• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

cinta itu seperti menunggu biz

setan_kesepian

IndoForum Beginner D
No. Urut
16729
Sejak
6 Jun 2007
Pesan
613
Nilai reaksi
82
Poin
28
Sebuah bis datang, dan kau bilang, "Wah...terlalu sumpek dan panas, nggak bisa duduk nyaman nih! aku tunggu bis berikutnya saja"

Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata, "Aduh bisnya kurang asik nih dan kok gak cakep begini... nggak mau ah.."

Bis selanjutnya datang, cool dan kau berminat, tapi dia seakan-akan tidak melihatmu dan melewatimu begitu saja.

Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang,

"Nggak ada AC nih, gua bisa kepanasan". Maka kamu membiarkan bis keempat pergi..

Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke kantor. Ketika bis kelima datang, kau sudah tak sabar, kamu langsung melompat masuk ke dalamnya. Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya bukan yang kau tuju!

Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama..

Moral dari cerita ini, sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar 'ideal' untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita. Dan kau pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.

Tidak ada salahnya memiliki persyaratan untuk 'calon', tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita. Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju. Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.. tapi kau masih bisa berteriak 'Kiri !' dan keluar dengan sopan.

Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung pada keputusanmu. Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju kantormu, dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.

Cerita ini juga berarti, kalau kau benar-benar menemukan bis yang kosong, kau sukai dan bisa kau percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu, kau dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut di depanmu. Untuk dia memberi kesempatan kau masuk ke dalamnya. Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga dan sangat berarti. Bagimu sendiri, dan bagi dia.

Bis seperti apa yang kau tunggu?


.............................
........................
.................

>>> sori klo repost>:)
 
pengandaian ny bagus bgt /no1
kira2 pepi udh ketinggalan bis ga yah /hmm
 
setan minta izin ya bwat d jadi in post bulet
 
dah dapet & naik "bis" gw... smoga sesuai jurusan yg gw harepin... amin
 
Nice post..../no1

Semoga aku juga mendapatkan bis yg tepat yg bertujuan yang sama denganku
 
kalo gitu napa ga coba taxi,cepet,nyaman,tapi ongkos mahal...yaaa.....yg penting sampe tujuan ya ga?????

tp kalo gamo susah pake "calo" aja...meskipun terkadang beresiko,...tapi dapet bis sesuai tujuan kan

(pengalaman beberapakali jadian gara2 di comblangin)
:)):)):)):)):)):)):)):)):)):)):)):))
 
menurut akyu ch kalau diibaratkan menunggu biz gak deh my be itu untuk cintanya yang digantung aja.makanya kayak gitu.

padahal cinta suatu anugrah yang terindah yang diwariskan tuhan kepada kita
 
mirip ma toilet ya... ketika kita kebelet kencing, nemu toilet satu, eh penuh, gak jadi, nyari lagi, ketemu lagi, eh kotor, gak jadi, nyari lagi, mpe akhirnya pi2s dicelana. wakakkakakaka.
nice post /no1
 
@atas : dari bis ke cw ke Toilet?? kebelet anda?? /heh

@TS : gile dalem btul makna yang kau tuju.

Jangan Sampai naik "Bis" salah Jurusan
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.