judi
IndoForum Activist D
- No. Urut
- 12992
- Sejak
- 22 Mar 2007
- Pesan
- 12.330
- Nilai reaksi
- 459
- Poin
- 83
Chris John Lulus Ujian Pertama
Andi Abdullah Sururi - detiksport
(AFP/Adek Berry)
Houston - Petinju kebanggaan Indonesia Chris John lulus dalam ujian pertamanya bertanding di markas tinju dunia, Amerika Serikat. Walaupun tak menang, tapi ia membuat bendera "Merah Putih" berkibar usai pertandingan.
Menghadapi petinju tuan rumah Rocky Juarez, Minggu (1/3/2009) pagi WIB, Chris John menunjukkan kemampuan skill-nya di depan publik "Negeri Paman Sam", dalam laga yang digelar oleh Golden Boy Promotion ini.
Mental "Si Naga" pun tampak tangguh karena juga menghadapi ribuan penonton yang tak henti-hentinya meneriakkan dan menyemangati Juarez. Namun, publik Toyota Center seketika bungkam ketika diumumkan hasil akhir dari pertandingan tersebut.
Setelah bertarung ketat selama 12 ronde, ketiga hakim juri memberi suara yang sama, yaitu 114-114. Artinya, duel ini berakhir imbang, dan oleh sebab itu Chris John sebagai juara bertahan berhak mempertahankan mahkota WBC-nya di kelas bulu.
Dalam debutnya di Amerika ini Chris John naik ring dengan mengenakan celana putih bertuliskan "Indonesia" di bagian pinggang. Adapun Juarez, walaupun tercatat sebagai warga Houston, tetap mengusung simbol bendera tanah leluhurnya, Meksiko, di celana merahnya.
Juarez, yang selalu gagal dalam tiga upaya terakhirnya merebut gelar juara, tampil agresif sejak ronde pertama. Ia menjajaki Chris John dengan jab-jab kiri, sedangkan sang lawan hanya sesekali melontarkan jab balasan.
Di ronde kedua pertarungan mulai cepat. Sebuah hook kiri Juarez masuk ke pelipis Chris John, yang membalasnya dengan hook kiri-kanan beruntun. Juarez diperingkat wasit karena memukul rendah, tapi dua kali jab lurusnya masuk. Chrisn John merangsek lewat straight kerasnya.
Chris John menampilkan teknik pukulan yang lengkap. Ia meluncurkan jab, hook, straight, dan upper cut dengan kedua tangannya. Hanya saja killing punch yang selama ini dinilai tidak dia punya, masih belum terlihat.
Di ronde keempat Chris John tampak lebih tenang dan makin adaptatif. Di ronde ini ia membuat pelipis kiri Juarez terluka lewat sebuah hook kirinya. Sampai ronde kelima Chris John tampak lebih efektif pukulan-pukulan masuknya, meskipun Juarez tetap agresif dengan jab-jab-nya.
Seiring dengan membesarnya lupa di pelipis Juarez, Chris John menemukan permainan terbaiknya di ronde ketujuh. Kelincahan dan akumulasi pukulan membuatnya memperoleh banyak angka di ronde ini. Komentator HBO sampai berujar "This is a big round for John".
Juarez mencoba bangkit di ronde ke delapan. Ia ngebut untuk menambah angka dan amat rajin menekan Chris John. Sampai ronde kesembilan ia membuat Chris John sibuk bertahan.
Di ronde kesepuluh Chris John meladeni kerajinan Juarez dalam memberi pressure. Tapi Chris John tampak efektif dalam akumulasi pukulannya. Wajahnya pun masih mulus, berbeda dengan muka Juarez yang pelipisnya robek makin lebar.
Di dua ronde terakhir Juarez menguras kemampuannya dengan habis-habisan. Penonton berkali-kali teriak histeris saat melihat petinju berusia 28 tahun itu tampak dominan dalam menekan Chris John. Faktanya, beberapa kali pukulannya mendarat cukup telak di wajah Chris John, termasuk sebuah hook kanan yang masuk ke dagu lawannya.
Chris John sesungguhnya tidak pasif. Ia pun melakukan pukulan balasan yang beberapa kali mengenai sasaran, walaupun sepertinya tidak sebanyak yang dihasilkan Juarez. Namun, ia tidak memberi angka begitu saja pada Juarez.
Di ronde terakhir Juarez benar-benar agresif. Ditambahkan dukungan suporternya, ia boleh dibilang mutlak memenangi ronde ini karena berkali-kali memasukkan pukulan bersih ke wajah Chris John.
Meski begitu, dua ronde terakhir tersebut tidak membuat Juarez menjadi pemenang. Sebaliknya, ia langsung lesu ketika pengumuman hasil pertandingan dibacakan announcer. Dan Chris John, dengan senyum khasnya, menjadi petinju Indonesia pertama yang mengangkat sabuk juara dunia di cabang tinju di Amerika Serikat.
