• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Cerita Bripda Eko, Polisi Anak Pedagang Ikan Keliling...

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
100
Poin
48
3Brgn.jpg
Meski datang dari latar belakang keluarga yang kurang mampu, niat Eko Wardana untuk menjadi polisi tidak pernah luntur. Meski pemuda kelahiran Buton, Sulawesi Tenggara, 1 Juli 1996, ini hanya mempunyai ayah seorang pedagang ikan keliling, semangat Eko untuk menjadi penegak hukum justru semakin menyala.

Sejak awal, dia menempa diri mempersiapkan fisik sebagai modal untuk mendaftarkan diri menjadi polisi. Meski semangatnya sempat turun ketika mendengar kabar bahwa untuk menjadi polisi membutuhkan uang banyak, belakangan ia kembali bangkit.

Berkat dukungan orangtuanya, Eko kembali bangkit dan menggapai cita-citanya. Eko pun mengaku masih mengingat pesan bapaknya, bahwa untuk mendaftar menjadi polisi membutuhkan modal 80 persen kegagalan dan 20 persen doa.

"Ya maksudnya bapak kan kita tidak punya apa-apa. Kalau gagal, nantinya tidak menjadi beban dengan 80 persen kegagalan tadi, apalagi kita dari keluarga kurang mampu," ujar Eko, Selasa (24/2/2015).

Namun, toh segala kekurangan tersebut terbayar saat Eko dinyatakan diterima menjadi calon brigadir tugas umum dan menjalani pendidikan selama tujuh bulan SPN Balikpapan sejak bulan April tahun lalu. Setelah lulus dari SPN, awal Januari 2015, Eko ditugaskan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dengan pangkat brigadir polisi dua (bripda).

Eko mengaku gaji pertama yang diterimanya langsung diserahkan kepada orangtuanya sebagai bentuk ucapan terima kasih. Uang itu lalu dipakai ayah ibunya untuk membayar kontrakan di kolong rumah yang mereka huni saat ini, di Nunukan.

"Iya, kami memang masih tinggal di kontrakan kolong rumah. Bapak sewanya tahunan. Gaji pertama saya serahkan semoga bisa meringankan beban mereka," kata Eko.

Eko yang mengaku bercita-cita menjadi polisi sejak duduk di bangku SMP ini berharap ke depannya dia bisa membahagiakan keluarganya. "Semoga ke depan saya bisa menaikkan haji orangtua. Itu cita-cita utama saya. Semoga saya bisa mengangkat derajat mereka," ujar dia lagi.
 
semoga enggak punya rekening gendut nanti
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.