhu kepala terbuka lebar untuk semua, tanpa syarat, tanpa pandang bulu, cinta kasih yang mengalir bebas. dan yang paling penting, cinta kasihnya kpd orang lain sama besarnya dengan cinta kasihnya kepada dirinya sendiri. itulah mengapa dai tidak mampu memilih antara dirinya sendiri dengan yang lain.

saya mengingatkan orang yahudi kristiani diantara hadirin saya bahwa kitab mereka mengajarkan untuk "cintai tetanggamu seperti dirimu sendiri" tidak lebih dari dirimu sendiri dan tidak kurang dari dirimu sendiri, namun setara dengan dirimu sendiri. itu artinya memperlakukan orang lain seperti halnya kita memperlakukna diri sendiri dan memperlakukan diri sendir seperti halnya memperlakukan orang lain.

mengapa kebanyakan dari hadirin berpikir bahwa bhikkhu kepala akan mengorbankan dirinya sendiri untuk dibunuh?mengapa, dalam budaya kita, kita selalu mengorbankan diri sendiri untuk orang lain dan menganggap hal ini sebagai kebaikan? mengapa kita lebih menuntut, lebih kritis, dan menghukum diri sendiri lebih dari siapa pun? alasannya cuma satu, kita belum belajar mencintai diri sendiri. jika anda sulit berkata kepada orang lain, pintu hatiku terbuka untukmu, apapun yang kau lakukan. akan jauh lebih sulit untuk mengatakannya kepada diri sendiri. "aku, orang yang begitu dekat, kalai nggak salah ingat. diriku. pintu hatiku juga akan selalu terbuka untuk diriku sendiri. aku ini, tidak perdulu apapun yang kulakukan. ayo masuk."

itulah yg saya maksudkan dgn mencintai diri sendiri. ini dinamakan pemaafan. melangkah keluar dari penjara rasa bersalah;berdamai dgn diri sendiri. dan jika anda punya nyali untuk mengatakan hal itu kepada diri anda sendiri, dengan sejujurnya, dari relung hati yang terdalam, maka anda akan menyongsong ke depan, bukan mundur ke belakang, untuk menemukan cinta kasih yang luhur. suatu hari kita semua harus mengatakan hal ini atau semacam ini kepada diri kita sendiri, dengan sejujur2nya bukan hanya main2. saat kita melakukannya, itu seakan2 spt memanggil pulang bagian diri kita yang telah lama terusir, hidup membeku di luar sana. kita merasa tersatukan, utuh dan lepas untuk berbahagia. hanya ketika kita bisa merasa mencintai diri sendiri dengan cara begitu, barulah kita bisa benar2 mengerti bagaimana mencintai orang lain tidak lebih dan tidak kurang

dan harap diingat, anda tidak perlu menjadi sempurna lebih dahulu, tanpa kesalahan, untuk memberikan cinta anda kpd diri sendiri. jika anda harus menunggu kesempuranaan, itu tidak akan tiba. kita harus membuka pintu hati kepada diri kita sendiri, apapun yang telah kita lakukan. begitu kita berada didalamnya, sempurnalah kita

orang sering bertanya kepada saya apa yang terjadi kemudian dgn 7 orang bhikkhu tsb sewaktu bhikkhu kepala mengatakan tidak mampu memilih.

kisah ini, seprti yang saya dengar beberapa tahun silam, tidak mengisahkan kelanjutannya, ceritanya berhenti sampe disitu. namun saya tahu apa yang terjadi kemudian, saya mereka2 apa yang seharusnya terjadi. ketika bhikkhu kepala mengatakan dia tidak mampu memilih dan menjelaskan arti cinta kasih dan pemaafan, maka semua bandit tsb jd terkesan dan terinspirasi shg tidak hanya mereka melepaskan semua bhikkhu tsb, namun mereka juga bertobat dan menjadi bhikkhu.


 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.