• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Cerita Farhan Terjebak Perang di Afganistan

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
UDdSG.jpg
Empat jurnalis Indonesia relawan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) yang sempat terjebak dalam peperangan di Afganistan akhirnya kembali ke Tanah Air. Kedatangan Asep BS, M. Farhan, Mohamad Sidiq, dan Heka pun disambut haru oleh keluarga dan sahabat mereka.

"Ini adalah hal yang luar biasa, bagaimana kami bisa selamat sampai di sini, bertemu dengan saudara lagi, keluarga lagi, suasana di sana sangat berbeda dengan di Indonesia," ujar Farhan di Bandara Soekarno Hatta, Banten, Rabu 18 April 2012.

Farhan yang mengenakan kemeja panjang dan berkalung sorban langsung memeluk keluarganya dan menjawab pertanyaan dari wartawan.

Farhan menceritakan kejadian yang menimpa dirinya dan ketiga rekannya saat terjadi tembak-menembak di Hotel Kabul Star, Kabul. Menurutnya, mereka bahkan sempat berhadapan dengan 7 pengebom bunuh diri.

"Saat saya dari KBRI menuju hotel, memang terjadi tembak-menembak, di sana ada 7 pengebom bunuh diri, tidak ada kompromi lah. Kami bertahan di bunker lama banget. Kami berempat gantian berjaga tiap dua jam. Selama saling berjaga, ya kami tidak bisa tidur. Helikopter di atas hotel, suasana sangat mencekam," tutur Farhan.

Farhan yang mengalami kejadian tersebut, tetap berpikir positif.
"Bukan medan perang, itu negara sahabat, buktinya dengan kejadian tersebut kami masih diamankan, dan alhamdulillah datang dengan selamat," ujar Farhan.

Farhan dan ketiga rekannya berada di Kabul dalam rangka Colombo Plan, yaitu proyek kerjasama yang melibatkan pemerintah Indonesia dan Afganistan. Mereka berada di Kabul selama satu pekan. Di sana, mereka memberi pelatihan bagi para petugas humas di Kementerian Anti Narkotika Afganistan.

Peperangan di Kabul, Afganistan itu terjadi pada Minggu 15 April. Dalam peperangan selama 18 jam, terjadi serangan sengit dari milisi Taliban atas posisi-posisi pemerintah dan pasukan NATO di Kabul. Pihak keamanan berhasil mengatasi serangan pada Senin pagi waktu setempat, menewaskan 32 tentara pemberontak, dan menangkap satu lainnya.

Serangan itu menewaskan sedikitnya tiga tentara Afganistan dan melukai belasan lain, demikian diungkapkan pejabat Kementerian Pertahanan Afganistan.

Terjebak Serangan Taliban, Mencekam
Penyiar dan presenter Farhan dan ketiga rekannya dari Indonesia harus bertahan di dalam bunker milik Hotel Park Star di Kabul Afghanistan yang kedap suara di mana sinyal telepon seluler sama sekali tak ada. Mereka berempat di sana sebagai relawan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB).

Dikisahkan Farhan, bunker itu adalah tempat mereka berlindung di tengah gelegar suara tembakan kelompok bersenjata yang mengancam semua pengunjung hotel.

"Di dalam saya hanya bisa pasrah, antara hidup dan mati. Pasrah saja, banyak doa, buka iPad baca ayat Alquran, ya mau gimana lagi," ujar Farhan kepada VIVAnews saat ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu 18 April 2012 malam.

Karena tak dapat berkomunikasi dengan baik dengan KBRI, dia hanya bisa meminta tolong kepada orang-orang di sekitarnya. "Di sana suasanannya sangat berbeda dengan Indonesia, istilahnya di sana harus siaga 1 terus," ucapnya.

"Teman-teman di KBRI juga memperingatkan untuk sangat hati-hati, posisi kami serba salah, itu sangat mencekam."

Saat itu, dia mengaku berada tidak jauh dari pengebom bunuh diri yang nekat menerobos hotel. Menurutnya, mereka bahkan sempat berhadapan dengan 7 pengebom bunuh diri.

Walau sudah aman sementara di bunker hotel, namun dia tetap harus terjaga sampai pagi. "Tidak ada yang bisa memejamkan mata, karena memang sudah sangat kritis. Suara tembakan itu mendekati bunker. Sampai jam 8 pagi, akhirnya bisa tertangani," Farhan mengisahkan.

Farhan dan tiga rekannya berada di Kabul dalam rangka Colombo Plan, yaitu proyek kerjasama yang melibatkan pemerintah Indonesia dan Afganistan. Mereka berada di Kabul selama satu pekan. Di sana, mereka memberi pelatihan bagi para petugas humas (public relation officer) di Kementerian Anti Narkotika Afganistan.

Peperangan di Kabul, Afganistan itu terjadi pada Minggu 15 April. Dalam peperangan selama 18 jam, terjadi serangan sengit dari milisi Taliban terhadap sejumlah bangunan pemerintah dan pasukan NATO di Kabul. Pihak keamanan berhasil mengatasi serangan pada Senin pagi waktu setempat. Sejumlah 32 anggota pasukan pemberontak tewas dan satu ditangkap.

Serangan itu menewaskan sedikitnya tiga tentara Afganistan dan melukai belasan lain, demikian diungkapkan pejabat Kementerian Pertahanan Afganistan.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.