Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Cerita lucu Mukidi sempat viral pada 2016 silam. Cerita jenaka Mukidi menyebar melalui jejaring sosial mulai dari Facebook, Twitter, & WhatsApp. Cerita jenaka Mukidi sanggup menghibur masyarakat dengan kisah-kisah konyol & kocaknya.
Nama Mukidi yg sempat jadi sorotan dunia maya merupakan tokoh rekaan dalam cerita jenaka Mukidi yg dibuat oleh Soetantyo Moechlas. Soetantyo adalah sosok dibalik kisah-kisah jenaka tentang sosok Mukidi & keluarganya. Soetantyo Moechlas yg akrab disapa pak Yoyo ini menciptakan kisah tentang Mukidi sejak tahun 2000-an. Kumpulancerita jenaka Mukididipublikasikan di blog pribadinya ceritamukidi.wordpress.com.
Soetantyo Moechlas menggambarkan Mukidi sebagai pria yg berasal dari Cilacap. Mukidi merupakan tipikal orang yg biasa saja, tidak terlalu alim, mudah akrab dengan siapa saja. Mukidi memiliki karir, tetapi kadang-kadang dapat jadi apa saja. Istrinya yg bernama Markonah, juga punya karir tetapi tidak terlalu istimewa. Mereka mempunyai 2 orang anak, Mukirin yg sudah mulai remaja & Mukiran yg masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), sahabatnya adalah Wakijan.
Cerita jenaka Mukidi kebanyakan mengambil latar belakang waktu Ramadhan. Terkadang kisah Mukidi ini sering diselipkan pesan-pesan bermakna. Jika Anda sedang mencari hiburan untuk melepas penat, membacacerita jenaka Mukidi merupakan opsi tepat. Berikut beberapa kisah Mukidi yg berhasil kami rangkum dari blog pribadi Soetantyo Moechlas.
Responsibility
Ada dua orang yg bernama Abu Wakidi & Abu Wakijan yg akan dihadapkan ke meja hijau, keduanya dilaporkan dengan tuduhan melarikan anak gadis. Bedanya Abu Wakidi membawa lari anak orang, sedangkan Abu Wakijan membawa lari seekor anak kambing. Hakim yg bertugas menjatuhi abu Wakidi sanksi 3 bulan kurungan, sedangkan Abu Wakijan diganjar 3 tahun.
Ini tidak adil! mengatakan Abu Wakijan dengan nada protes, yg mulia. Saya keberatan kenapa Abu Wakidi yg melarikan anak orang cuma dihukum 3 bulan, sementara saya yg membawa lari anak kambing malah dihukum selama 3 tahun. Saudara terdakwa, mengatakan pak hakim bijaksana.
Perlu anda ketahui Abu Wakidi akan bertanggungjawab mengawani gadis yg dia bawa lari, kalau saudara mau bertanggungjawab untuk mengawini kambing tersebut tentu hukumannya anda akan saya ringankan. Bagaimana?
Safety
Siang hari Mukidi masuk ke warteg. Assalamualaikum tidak ada sahutan, mana yg punya warung nih? Mas Asrawi pemilik warung menemui pelanggannya,
Ya pak?
Mas, ini kan bulan Ramadhan, koq gak tutup?
Lha kalau tutup kan kami gak makan pak? Bagaimana karyawan saya? jawab Asrawi (Asli orang Slawi).
Yah tetapi hormati dong orang yg lagi puasa. Ditutup layar dong, biar gak kelihatan dari luar. Asrawi lalu mengambil spanduk bekas kampanye parpol untuk menutupi warungnya.
Nah begitu kan lebih baik, jadi ada orang yg sedang makan nggak kelihatan dari luar sana sahut Mukidi sambil duduk, sekarang saya minta sayur, pakai ikan tongkol, nasinya separo aja.
Aint No Kermit
Mas tadi waktu bukber pada ketawa-tawa padaa ngomongin kodok apaan sih? tanya Markonah.
Dulu aku, Wakijan, Samingan sowan pernah ke rumah mbah Joyongablak nanyain masalah jodoh kami, jawab Mukidi: pas kami mau pulang mbah Joyo bilang: kalau hati-hati di jalan jangan hingga ada yg menginjak kodok. Celakanya walaupun kami semua sudah berhati-hati, Wakijan nginjek kodok. Gak lama, Samingan juga nginjek kodok. Cuman saya yg berhasil hingga rumah tanpa nginjek kodok.
Memang kalau nginjek kodok kenapa?
