Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Charlie Chaplin dalam film bisu, The Kid (1921). (Wikimedia Commons).
PRESIDEN Joko Widodo mengadakan kunjungan kerja ke Bandung, Jawa Barat (17/1). Dari Bandung, Jokowi menuju Kabupaten Garut dengan kereta api untuk meninjau panel reaktivasi jalur kereta api Cibatu-Garut.
Dalam akuntwitter-nya, Jokowi mencuit: Komedian legendaris zaman ke-20 Charlie Chaplin pernah dua kali berlibur ke Garut dengan kereta api. Jalur yg dilewati Charlie Chaplin di Garut kini jadi rel mati & akan kita hidupkan lagi untuk pengembangan kawasan wisata & perekonomian.
Menurut Haryoto Kunto, yg dijuluki kuncen Bandung, dalamSeabad Grand Hotel Preanger, 1897-1997, Garut merupakan kota kecil yg sering dikunjungi kaumpreangerplanters(tuan-tuan perkebunan),yang dihubungkan oleh jalur kereta api, di mana Stasiun Cibatu merupakan tempat alih kereta rute Bandung-Surabaya.
Ayahnya yg pernah jadi kepala Stasiun Cibatu (1935-1940) menceritakan, lebih dari selusin sedan taksi danlimousinetua milik hotel parkir di pelataran stasiun untuk menjemput wisatawan mancanegara & tamu-tamu penting yg akan bertamasya & liburan di Garut.
Garut yg berhawa sejuk & sempat dijulukiParadijs van het Oosten(Surga dari Dunia Timur), memiliki sejumlah objek wisata alam yg indah. Sebut saja Situ Bagendit, pemandian air panas di Cipanas Tarogong, situs Candi Cangkuang di Leles atau Talaga Bodas di Wanaraja. Para wisatawan juga dapat melancong ke perkebunan Pamegatan di Cikajang, lalu mampir menginap di Landhuis Darajat. Mereka juga dapat mendaki Gunung Cikuray atau Gunung Papandayan untuk melihat Kawah Manuk serta naik kuda di Engelsche Park (Taman Inggris) yg asri di puncak gunung tersebut. Keindahan arsitektur bangunan rumah tradisional Sunda dari puncak Gunung Papandayan juga jadi objek wisata yg manarik hati pelancong mancanegara.
Untuk menunjang pariwisata di Garut, pengurus Nederlandsch Indische Hotelvereeniging atau The East Indian Traveling and Tourist Office (EITTO) membangun hotel, pesanggrahan, restoran, & obyek wisata, serta melengkapinya dengan sarana transportasi.
Menurut Kunto, hotel tertua di Garut adalah penginapan milik keluarga Van Horck yg kemudian jadi Hotel Van Horck & sudah ada sejak tahun 1880-an. Penulis Belanda, Justus van Maurick, yg menginap di hotel itu tahun 1895terkesan dengan pelayanan & keramahan Nyonya Van Horck. Dalam sebuah buku,dia menulis: Wajah anda yg ramah, mulut anda yg bergigi putih penuh gelak tawa, mengiklankan kenyamanan bagi hotel yg anda kelola dengan baik ini!
Lantaran pelayanannya yg ramah itu, Hotel Van Horck diketahui luas masyarakat Eropa, khususnya di negeri Belanda. Sehingga dari tahun ke tahun, tamu asal mancanegara yg menginap di Hotel Van Horcksemakin berjubel.Sampai akhirnya hotel ini harus memperluas beberapa ruangan & menambah jumlah kamarnya.
Fr. J.A. van Es, ketua Nederlandsch Indische Hotelvereeniging (NIH), orang perdana yg merintis kerja sama antarhotel di Priangan. Pada 1921, Hotel Savoy Homann bekerja sama dengan Hotel Van Horck. Kemudian diikuti hotel lainnya, seperti Hotel Papandayan di Garut & Grand Hotel Selabatu di Sukabumi. Selain itu, NIH juga membangun sebuah pesanggrahan di Pantai Pameungpeuk, Garut Selatan yg menyajikan hidangan ala Eropa.
Di Garut juga terdapat Hotel Villa Dolce yg memiliki pelayanan bertaraf internasional. Menyusul Sanatorium Garoet & Grand Hotel di Ngamplang, Hotel Villa Pauline di Cisurupan & pesanggrahan milik Ondernaming Waspada di Lereng Gunung Cikuray yg dilengkapieen Kleine mooi masigit(mesjid mungil nan cantik) milik Tuan Holle, seorangpreangerplantersyang dianggap sahabat oleh masyarakat Garut.
Sejak saat itu, menurut Kunto, hotel & objek wisata di Garut makin terkenal di mancanegara. Beberapa orang penting yg pernah berkunjung & menginap di Garut antara lain Perdana Menteri Prancis Georges Clemenceau yg menginap di Grand Hotel Ngamplang selama tiga hari pada akhir tahun 1920-an.
Aktor komediCharlie Chaplin berkunjung ke Garut pada 1932 (ada sumber yg menyebut tahun 1927). Dia ditemani aktris Mary Pickford. Kunjungan keduanya pada 1936 (sumber lain menyebut tahun 1935 & 1938) ditemani aktris Paulette Goddard.
Mustahil Si Chaplin hingga berkunjung dua kali ke Garut bila pemandangan daerah ini tidak indah & memikat hati, tulis Kunto.
Dalam buku lain,Semerbak Bunga di Bandung Raya, Kunto mencatat, dalam kunjungannya ke Garut, Charlie Chaplin sempat menginap di Hotel Villa Dolce. Kamar hotel yg ditiduri Chaplin kemudian sering jadi incaran para tamu yg mau menginap.
Namun, menurut tulisan dinaratasgaroet.net,Charlie Chaplin yg ditemani saudaranya, Sydney Chaplin, menginap satu malam di Grand Hotel di Ngamplang. Mereka tiba di Garut tanggal 30 Maret 1932 malam.
Tulisan berjudul Charlie Chaplin & Kenangan Guguling the Dutch Wife (1932) itu menyebut Chaplin terkesan denganDutch wifeatau guling, temannya bantal: Di sinilah saya menemukan pengalaman perdana saya denganDutch wife, yg kalau anda tinggal di daerah tropis untuk waktu yg lama, maka anda akan mengetahui bahwa anda sangat memerlukannya.
Chaplin & Sydney menikmati kawah Papandayan, Situ Cangkuang, & Situ Bagendit. Sorenya, 31 Maret 1932, mereka menuju Yogyakarta mengpakai kereta api, tiba di Surabaya pada 1 April 1932, kemudian lanjut ke Bali mengpakai kapal laut.
Sumber :
Hari ini 16:35