Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Pernahkan anda mendapat masalah keuangan ?
Masalah keuangan yg bagaimana?
Berhutang ?
Pertanyaan saya kemudian adalah ada berapa banyak keluarga yg tidak harmonis karna masalah uang
berapa banyak hubungan sanak saudara yg rusak karna uang, berapa banyak kakak adik yg tidak saling menyapa karna uang? Tidak usah terlalu jauh, saudara/i terdekat kita. Ring 1 keluarga kita.
Contoh berikut mengukuhkan betapa uang dapat mengubah perilaku/sikap manusia. Apalagi keluarga ! Lengkaplah sudah. Sempurna seperti rokok sempurna.
Dan kita harus sepakat persoalan seperti ini tidak cuma sebatas satu suku, agama & ras antar golongan saja.
Simak cerita berikut :
Keluarga X membutuhkan uang untuk biaya sekolah anaknya yg sedang bersekolah di Sekolah YYYYYY sebesar 100 juta dolar. Di kondisi pandemi ini nyata kita lihat income dari keluarga yg menurun. Salah siapa ? bukan salah Jokowi dong
Di tahun-tahun sebelum masehi tidak ada masalah dalam pembayaran spp seperti ini (masih masa food Gathering menurut buku sejarah). Namun tahun ini kondisi kurang mendukung karna pandemi, persoalan INI & masalah ITU menciptakan arus keuangan keluarga X terganggu. Keluarga X sudah bersusah payah mengumpulkan uang sekuat semampu yg mereka dapat. Seminggu sebelum pembayaran, jumlah yg terkumpul 80 juta dolar, kurang 20 juta dolar lagi dong. Solusi yg paling cepat & masuk akal adalah Pinjaman. Skill melobi yg paling gampang itu sepertinya melobi keluarga wkwkkwwkkw. Kebetulan nih di cerita ini Keluarga X tadi memiliki abang yg pengusaha Tajir kaya raya. Terserah pembaca memilih media diskusi yg dipakai Abang beradik ini. Bisa Bertemu, telepon/WA/facebook/email atau video call. Setelah ramah tamah keluarga, masuklah ke sesi diskusi yg sangat alot. Hasilnya adalah kesepakatan peminjaman 20 juta dolar dari abangnya yg pengusaha kepada adiknya yg kekurangan uang demi kebutuhan anak. Ya tentu dong uang segitu mah tidak harus jual aset. Keluarga X berjanji menggantinya 60 hari kemudian.
Tidak ada masalah Lancar semuanya
Angkat gelas & cheers
Jebret semua lancer, uang di transfer , spp dibayar & kehidupan berjalan secara normal.
Hari ke 20 semua ok
Hari ke 30 semua ok
Hari ke 45 semua ok
Hari ke 50 mulai goyang
khawatir dong kondisi juga tidak berangsur membaik!
Seketika jumlah yg dulunya sangat gampang untuk didapatkan rasanya sangat sulit untuk terpenuhi ditambah tenggang waktu yg tiap hari makin sempit. Dia mulai panik sodara sodara sebangsa setanah air..
Teng hari ke 60
Yang punya uang kemudian menagih uangnya. Secara de facto & de yure kan sudah tepat waktu pembayaran. Si abang pengusaha ini menagih uangnya yg 20 juta dolar. Sesederhana telepon basa basi & percakapan WhatsApp.
..
Dek, uangku jangan lupa yah sudah waktunya sesuai perjanjian.
Segitu aja ceritanya
Coba endingnya dilanjut dalam pikiran masing-masing. Dicocok-cocokkanlah kalau harus.
Adakah yg dipikiran pembaca berakhir seperti ini :
1. Uang tidak terkumpul !
Malahan dalih-dalih mulai dikumpulkan, seringkali berkedok alasan INI & ITU yg kesannya sangat meyakinkan. "Dan terjadi lagi"(Noah separuh aku) & "lagi & lagi" (Andra and the Back bone)..
2. Meminta keringanan sekian hari lagi. Deal! Toh abangnya kaya raya. Kembali lagi ke poin nomor 1. Namun kali ini hingga ajal menjemput
3. Dibayar lunas sesuai deadline. Semua tersenyum
4. Ditagih Ngamuk !
5. Pura lupa, sakit, gila & idiot wkwkwkkwkw terus balik ke poin no 1
Berapa banyak yg seindah kejadian diatas?
Mungkin tidak banyak atau banyak kali. LOL
Berapa banyak yg berakhir dengan tidak bertegur sapa, pertikaian, saling menghina, menjelekkan & yg paling ekstrim malah mengutuk?. Mereka adalah keluarga, satu garis keturunan, pernah tumbuh bersama & cerita indah lainnya.
Itulah betapa Uang dapat merubah manusia.
Pelajarannya adalah jangan ambil keputusan yg dapat di hitung dengan perasaan (emosi, sayang, suka)
Uang dapat dihitung sebanyak apapun itu.
Waktu dapat dihitung.
Tapi perasaan itu tidak ada ukuran yg pastinya. Setiap orang/keluarga memiliki KARAT yg berbeda.
Kesimpulan
Ambil keputusan yg dapat dihitung dengan perhitungan.
Ambil kepusan perasaan dengan perasaan.
Mengambil keputusan keuangan dengan pendekatan perasaanlah yg sering menciptakan hubungan sanak-saudara, kakak beradik & keluarga RUSAK.
Kalo anda tidak paham, coba hitung aja berapa huruf a dari artikel diatas. Mungkin dapat menolong
Hari ini 16:53
Masalah keuangan yg bagaimana?
