• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Cerpen: Anakku Tak Hapal Al-Fatihah

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Cerpen: Anakku Tak Hapal Al-Fatihah


Lely menatap putrinya dengan hati remuk. Gadis kecil berambut sebahu itu terpatah-patah membaca surat Al-Fatihah. Sesekali napasnya terisak & ekor mata mencuri-curi ke arah ibunya.

Lely baru mengetahui bahwa Kia, anaknya yg kini sudah masuk SD, belum hapal surat Al-Fatihah. Kekecewaan meremas hatinya. Ada pula terselip rasa malu & gagal sebagai ibu.

'Bagaimana mungkin?' batinnya berulang-ulang. Al-Fatihah pasti diajarkan di TK, kenapa hingga SD masih belum juga hapal?

Lely memang merupakan wanita karir, tetapi bukan berarti dia cuma mengutamakan pekerjaan. Dia juga tetap berusaha menyeimbangkan keluarga dengan karir. Bahkan, itulah syarat yg diberikan sang suami padanya. Boleh bekerja, asal jangan melalaikan kewajiban.

Lely berusaha, sekuat tenaga & upaya. Setiap hari bangun pukul tiga pagi, menyiapkan & memastikan kebutuhan keluarganya terpenuhi, baru kemudian bersiap untuk bekerja.

Dia bekerja pun karena memang kondisi perekonomian keluarga mereka yg belum stabil. Jika mereka sudah lebih mapan, Lely juga harap cuma fokus mengurus keluarga.

Sepenat apapun, malam hari sering disempatkannya memantau kemajuan Kia dalam pelajaran. Membantu mengerjakan PR, menghapal perkalian, memperkaya perbendaharaan mengatakan dalam Bahasa Inggris. Dalam pelajaran umum, Lely sering mengangguk dengan puas. Kia memenuhi harapannya dengan baik.

Malam ini, dia harap mengetahui progres Kia dalam hapalan Al Qur'an. Ternyata, baru dalam surat pertama, Lely harus menelan kekecewaan.

Kia sebenarnya bukan anak yg tidak sanggup menangkap pelajaran, tetapi entah kenapa tadi lisannya macet total sewaktu ibunya menyuruh Kia muroja'ah.

Ayat 1-5 dibaca dengan lancar. Kia mulai terbata-bata di ayat ke-6.

Lely yg tadinya mendengarkan dengan mata setengah terpejam akibat letih sepulang kerja, sontak terbelalak menyadari kekeluan anaknya.

Kia semakin menciut melihat mata sang ibu yg mulai menyala. Kini dia bahkan tidak cuma terbata, melainkan termangu-mangu seperti orang yg sama sekali buta huruf hijaiyah.

"Ya ampun, Kia, udah tujuh tahun masa Al-Fatihah enggak hapal juga? Kamu gimana sih? Kan Bunda udah ajarin!" hardik Lely tajam. Hatinya makin bergemuruh melihat anaknya yg cuma terdiam.

'Tolol sekali,' celanya dalam hati.

Kia semakin mengerut dalam tatapan tajam ibunya. Tidak cuma lidah yg kelu, kini otaknya pun bagaikan menguncup rapat.

Untunglah sang ayah datang tepat pada waktunya. Mendengar hardikan Lely, Ardi segera keluar dari kamar & menyusul ke ruang tengah.

Ardi menatap dengan penuh tanya. Dengkus kasar napas Lely menciptakan kekecewaannya pekat memenuhi ruangan. "Kia enggak hapal Al-Fatihah. Hapalan surat lain juga enggak maju-maju, mentok terus di Al-Fiil," desisnya dari sela gigi yg terkatup rapat.

Ardi ganti memandang Kia yg sekarang termenung dalam sisa isakan. Diraupnya sang putri dalam gendongan, lalu diajaknya ke kamar. Bobot Kia terasa lebih berat dari biasanya karena Kia lunglai dalam dekapan ayahnya.

Lely mendelik kepada Ardi. Menurutnya itulah yg menciptakan Kia semakin manja. Sang ayah sering membujuk Kia kalau dia berbuat kesalahan, sehingga Kia bukannya mendapat pelajaran dari kesalahannya, tetapi malah semakin menjadi-jadi.

Setidaknya itulah yg dipikirkan Lely. Dia merasa sudah mengerjakan yg terbaik, tetapi anaknya saja yg bebal.

'Gara-gara dimanjain terus, Al-Fatihah aja enggak hapal,' rutuknya dalam hati.

[ Baca selengkapnya ]

*** Hari ini 12:28
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.