• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

China, Tujuan Ekspor Baru Jamu Indonesia

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Indonesia berpeluang mengekspor sejumlah produk jamu asli Indonesia ke China menyusul ditandatanganinya Surat Kesepakatan Bersama antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) China dengan Asosiasi Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia, Maret lalu. China adalah negara di wilayah Asia yang paling sulit ditembus bagi perusahaan jamu lokal.

Ketua Umum Asosiasi Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia, Charles Saerang mengatakan, Indonesia akan mengekspor beberapa bahan dasar jamu dalam bentuk setengah jadi, yaitu jahe, temulawak, asam jawa, sambiroto, dan kencur. "Lima komoditas ini yang akan jadi unggulan," kata dia dalam temu media di Jakarta, Kamis 5 April 2012.

Sejumlah perusahaan jamu asal Indonesia, nantinya akan bekerja sama dengan perusahaan lokal China untuk mengemas dan memasarkan produk. "Semua kesepakatan sudah kami setujui," katanya.

Charles yang juga direktur utama CEO PT. Nyonya Meneer mengatakan akan memanfaatkan momen itu secepatnya. Mengingat pasar jamu di China sangat bombastis, yaitu Rp50 triliun per tahun. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia yang hanya sekitar Rp11,5 triliun. "Barang-barang yang akan kami ekspor ini sangat dibutuhkan di China. Mereka tak memiliki," katanya.

Memang, pasar jamu di Indonesia tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir, tapi pasar ini masih sangat kecil dibandingkan pasar dunia yang mencapai US$22,6 miliar atau lebih dari Rp200 triliun per tahun. Pada 2006, omzet jamu di Indonesia hanya Rp5 triliun. Berlahan meningkat menjadi Rp6 triliun pada 2007, Rp7,2 triliun (2008), Rp8,5 triliun (2009), Rp10 triliun (2010), dan Rp11,5 triliun pada 2011.

Angka ini akan terus berkembang menjadi Rp20 triliun pada 2015. "Bahkan bila kita terus menggalakkan ekspor, penjualan luar negeri bisa mencapai Rp16 triliun sendiri pada 2015," ujar Charles.

Selain China, pasar jamu Indonesia yang menarik adalah Hong Kong, Taiwan, Malaysia, Amerika Serikat, Belanda, Suriname, dan Australia. China, India, dan Afrika Selatan merupakan tiga pasar baru yang akan diserbu.

Serbuan China
Dengan dibukanya kerjasama Indonesia-China, pengusaha jamu juga mengantisipasi serbuan jamu asal China. Sebab, Charles mengatakan, persaiangan sesama jamu di negeri panda ini sangat ketat. Akibatnya, bagi produk-produk yang kalah bersaing akan menjual produknya ke luar negeri, termasuk Indonesia. "Kami akan terus antisipasi," katanya.

Asosiasi akan bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk membendung produk-produk yang tak layak konsumsi. "Kalau mereka layak ya silakan, kami akan terus berbenah agar konsumen tetap setia dengan produk lokal," kata dia, menuturkan.
 
gila hebat banget jamu bisa tembus ke cina,,sedangkan di cina ramuannya sudah terkenal,,hebat kalo jamu bisa go international
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.