• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Cegah Kanker, Pilih Gaya Hidup Sehat

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. L999
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

L999

IndoForum Junior E
No. Urut
44983
Sejak
31 Mei 2008
Pesan
1.587
Nilai reaksi
38
Poin
48
GAYA hidup sehat sangat berpengaruh terhadap tubuh. Pola hidup sehat seperti berolahraga rutin dan banyak mengonsumsi sayur, bisa mencegah kanker.

Kota besar seperti Jakarta, selain identik dengan kemacetan, juga sarat dengan polusi, pencemaran lingkungan, bahkan radiasi. Banyaknya gangguan terhadap lingkungan tersebut, tentu saja berpengaruh pada tubuh manusia yang berdomisili.
Tidak heran berbagai penyakit dengan mudah dapat menyerang, tidak terkecuali kanker.

Selain polusi, pola hidup orang-orang kota juga cenderung tidak lagi alamiah. Artinya, mereka senang mengonsumsi makanan cepat saji atau fast food, hingga jarang mengonsumsi buah dan sayur.

Ditambah lagi, dengan jarang olahraga, tidak mau jalan kaki hingga mengonsumsi menu asalkan enak dan tidak ketinggalan zaman. Padahal, nilai dan manfaatnya bagi tubuh cenderung terlupakan.

Menurut Konsultan Gizi dan Diet yang juga dokter di Corporate Fitness Consultant, Dr Phaidon L Toruan mengatakan, pola hidup tidak sehat adalah pencetus kanker di tubuh. Kanker di kota besar, Phaidon menyebutkan, dicetus oleh banyak hal, di antaranya, radiasi, sinar matahari, tembakau, alkohol, jamur, dan altatoksin.

"Radiasi bisa merusak selsel normal, sinar matahari yang berlebih bisa membuat kerusakan sel kulit, sedangkan jamur bisa masuk lewat makanan yang tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan tubuh," kata Phaidon.

Agar terhindar dari kanker, Phaidon mengatakan, pola hidup harus diubah. Dengan banyak mengonsumsi makanan yang bernuansa alami. "Diet yang sehat juga berpengaruh terhadap minimnya faktor risiko kanker," sebutnya lagi.

Salah satu yang sangat penting dalam menjalankan gaya hidup sehat, menurut Phaidon, adalah memulai mengganti makanan yang tidak sehat. Misalnya mengganti beras putih dengan beras merah, mengganti mi instan dengan spageti, mengganti gula putih dengan gula jawa, dan mengganti minyak dengan makanan yang direbus.

"Kalau biasanya ngemil dengan biskuit, sekarang lebih baik mengganti dengan makanan alamiah, misalnya pisang, jagung, dan singkong. Jangan salah, singkong atau ubi, sangat kaya dengan zat antioksidan dan bagus untuk meningkatkan hormon testosterone pada pria," sebutnya.

Untuk mendapatkan tubuh yang sehat, Phaidon menyarankan agar mengurangi gorengan. Itu karena gorengan membuat darah menggumpal pada pembuluh darah.

"Konsumsilah makanan atau sayuran mentah karena sayuran mentah banyak mengandung enzim yang membantu mengurangi efek lemak jahat pada tubuh manusia. Salah satu sayuran yang sangat penting itu adalah brokoli," ujar Phaidon.

Hal senada juga diungkapkan dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, dr Boy Abidin SpOG.D ia mengatakan, penyakit-penyakit seperti kanker serviks maupun kanker leher rahim banyak dipengaruhi gaya hidup yang tidak sehat.

"Sebenarnya kanker serviks disebabkan oleh human pappiloma virus (HPV). Salah satu gaya hidup tidak sehat adalah dengan sering berganti pasangan," kata Boy Abidin.

Selain penularan kanker serviks karena berganti-ganti pasangan, hubungan seks di usia dini juga menjadi faktor utama penularan kanker serviks. Meski seorang perempuan tidak memiliki faktor risiko utama atau tidak berganti-ganti pasangan seks misalnya. Namun, ancaman infeksi HPV masih tetap ada. Itu karena perempuan monogamy pun masih memiliki peluang terinfeksi sekitar 0-37% terkena kanker serviks.

Kanker leher rahim merupakan kanker yang terjadi pada servik uterus, yaitu suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dan liang sanggama (vagina).

Kanker ini biasanya terjadi pada wanita yang telah berumur, tetapi bukti statistik menunjukkan kanker leher rahim dapat juga menyerang wanita yang berumur antara 20 sampai 30 tahun.

Layaknya semua kanker, kanker leher rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim atau abnormal. Namun sebelumnya, terjadi beberapa perubahan pada sel tersebut hingga bertahun-tahun dan berubah menjadi sel kanker.

"Inti dari semua jenis kanker adalah deteksi dini. Semakin dini diketahui semakin mudah mengatasinya," tuturnya dalam Seminar Deteksi Dini Kanker di Sekretariat Negara (Sekneg) beberapa waktu lalu.
 
om, tambahin lagi dong mengenai info kanker serviks nya...
msh penasaran, pengen tau lebih dalem mengenai kanker serviks... :)


ntar GRP deh... :)
 
om, tambahin lagi dong mengenai info kanker serviks nya...
msh penasaran, pengen tau lebih dalem mengenai kanker serviks... :)


ntar GRP deh... :)

ok.................


Apa itu Kanker Serviks (kanker leher rahim)?
Kanker serviks (kanker leher rahim) adalah tumbuhnya sel-sel tidak normal pada leher rahim.
Kanker serviks merupakan kanker yang tersering dijumpai di Indonesia baik di antara kanker pada perempuan dan pada semua jenis kanker. Kejadiannya hampir 27 persen di antara penyakit kanker di Indonesia .
Namun demikian lebih dari 70 persen penderita datang memeriksakan diri dalam stadium lanjut, sehingga banyak menyebabkan kematian karena terlambat ditemukan dan diobati.
Dimana Letak Leher Rahim?

