• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Cegah Defisit, India Naikkan Harga Solar

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
YWizy.jpg
Pemerintah India pada Jumat, 14 September 2012, menaikkan harga solar hingga 14 persen. Ini adalah kali pertama India menaikkan harga BBM selama lebih dari setahun.

Diberitakan BBC, keputusan ini diambil pemerintah untuk memotong defisit anggaran yang kian mengkhawatirkan. Selain itu, India juga akan membatasi penggunaan gas untuk memasak yang selama ini disubsidi.

Selain solar dan gas, minyak tanah juga mendapatkan subsidi dari pemerintah. Subsidu dimaksudkan untuk membantu kaum miskin dan menjaga inflasi tetap terkendali. Namun, subsidi membuat defisit dan dikhawatirkan merusak pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Perekonomian India dalam beberapa bulan terakhir tengah lesu. Kemajuan yang lambat ditambah tingginya inflasi ditakutkan berpengaruh pada nilai investasi di negara tersebut. Apalagi pada awal tahun ini, lembaga pemeringkatan Standard & Poor telah memperingatkan bahwa ranking investasi India bisa turun jika situasi tidak membaik.

Keputusan pemerintah India ini mendapat penolakan dari kubu koalisi maupun oposisi. Mamata Banerjee, presiden Partai Kongres Trinamool dari kubu oposisi, mengatakan bahwa partainya tidak senang dengan keputusan tersebut.

Menurutnya, tingginya harga solar akan berakibat pada melonjaknya harga barang di India. "Kami tidak akan menerimanya dan menuntut keputusan itu dibatalkan," kata Banerjee.

Sementara itu, kubu oposisi, Partai Bhartiya Janta (BJP) menganggap keputusan pemerintah tersebut sebagai "lelucon yang sadis". "Kami tidak akan membiarkan solar naik. Kami tidak akan membiarkan pemerintah merampok rakyat," kata Mukhtar Abbad Naqvi, wakil presiden BJP.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.