Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.011
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Chris Wilder dibuat bingung oleh VAR.
Manajer Sheffield United Chris Wilder dalam pertandingan melawan Burnley pada 17 September 2020. (Pool via REUTERS/PETER POWELL)
Jakarta (ANTARA) - Hubungan tidak menyenangkan antara manajer Sheffield United Chris Wilder dengan VAR mencapai titik terendah ketika timnya kalah 0-1 melawan Aston Villa setelah skuatnya harus bermain dengan 10 pemain hampir sepanjang laga yg berlangsung Selasa dini hari.
Wilder dibuat bingung setelah John Egan mendapat kartu merah pada menit ke-12 karena menarik kaus striker Villa Ollie Watkins.
Wasit Graham Scott agak jauh dari insiden itu tetapi memutuskan sebagai pelanggaran yg menggagalkan peluang mencetak gol & mengusir Egan dari lapangan lebih awal, padahal hakim garis tidak mengangkat bendera sebagai tanda terjadi pelanggaran.
Wilder yg terlambat menghadiri konferensi pers karena berusaha menanyakan soal insiden itu kepada wasit menyebut insiden tersebut semestinya dicek oleh VAR & Scott semestinya melihat monitor pinggir lapangan.
Baca juga: Konsa pastikan Villa menang 1-0 lawan 10 pemain Sheffield
Baca juga: Bos Sheffield heran penonton dibolehkan lagi masuk stadion
"Saya sama sekali tidak mengerti mengapa keputusan itu langsung sebagai kartu merah & tidak ada dialog dengan asisten wasit," mengatakan Wilder seperti dikutip Reuters.
"Sulit untuk yakin 100 persen dari posisi Graham berada di belakang kedua pemain bahwa mereka tidak saling memegang. Yang jadi pertanyaan akbar saya adalah asisten wasit berjarak 10 yard & memiliki pandangan paling jelas & dia menciptakan keputusan untuk tidak mengangkat bendera sebagai tanda adanya pelanggaran."
"Saya benar-benar bingung sebagai pemain & manajer profesional selama 35 tahun terakhir. Saya bahkan lebih bingung lagi malam ini."
Gol bersih regu Wilder dianulir saat melawan Villa pada Juni ketika teknologi garis gawang gagal pada pertandingan perdana setelah Liga Premier bergulir lagi pasca-jeda pandemi COVID-19.
Musim lalu Sheffield United juga harus masygul golnya dianulir oleh VAR ketika melawan Tottenham Hotspur saat kaki John Lundstram dinyatakan offside setelah proses pengambilan keputusan yg lama.
Lebih buruk lagi yg terjadi Selasa dini hari itu adalah saat Wilder menilai pemain Villa Matt Targett semestinya dikeluarkan dari lapangan karena melanggar Chris Basham yg memang diakui berbuah penalti pada babak perdana yg eksekusi penaltinya oleh Lundstram dimentahkan dengan baik oleh kiper Emiliano Martinez.
"Dia (Bash) menghalangi pemain kami, peluang pupus & itu kartu merah," mengatakan Wilder. "Itu kartu merah, dia menghentikan peluang mencetak gol. Sekalipun dia (Lundstram) gagal mengeksekusi penalti, mestinya tetaplah 10 lawan 10."
Baca juga: Liga Inggris ciptakan rekor gol terbanyaksatu putaran
Baca juga: Manchester City awali musim dengan tekuk Wolves 3-1
Baca juga: Lagi, tiga orang Liga Inggris positif terpapar COVID-19
Berita diatas dikutip dari internet, jika Chris Wilder dibuat bingung oleh VAR adalah spam, mohon beritahu kami.
Manajer Sheffield United Chris Wilder dalam pertandingan melawan Burnley pada 17 September 2020. (Pool via REUTERS/PETER POWELL)
Jakarta (ANTARA) - Hubungan tidak menyenangkan antara manajer Sheffield United Chris Wilder dengan VAR mencapai titik terendah ketika timnya kalah 0-1 melawan Aston Villa setelah skuatnya harus bermain dengan 10 pemain hampir sepanjang laga yg berlangsung Selasa dini hari.
Wilder dibuat bingung setelah John Egan mendapat kartu merah pada menit ke-12 karena menarik kaus striker Villa Ollie Watkins.
Wasit Graham Scott agak jauh dari insiden itu tetapi memutuskan sebagai pelanggaran yg menggagalkan peluang mencetak gol & mengusir Egan dari lapangan lebih awal, padahal hakim garis tidak mengangkat bendera sebagai tanda terjadi pelanggaran.
Wilder yg terlambat menghadiri konferensi pers karena berusaha menanyakan soal insiden itu kepada wasit menyebut insiden tersebut semestinya dicek oleh VAR & Scott semestinya melihat monitor pinggir lapangan.
Baca juga: Konsa pastikan Villa menang 1-0 lawan 10 pemain Sheffield
Baca juga: Bos Sheffield heran penonton dibolehkan lagi masuk stadion
"Saya sama sekali tidak mengerti mengapa keputusan itu langsung sebagai kartu merah & tidak ada dialog dengan asisten wasit," mengatakan Wilder seperti dikutip Reuters.
"Sulit untuk yakin 100 persen dari posisi Graham berada di belakang kedua pemain bahwa mereka tidak saling memegang. Yang jadi pertanyaan akbar saya adalah asisten wasit berjarak 10 yard & memiliki pandangan paling jelas & dia menciptakan keputusan untuk tidak mengangkat bendera sebagai tanda adanya pelanggaran."
"Saya benar-benar bingung sebagai pemain & manajer profesional selama 35 tahun terakhir. Saya bahkan lebih bingung lagi malam ini."
Gol bersih regu Wilder dianulir saat melawan Villa pada Juni ketika teknologi garis gawang gagal pada pertandingan perdana setelah Liga Premier bergulir lagi pasca-jeda pandemi COVID-19.
Musim lalu Sheffield United juga harus masygul golnya dianulir oleh VAR ketika melawan Tottenham Hotspur saat kaki John Lundstram dinyatakan offside setelah proses pengambilan keputusan yg lama.
Lebih buruk lagi yg terjadi Selasa dini hari itu adalah saat Wilder menilai pemain Villa Matt Targett semestinya dikeluarkan dari lapangan karena melanggar Chris Basham yg memang diakui berbuah penalti pada babak perdana yg eksekusi penaltinya oleh Lundstram dimentahkan dengan baik oleh kiper Emiliano Martinez.
"Dia (Bash) menghalangi pemain kami, peluang pupus & itu kartu merah," mengatakan Wilder. "Itu kartu merah, dia menghentikan peluang mencetak gol. Sekalipun dia (Lundstram) gagal mengeksekusi penalti, mestinya tetaplah 10 lawan 10."
Baca juga: Liga Inggris ciptakan rekor gol terbanyaksatu putaran
Baca juga: Manchester City awali musim dengan tekuk Wolves 3-1
Baca juga: Lagi, tiga orang Liga Inggris positif terpapar COVID-19
Berita diatas dikutip dari internet, jika Chris Wilder dibuat bingung oleh VAR adalah spam, mohon beritahu kami.