Leher rahim adalah bagian bawah rahim yang menonjol ke dalam kelamin wanita. Di tempat ini sering terjadi kanker yang disebut kanker serviks.

Bagaimana Gejalanya?

Kanker serviks pada stadium dini sering tidak menunjukan gejala atau tanda-tandanya yang khas, bahkan tidak ada gejala sama sekali.
Gejala yang sering timbul pada stadium lanjut antara lain adalah :
*Pendarahan sesudah melakukan hubungan intim.
*keluar keputihan atau cairan encer dari kelamin wanita.
*Pendarahan sesudah mati haid (menopause).
*Pada tahap lanjut dapat keluar cairan kekuning-kuningan, berbau atau bercampur darah, nyeri panggul atau tidak dapat buang air kecil.

Apakah Penyebabnya?
Lebih dari 95 persen kanker serviks berkaitan erat dengan infeksi HPV (Human Papiloma Virus) yang dapat ditularkan melalui aktivitas seksual. Saat ini sudah terdapat vaksin untuk mencegah infeksi HPV khususnya tipe 16 dan tipe 18 yang diperkirakan menjadi penyebab 70 persen kasus kanker serviks di Asia.

Apa Saja Yang Menjadi Faktor Risikonya?

Beberapa faktor risiko terkena kanker serviks antara lain:
*Mulai melakukan hubungan seksual pada usia muda.
*Sering berganti-ganti pasangan seksual.
*Sering menderita infeksi di daerah kelamin.
*Melahirkan banyak anak.
*Kebiasaan merokok (risiko dua kali lebih besar).
*Defisiensi vitamin A,C,E.

Kanker Serviks Tahap Dini / Tahap Pra Kanker

Kanker serviks dapat dikenali pada tahap pra kanker, yaitu dengan cara melakukan antara lain pemeriksaan SKRINING, artinya melakukan pemeriksaan tampa menunggu keluhan. Beberapa medote skrining telah dikenal, yaitu antara lain: PAP SMEAR dan IVA.

PAP SMEAR
Kanker serviks di mulai dari tahap pra kanker. Jika kanker dapat ditemukan pada tahap awal ini, akan dapat disembuhkan dengan sempurna.Pemeriksaan PAP SMEAR Adalah cara untuk mendeteksi dini kanker serviks. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cepat, tidak sakit dengan biaya yang relatif terjangkau dan hasilnya akurat.

Kapan Melakukannya?

Pemeriksaan PAP SMEAR dilakukan kapan saja, kecuali pada masa haid atau sesudah petunjuk dokter. Bagi perempuan yang sudah menikah atau sudah melakukan hubungan seksual, lakukanlah pemeriksaan PAP SMEAR setahun sekali. Segera mungkin melakukan pemeriksaan PAP SMEAR dan jangan menunggu sampai timbul gejala.

Bagaimana Pemeriksaan Dilakukan?

Pemeriksaan PAP SMEAR dilakukan di atas kursi periksa kandungan oleh dokter atau bidan yang sudah dilatih, dengan menggunakan alat untuk membantu membuka kelamin wanita. Ujung leher diusap dengan spatula untuk mengambil cairan yang mengandung sel-sel dinding leher rahim. Usapan ini kemudian diperiksa jenis sel-selnya di bawah mikrosop. Apabila hasil pemeriksaan posirif (terdapat sel-sel yang tidak normal), harus segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan pengobatan oleh dokter ahli kandungan.

IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat)

Yaitu pemeriksaan leher rahim dengan cara melihat langsung leher rahim setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3-5 persen. Bila setelah pulasan asam asetat 3-5% ada perubahan warna, yaitu tampak bercak putih, maka kemungkinan ada kelainan tahap pra kanker serviks.

Dimana Pemeriksaan Dapat Dilakukan?

Pemeriksaan PAP SMEAR/IVA dapat dilakukan di berbagai tempat, seperti : rumah sakit, rumah bersalin, pusat atau klinik deteksi dini kanker, praktek dokter spesialis kandungan, puskesmas, praktek dokter umum dan bidan yang telah mempunyai peralatan untuk melakukan pemeriksaan PAP SMEAR.

Vaksin HPV
Lebih dari 95 persen kanker serviks berkaitan erat dengan infeksi HPV (Human Papilloma Virus) yang dapat ditularkan melalui aktivitas seksual. Saat ini sudah ada vaksin untuk mencegah infeksi HPV khususnya tipe 16 dan 18 yang diperkirakan menjadi penyebab 70% kasus kanker serviks di Asia. Pencegahan dilakukan dengan mengurangi faktor resiko serta dengan melakukan vaksinasi HPV khususnya tipe 16 dan 18.

Pesan Yang Perlu Diingat
*Untuk melakukan skrining kanker serviks, jangan sampai menunggu adanya keluhan.
*Datanglah ke tempat periksa untuk pemeriksaan PAP SMEAR/IVA.
*Jika ditemukan kelainan pra kanker ikutilah pesan petugas/dokter. Apabila perlu pengobatan, jangan ditunda. Karena pada tahap ini tingkat kesembuhannya hampir 100 persen.

grp yay..../gg
 
PAM SMEAR itu pemeriksaan kanker Cerviks ya....
 
PAP SMEAR.....
Pemeriksaan PAP SMEAR Adalah cara untuk mendeteksi dini kanker serviks. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cepat, tidak sakit dengan biaya yang relatif terjangkau dan hasilnya akurat.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.