Berhutang ?
Pertanyaan saya kemudian adalah ada berapa banyak keluarga yg tidak harmonis karna masalah uang
berapa banyak hubungan sanak saudara yg rusak karna uang, berapa banyak kakak adik yg tidak saling menyapa karna uang? Tidak usah terlalu jauh, saudara/i terdekat kita. Ring 1 keluarga kita.
Contoh berikut mengukuhkan betapa uang dapat mengubah perilaku/sikap manusia. Apalagi keluarga ! Lengkaplah sudah. Sempurna seperti rokok sempurna.
Dan kita harus sepakat persoalan seperti ini tidak cuma sebatas satu suku, agama & ras antar golongan saja.
Simak cerita berikut :
Keluarga X membutuhkan uang untuk biaya sekolah anaknya yg sedang bersekolah di Sekolah YYYYYY sebesar 100 juta dolar. Di kondisi pandemi ini nyata kita lihat income dari keluarga yg menurun. Salah siapa ? bukan salah Jokowi dong
Di tahun-tahun sebelum masehi tidak ada masalah dalam pembayaran spp seperti ini (masih masa food Gathering menurut buku sejarah). Namun tahun ini kondisi kurang mendukung karna pandemi, persoalan INI & masalah ITU menciptakan arus keuangan keluarga X terganggu. Keluarga X sudah bersusah payah mengumpulkan uang sekuat semampu yg mereka dapat. Seminggu sebelum pembayaran, jumlah yg terkumpul 80 juta dolar, kurang 20 juta dolar lagi dong. Solusi yg paling cepat & masuk akal adalah Pinjaman. Skill melobi yg paling gampang itu sepertinya melobi keluarga wkwkkwwkkw. Kebetulan nih di cerita ini Keluarga X tadi memiliki abang yg pengusaha Tajir kaya raya. Terserah pembaca memilih media diskusi yg dipakai Abang beradik ini. Bisa Bertemu, telepon/WA/facebook/email atau video call. Setelah ramah tamah keluarga, masuklah ke sesi diskusi yg sangat alot. Hasilnya adalah kesepakatan peminjaman 20 juta dolar dari abangnya yg pengusaha kepada adiknya yg kekurangan uang demi kebutuhan anak. Ya tentu dong uang segitu mah tidak harus jual aset. Keluarga X berjanji menggantinya 60 hari kemudian.
Tidak ada masalah Lancar semuanya
Angkat gelas & cheers
Jebret semua lancer, uang di transfer , spp dibayar & kehidupan berjalan secara normal.
Hari ke 20 semua ok
Hari ke 30 semua ok
Hari ke 45 semua ok
Hari ke 50 mulai goyang
khawatir dong kondisi juga tidak berangsur membaik!
Seketika jumlah yg dulunya sangat gampang untuk didapatkan rasanya sangat sulit untuk terpenuhi ditambah tenggang waktu yg tiap hari makin sempit. Dia mulai panik sodara sodara sebangsa setanah air..
Teng hari ke 60
Yang punya uang kemudian menagih uangnya. Secara de facto & de yure kan sudah tepat waktu pembayaran. Si abang pengusaha ini menagih uangnya yg 20 juta dolar. Sesederhana telepon basa basi & percakapan WhatsApp.
..
Dek, uangku jangan lupa yah sudah waktunya sesuai perjanjian.
Segitu aja ceritanya
Coba endingnya dilanjut dalam pikiran masing-masing. Dicocok-cocokkanlah kalau harus.
Adakah yg dipikiran pembaca berakhir seperti ini :
1. Uang tidak terkumpul !
Malahan dalih-dalih mulai dikumpulkan, seringkali berkedok alasan INI & ITU yg kesannya sangat meyakinkan. "Dan terjadi lagi"(Noah separuh aku) & "lagi & lagi" (Andra and the Back bone)..
2. Meminta keringanan sekian hari lagi. Deal! Toh abangnya kaya raya. Kembali lagi ke poin nomor 1. Namun kali ini hingga ajal menjemput
3. Dibayar lunas sesuai deadline. Semua tersenyum
4. Ditagih Ngamuk !
5. Pura lupa, sakit, gila & idiot wkwkwkkwkw terus balik ke poin no 1
Berapa banyak yg seindah kejadian diatas?
Mungkin tidak banyak atau banyak kali. LOL
Berapa banyak yg berakhir dengan tidak bertegur sapa, pertikaian, saling menghina, menjelekkan & yg paling ekstrim malah mengutuk?. Mereka adalah keluarga, satu garis keturunan, pernah tumbuh bersama & cerita indah lainnya.
Itulah betapa Uang dapat merubah manusia.
Pelajarannya adalah jangan ambil keputusan yg dapat di hitung dengan perasaan (emosi, sayang, suka)
Uang dapat dihitung sebanyak apapun itu.
Waktu dapat dihitung.
Tapi perasaan itu tidak ada ukuran yg pastinya. Setiap orang/keluarga memiliki KARAT yg berbeda.
Kesimpulan
Ambil keputusan yg dapat dihitung dengan perhitungan.
Ambil kepusan perasaan dengan perasaan.
Mengambil keputusan keuangan dengan pendekatan perasaanlah yg sering menciptakan hubungan sanak-saudara, kakak beradik & keluarga RUSAK.
Kalo anda tidak paham, coba hitung aja berapa huruf a dari artikel diatas. Mungkin dapat menolong
Hari ini 16:53