Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Haloo GanSist, apa kabar hari ini, kiranya sukacita & kebahagiaan sering menaungi kita semua.
Hari ini ane mau cerita kisah saat ane di jalanan, hampir 15 tahun hidup ane di sana & banyak kisah yg msih tersimpan di hati ane. Baik kenangan baik atau pun buruk, tetapi dari banyak kisah, ada beberapa pelajaran yg ane dapat. Jangan mudah menyerah, harus punya mental kuat, punya sikap peduli yg lebih ke orang lain. Jadi terkadang orang menilai jalanan itu jahat, ada benarnya tetapi ada tidaknya juga, semua tergantung kita.
Ane mulai hidup di jalanan tahun 91, saat teman seumuran ane masih SMA, tetapi gw malah kerja. Bukan karena orang tua meminta, tetapi karena tidak tega harus membiayai ane ama saudara yg sudah kelas 3 SMA. Pernah jadi kernet truk gandeng, jual tiket bus di Pekalongan, jualan batik di Bengkulu. Jual bawang dari Jambi ke Batam, jual tiket travel di Tembilahan-Rengat. Jual tiket speedboat di Sei Guntung Riau. Ngamen di sepanjang Magelang-Muntilan. Jualan koran di Pulau Gadung. Jual tiket di terminal Ubung, Bali.
Segala pekerjaan ane ambil yg penting ane ga nyolong sama jual diri. Walau pun seorang perempuan di jalanan pasti imagenya buruk tetapi ane masa bodo. Hidup di jalanan tak selamanya berteman dengan alkohol, & freesex. Banyak temen ane yg ngamen sambil kuliah, sekarang jadi pengacara.
Ane di jalanan sudah agak besar, sudah tahu mana yg benar atau salah. Punya modal dapat bela diri walau dikit. Yang sering buat ane sedih saat di jalanan ane sering bertemua anak-anak yg TERPAKSA & DIPAKSA untuk ada di jalanan. Mereka yg punya orang tua tetapi tak peduli, bahkan banyak dari mereka yg dibiarkan di jalanan & uangnya untuk keluarga mereka.
Ada juga yg di jalanan karena merasa cuma itu tempat yg dapat menerima mereka tanpa melihat latar belakang. Ane pernah punya teman, cakep sekali dia jadi pengamen setelah lulus SMA, suaranya bagus, cuma saja dia lahir dari wanita yg diperkosa & jadi gila. Dibesarkan oleh neneknya cuma bertiga di rumah. Setelah neneknya meninggal cuma tinggal dia berdua. Sampai tidak berani menikah karena minder dengan keadaannya, jalanan adalah tempat dia dapat merasakan kebebasan.
Hidup di jalanan ane juga banyak kenal segala macam profesi, dari pelacur, jambret, tukang becak, hingga penipu & penjual anak. Sampai pegawai kantoran, buruh pabrik ... tidak semua yg terlihat nakal adalah orang nakal. Pun tak semua orang berpakaian rapi adalah orang berkelas. Ada salah satu pengalaman ane pas kerja di Bali, ada yg beli tiket tanpa nawar, pakai sendal jepit, celana pendek. Harga tiket bus AC kala itu Denpasar-Surabaya 45.000. Kalau VVIP yg jok 2-1 harga 65.000. Pria yg terlihat gembel itu memberi 100.000 & tidak minta uang kembali.
Besoknya ane pas baca koran di penjual keliling, ternyata dia salah satu pemilik Kafe yg tengah naik daun karena jadi langganan artis. Yaah kita tidak dapat begitu saja menilai apa yg terlihat.
Itu semua memang cerita masa lalu, tetapi banyak pelajaran yg ane dapat selama di jalanan. Dan kita tidak pernah tahu masa depan seperti apa yg kelak kita hadapi. Teman ngamen ane banyak yg jadi orang sukses. Teman nyemir di terminal ada yg sekarang jadi PNS bahkan punya jabatan.
Setiap orang asal ada kemauan, punya rasa rendah hati, menerima kritikan & tidak mudah menyerah pasti akan jadi orang yg sukses. Tapi yg utama & khususnya pasti mengandalkan Tuhan, itu pasti, yakini & imani rancangan Tuhan pasti yg terbaik buat kita.
Ok sekian cuap-cuap dari ane hingga jumpa di thread selanjutnya.
Foto : Google
Sumber : Opini pribadi Hari ini 08:33