Tadinya mereka berdua jadi cemas, tetapi lama kelamaan kata-kata mbah Joyo dianggap cuma takhayul saja. selang waktu 5 tahun kemudian setelah mereka menikah istri-istri mereka jelek-jelek & bawel. Rupanya gara-gara nginjek kodok, kata-kata simbah terbukti. Kamu percaya gak?
Percaya sih mas, saya dulu juga nginjek kodok.
Mealstone
Ada seorang pria sok akrab secara tiba-tiba mendekati Mukidi sambil mengulurkan tangannya:
Loh, anda kan aduuuuh sudah berapa tahun ya kita gak ketemu ?
Mukidi lalu menjawab & menerima uluran tangan pria misterius tadi sambil mencoba berpikir keras.
Mukidi aduuuh masa lupa sih? Sungib teman SMP, masih ingat sama Tasripin, Kamid, Wartam. Mukidi yg masih terlihat bingung tetapi asal mengangguk gak apalah pikirnya, sambil coba mengingat-ingat nama aneh tersebut.
Wah, sudah hampir Maghrib nih, kita buka puasa bersama yuk? ajak teman barunya tersebut. Aku sebetulnya mau segera pulang.. Mukidi mencoba menolak tawaran tersebut Ayolah sekalian bernostalgia. Mukidi yg sedang bokek ikut aja tawaran orang tersebut ke warung Padang, lagi pula sejak kasus daging sapi impor dia sudah tidak pernah makan dendeng balado.
Setelah adzan magrib berkumandang, mereka langsung menikmati takjil gratis lalu apa saja yg didekat mereka ambil, Mukidi tidak lupa pesan jus duren. Dia sudah lupa menanyakan jati diri temannya tadi.
Ayo Di sikat semua Sungib juga tak kalah beringas mengambil lauk pauk yg ada di hadapannya. beberapa saat kemudian dia berhenti: eh ngomong-ngomong saya ke mushola dulu ya, nanti gantian. Kamu terusin makan aja, habiskan jusmu. Mukidi mengangguk.
Sungib yg rupanya dia pakar ibadah, lama juga di mushola sudah sekitar 30 menit. Mukidi merasa khawatir kehadapatn waktu Maghrib.
Uda, dia memanggil pelayan, musholanya di sebelah mana?
Wah gak ada mushola pak, adanya masjid 50m dari sini
Teman saya tadi mana?
Teman yg mana pak?
catatan: Sungib = suka ngibul
Baca juga artikel jenaka lainnya : Tingkah Lucu Orang Tua Pada Anak Bikin Geleng Kepala
Hari ini 17:51
Nama Mukidi yg sempat jadi sorotan dunia maya merupakan tokoh rekaan dalam cerita jenaka Mukidi yg dibuat oleh Soetantyo Moechlas. Soetantyo adalah sosok dibalik kisah-kisah jenaka tentang sosok Mukidi & keluarganya. Soetantyo Moechlas yg akrab disapa pak Yoyo ini menciptakan kisah tentang Mukidi sejak tahun 2000-an. Kumpulancerita jenaka Mukididipublikasikan di blog pribadinya ceritamukidi.wordpress.com.
Soetantyo Moechlas menggambarkan Mukidi sebagai pria yg berasal dari Cilacap. Mukidi merupakan tipikal orang yg biasa saja, tidak terlalu alim, mudah akrab dengan siapa saja. Mukidi memiliki karir, tetapi kadang-kadang dapat jadi apa saja. Istrinya yg bernama Markonah, juga punya karir tetapi tidak terlalu istimewa. Mereka mempunyai 2 orang anak, Mukirin yg sudah mulai remaja & Mukiran yg masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), sahabatnya adalah Wakijan.
Cerita jenaka Mukidi kebanyakan mengambil latar belakang waktu Ramadhan. Terkadang kisah Mukidi ini sering diselipkan pesan-pesan bermakna. Jika Anda sedang mencari hiburan untuk melepas penat, membacacerita jenaka Mukidi merupakan opsi tepat. Berikut beberapa kisah Mukidi yg berhasil kami rangkum dari blog pribadi Soetantyo Moechlas.
Responsibility
Ada dua orang yg bernama Abu Wakidi & Abu Wakijan yg akan dihadapkan ke meja hijau, keduanya dilaporkan dengan tuduhan melarikan anak gadis. Bedanya Abu Wakidi membawa lari anak orang, sedangkan Abu Wakijan membawa lari seekor anak kambing. Hakim yg bertugas menjatuhi abu Wakidi sanksi 3 bulan kurungan, sedangkan Abu Wakijan diganjar 3 tahun.