Selain mempertahankan gelar juara sebanyak 11 kali, Chris John juga melanjutkan rekor tak terkalahkannya menjadi 42-2-0 (22 KO). Hasil seri pertamanya didapat ketika menghadapi Jose Rojaz di Tenggarong, Kalimantan Timur, pada Desember 2004. Adapun Juarez, ini adalah hasil seri pertama dalam karirnya. Sebelumnya ia menang 28 kali (20 KO) dan kalah empat kali.
sumber: www.detiksport.com
Andi Abdullah Sururi - detiksport
(AFP/Adek Berry)
Houston - Petinju kebanggaan Indonesia Chris John lulus dalam ujian pertamanya bertanding di markas tinju dunia, Amerika Serikat. Walaupun tak menang, tapi ia membuat bendera "Merah Putih" berkibar usai pertandingan.
Menghadapi petinju tuan rumah Rocky Juarez, Minggu (1/3/2009) pagi WIB, Chris John menunjukkan kemampuan skill-nya di depan publik "Negeri Paman Sam", dalam laga yang digelar oleh Golden Boy Promotion ini.
Mental "Si Naga" pun tampak tangguh karena juga menghadapi ribuan penonton yang tak henti-hentinya meneriakkan dan menyemangati Juarez. Namun, publik Toyota Center seketika bungkam ketika diumumkan hasil akhir dari pertandingan tersebut.
Setelah bertarung ketat selama 12 ronde, ketiga hakim juri memberi suara yang sama, yaitu 114-114. Artinya, duel ini berakhir imbang, dan oleh sebab itu Chris John sebagai juara bertahan berhak mempertahankan mahkota WBC-nya di kelas bulu.
Dalam debutnya di Amerika ini Chris John naik ring dengan mengenakan celana putih bertuliskan "Indonesia" di bagian pinggang. Adapun Juarez, walaupun tercatat sebagai warga Houston, tetap mengusung simbol bendera tanah leluhurnya, Meksiko, di celana merahnya.
Juarez, yang selalu gagal dalam tiga upaya terakhirnya merebut gelar juara, tampil agresif sejak ronde pertama. Ia menjajaki Chris John dengan jab-jab kiri, sedangkan sang lawan hanya sesekali melontarkan jab balasan.
Di ronde kedua pertarungan mulai cepat. Sebuah hook kiri Juarez masuk ke pelipis Chris John, yang membalasnya dengan hook kiri-kanan beruntun. Juarez diperingkat wasit karena memukul rendah, tapi dua kali jab lurusnya masuk. Chrisn John merangsek lewat straight kerasnya.
Chris John menampilkan teknik pukulan yang lengkap. Ia meluncurkan jab, hook, straight, dan upper cut dengan kedua tangannya. Hanya saja killing punch yang selama ini dinilai tidak dia punya, masih belum terlihat.
Di ronde keempat Chris John tampak lebih tenang dan makin adaptatif. Di ronde ini ia membuat pelipis kiri Juarez terluka lewat sebuah hook kirinya. Sampai ronde kelima Chris John tampak lebih efektif pukulan-pukulan masuknya, meskipun Juarez tetap agresif dengan jab-jab-nya.
Seiring dengan membesarnya lupa di pelipis Juarez, Chris John menemukan permainan terbaiknya di ronde ketujuh. Kelincahan dan akumulasi pukulan membuatnya memperoleh banyak angka di ronde ini. Komentator HBO sampai berujar "This is a big round for John".
Juarez mencoba bangkit di ronde ke delapan. Ia ngebut untuk menambah angka dan amat rajin menekan Chris John. Sampai ronde kesembilan ia membuat Chris John sibuk bertahan.
Di ronde kesepuluh Chris John meladeni kerajinan Juarez dalam memberi pressure. Tapi Chris John tampak efektif dalam akumulasi pukulannya. Wajahnya pun masih mulus, berbeda dengan muka Juarez yang pelipisnya robek makin lebar.
Di dua ronde terakhir Juarez menguras kemampuannya dengan habis-habisan. Penonton berkali-kali teriak histeris saat melihat petinju berusia 28 tahun itu tampak dominan dalam menekan Chris John. Faktanya, beberapa kali pukulannya mendarat cukup telak di wajah Chris John, termasuk sebuah hook kanan yang masuk ke dagu lawannya.
Chris John sesungguhnya tidak pasif. Ia pun melakukan pukulan balasan yang beberapa kali mengenai sasaran, walaupun sepertinya tidak sebanyak yang dihasilkan Juarez. Namun, ia tidak memberi angka begitu saja pada Juarez.
Di ronde terakhir Juarez benar-benar agresif. Ditambahkan dukungan suporternya, ia boleh dibilang mutlak memenangi ronde ini karena berkali-kali memasukkan pukulan bersih ke wajah Chris John.
Meski begitu, dua ronde terakhir tersebut tidak membuat Juarez menjadi pemenang. Sebaliknya, ia langsung lesu ketika pengumuman hasil pertandingan dibacakan announcer. Dan Chris John, dengan senyum khasnya, menjadi petinju Indonesia pertama yang mengangkat sabuk juara dunia di cabang tinju di Amerika Serikat.
Selain mempertahankan gelar juara sebanyak 11 kali, Chris John juga melanjutkan rekor tak terkalahkannya menjadi 42-2-0 (22 KO). Hasil seri pertamanya didapat ketika menghadapi Jose Rojaz di Tenggarong, Kalimantan Timur, pada Desember 2004. Adapun Juarez, ini adalah hasil seri pertama dalam karirnya. Sebelumnya ia menang 28 kali (20 KO) dan kalah empat kali.
sumber: www.detiksport.com
mengharumkan nama bangsa...

