• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Cepat Lelah, Waspada Gangguan Tekanan Darah

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
100
Poin
48
T0j6v.jpg
Jangan anggap remeh gangguan seperti merasa cepat lelah, mudah mengantuk, hingga sering pingsan, bahkan kesemutan sekali pun. Gangguan apa pun sebenarnya merupakan sinyal bahwa ada sesuatu yang terjadi di dalam tubuh.

Kesemutan, misalnya, jarang sekali diperhatikan. Padahal, banyak hal yang bisa menjadi faktor penyebab kesemutan. Di antaranya kurang gizi, saraf terjepit, tumor sumsum tulang belakang, migrain, berkurangnya elastisitas pembuluh darah vena, bahkan bisa jadi merupakan gejala awal dari stroke.

Gangguan lainnya yang juga perlu diwaspadai adalah merasa cepat lelah. Sebuah studi menyebutkan terdapat hubungan antara sindrom kelelahan kronis (chronic fatigue syndrome/CFS) dan ketidaknormalan pada tekanan darah. Namun, menurut laporan tersebut, hal ini masih bisa ditangani. Ketidaknormalan tersebut, menurut Journal of American Medical Association, menunjukkan gangguan pada tekanan darah yang disebut neurally mediated hypotension.

Pada studi yang dilakukan di AS, 22 dari 23 responden (18 perempuan, lima laki-laki, dengan usia sekitar 34 tahun) dengan CFS dan positif neurally mediated hypotension, mengalami kondisi tekanan darah menurun drastis setelah berdiri terlalu lama atau berolahraga.

Masalah bermula dari mekanisme sistem saraf mengatur tekanan darah ketika tubuh sedang dalam posisi berdiri, sementara gravitasi menarik darah ke bawah, sehingga membuatnya berkumpul di bagian lengan dan kaki.

Biasanya, tubuh merespons kondisi ini dengan menyuruh jantung memompa darah lebih keras sehingga meningkatkan tekanan dan memastikan bahwa sirkulasi darah ke otak cukup. Akan tetapi, pada orang yang mengalami neurally mediated hypotension, otak salah menafsirkan tanda dari tubuh dan bereaksi dengan menurunkan tekanan darah yang sudah rendah.

Orang yang mengalami neurally mediated hypotension sukar dideteksi dengan pengujian tekanan darah biasa karena kondisi ini hanya terjadi setelah berdiri tegak selama beberapa menit. Mereka biasanya dianjurkan untuk memperbaiki diet, antara lain mengonsumsi sodium yang lebih banyak.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.