• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Cek E-Mail Soal Pekerjaan Bikin Stres

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
96
Poin
48
DNFJv.jpg

Mengirim dan menerima e-mail atau surat elektronik (surel) dapat membuat tingkat stres Anda meningkat. Sebuah studi yang baru-baru ini dilakukan menemukan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stres dan penggunaan surel.

Profesor Tom Jackson dari Loughborough University mempelajari dampak fisik dan psikologi penggunaan surel oleh para karyawan di kantor pemerintahan Inggris. Ia meneliti tekanan darah, tekanan jantung dan tingkat kortisol pada 30 karyawan.

Seperti diketahui, kortisol adalah hormon steroid yang dirilis lebih banyak oleh kelenjar adrenal ketika mengalami stres. Temuan tersebut menunjukkan bahwa para karyawan mengalami peningkatan tingkat stres saat membaca dan menerima surel yang berhubungan dengan pekerjaan. Hal ini mengindikasi terjadinya tak hanya peningkatan kortisol, namun juga tekanan darah dan jantung.

Mayoritas karyawan yang terlibat dalam studi ini, yakni sebesar 92 persen merasa lebih stres saat menerima surel yang mengharuskan mereka memberikan respons secepatnya atau surel yang mengganggu konsentrasi mereka dalam bekerja. Namun, para peneliti juga menemukan fakta bahwa para karyawan yang menerima surel berisi informasi berguna atau ucapan terima kasih atas pekerjaan yang memuaskan dapat membuat mereka merasa gembira.

"Selama bertahun-tahun, surel telah menjadi fokus banyak studi dan terkadang digambarkan sebagai bentuk komunikasi yang buruk. Perusahaan harus melatih para karyawan mengenai cara mengkontrol penggunaan media komunikasi," ucap Profesor Jackson seperti dilansir laman Daily Mail.

Seperti yang diketahui, stres dapat menyebabkan kondisi kesehatan jangka panjang kronis seperti hipertensi, gagal jantung, dan penyakit arteri koronal.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.