Ini tidak adil! mengatakan Abu Wakijan dengan nada protes, yg mulia. Saya keberatan kenapa Abu Wakidi yg melarikan anak orang cuma dihukum 3 bulan, sementara saya yg membawa lari anak kambing malah dihukum selama 3 tahun. Saudara terdakwa, mengatakan pak hakim bijaksana.
Perlu anda ketahui Abu Wakidi akan bertanggungjawab mengawani gadis yg dia bawa lari, kalau saudara mau bertanggungjawab untuk mengawini kambing tersebut tentu hukumannya anda akan saya ringankan. Bagaimana?
Safety
Siang hari Mukidi masuk ke warteg. Assalamualaikum tidak ada sahutan, mana yg punya warung nih? Mas Asrawi pemilik warung menemui pelanggannya,
Ya pak?
Mas, ini kan bulan Ramadhan, koq gak tutup?
Lha kalau tutup kan kami gak makan pak? Bagaimana karyawan saya? jawab Asrawi (Asli orang Slawi).
Yah tetapi hormati dong orang yg lagi puasa. Ditutup layar dong, biar gak kelihatan dari luar. Asrawi lalu mengambil spanduk bekas kampanye parpol untuk menutupi warungnya.
Nah begitu kan lebih baik, jadi ada orang yg sedang makan nggak kelihatan dari luar sana sahut Mukidi sambil duduk, sekarang saya minta sayur, pakai ikan tongkol, nasinya separo aja.
Aint No Kermit
Mas tadi waktu bukber pada ketawa-tawa padaa ngomongin kodok apaan sih? tanya Markonah.
Dulu aku, Wakijan, Samingan sowan pernah ke rumah mbah Joyongablak nanyain masalah jodoh kami, jawab Mukidi: pas kami mau pulang mbah Joyo bilang: kalau hati-hati di jalan jangan hingga ada yg menginjak kodok. Celakanya walaupun kami semua sudah berhati-hati, Wakijan nginjek kodok. Gak lama, Samingan juga nginjek kodok. Cuman saya yg berhasil hingga rumah tanpa nginjek kodok.
Memang kalau nginjek kodok kenapa?
Tadinya mereka berdua jadi cemas, tetapi lama kelamaan kata-kata mbah Joyo dianggap cuma takhayul saja. selang waktu 5 tahun kemudian setelah mereka menikah istri-istri mereka jelek-jelek & bawel. Rupanya gara-gara nginjek kodok, kata-kata simbah terbukti. Kamu percaya gak?
Percaya sih mas, saya dulu juga nginjek kodok.
Mealstone
Ada seorang pria sok akrab secara tiba-tiba mendekati Mukidi sambil mengulurkan tangannya:
Loh, anda kan aduuuuh sudah berapa tahun ya kita gak ketemu ?
Mukidi lalu menjawab & menerima uluran tangan pria misterius tadi sambil mencoba berpikir keras.
Mukidi aduuuh masa lupa sih? Sungib teman SMP, masih ingat sama Tasripin, Kamid, Wartam. Mukidi yg masih terlihat bingung tetapi asal mengangguk gak apalah pikirnya, sambil coba mengingat-ingat nama aneh tersebut.
Wah, sudah hampir Maghrib nih, kita buka puasa bersama yuk? ajak teman barunya tersebut. Aku sebetulnya mau segera pulang.. Mukidi mencoba menolak tawaran tersebut Ayolah sekalian bernostalgia. Mukidi yg sedang bokek ikut aja tawaran orang tersebut ke warung Padang, lagi pula sejak kasus daging sapi impor dia sudah tidak pernah makan dendeng balado.
Setelah adzan magrib berkumandang, mereka langsung menikmati takjil gratis lalu apa saja yg didekat mereka ambil, Mukidi tidak lupa pesan jus duren. Dia sudah lupa menanyakan jati diri temannya tadi.
Ayo Di sikat semua Sungib juga tak kalah beringas mengambil lauk pauk yg ada di hadapannya. beberapa saat kemudian dia berhenti: eh ngomong-ngomong saya ke mushola dulu ya, nanti gantian. Kamu terusin makan aja, habiskan jusmu. Mukidi mengangguk.
Sungib yg rupanya dia pakar ibadah, lama juga di mushola sudah sekitar 30 menit. Mukidi merasa khawatir kehadapatn waktu Maghrib.
Uda, dia memanggil pelayan, musholanya di sebelah mana?
Wah gak ada mushola pak, adanya masjid 50m dari sini
Teman saya tadi mana?
Teman yg mana pak?
catatan: Sungib = suka ngibul
Baca juga artikel jenaka lainnya : Tingkah Lucu Orang Tua Pada Anak Bikin Geleng Kepala
Hari ini 17:51