Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Bulan Mei 2021, bunk Indonesia (BI) mengumumkan ketertarikannya untuk meluncurkan Central bunk Digital Currency (CDBC) yg nantinya akan diketahui sebagai Rupiah Digital. Ada beberapa alasan yg menciptakannya jadi menarik. Pertama, ledakan transaksi digital selama pandemi, kebutuhan untuk menghindarkan ancamancryptocurrencies, & kebutuhan untuk memodernisasi sistem finansial serta mempercepat pembayaran domestik & internasional.
Dalam penyampaiannya di berbagai kanal media, BI menjelaskan bagaimana Rupiah Digital akan menolong & menyelesaikan tujuan terkait kebijakan moneter & sistem pembayaran, serta mengukur kesiapan dari infrastruktur finansialnya. Rupiah digital dipercaya akan memberikan angin segar kepada pergerakan nilai tukarnya kalau dihadapkan dengan mata uang lainnya. Hal Ini karena konsep peredarannya akan disesuaikan dengan sistem pengembangan mata uang digital lainnya.
Sekitar satu setengah tahun kemudian, pada 30 November 2022, BI merilis sebuahwhite paperyang menjelaskan desain terkait CBDC di Indonesia.White papertersebut menjelaskan desain dari Rupiah Digital serta menginisiasi pembahasan terkait pengembangannya. Adapun beberapa poin yg dibahas padawhite papertersebut:
Spoiler for poin perdana nih gan:
CBDC sebagai solusi berkelanjutan. CBDC adalah prosedur untuk menjembatani kebutuhan publik dengan sistem lama bunk sentral dalam membangun sistem finansial yg berfungsi dengan baik. CBDC berperan sebagai prosedur fundamental bagi bunk sentral untuk menjaga stabilitas sistem keuangan di lingkungan digital.
Spoiler for poin kedua nih gan:
Penerbitan CBDC tidaklah mudah. Hal ini karena CBDC harus dipersiapkan secara matang untuk menghasilkan manfaat secara ekonomi. Tentu, CBDC tidak boleh merusak mandat kebijakan bunk sentral dalam hal keuangan & makroprudensial (konsepdo not harm). Selain itu, CBDC pun harus hadir bersama bentuk lain dari mata uang(konsep coexistence)dan sanggup menstimulasi perkembangan & efisiensi yg lebih baik.
Proyek Garuda yg dibuat oleh BI mengandung rencana & desain dari CBDC di Indonesia, yaitu Rupiah Digital. Proyek ini merefleksikan hal-hal yg harus dilakukan BI yaitu:
Spoiler for klik disini gan:
~ Mengendalikan perubahan cepat dalam ekonomi & finansial digital sebagai otoritas spesifik untuk menerbitkan mata uang legal di Indonesia.
~ Mendorong posisinya di mata dunia.
~ Mempercepat integrasi ekonomi & finansial digital
Proyek ini berpusat untuk membangun Rupiah Digital sebagai:
Spoiler for sebagai apa coba?:
~Alat pembayaran digital yg sah di Indonesia.
~Instrumen utama BI untuk membawa mandat sahnya di era digital
~Cara untuk mendorong inklusi finansial, inovasi, & efisiensi hulu ke hilir.
Rupiah digital sudah terintegrasi dari hulu ke hilir. BI akan menerbitkanRupiah Digital dalam dua bentuk:wholesaleRupiah Digital dengan akses terbatas pada transaksi akbar (w-CDBC) danretailRupiah Digital dengan akses luas yg mendukung transaksi ritel (r-CDBC).
Desain Rupiah Digital yg fleksibel akan memudahkan model bisnis baru yg inovatif & inklusif untuk berkembang diatasnya. Rupiah Digital akan memiliki karakteristik yg dapat memastikan keamanan & ketersediaannya, seperti kemampuan luar jaringannya yg sanggup meningkatkan akses & dan inklusi finansial di daerah yg tertinggal. Rupiah Digital dapat diprogram (smart contract)yang memungkinkan untuk meningkatkan pertumbuhan keuangan. Rupiah Digital ini akan menciptakan token keamanan perdagangan untuk memperkaya pasar.
Dalam penerapannya, Rupiah Digital akan terdiri dari platform teknologi, aset digital, & interaksi pengguna. Lapisan platform akan mengandungsmart contract, identitas, regulator, kriptografi, API, sertasandbox. Kedua, BI akan mengatur Rupiah Digital & keamanan digital dalam layer aset digital. Serta, Interaksinya akan mengpakai kemampuan lapisan aset digital & pelayanannya, lapis ini terdiri dari interaksi pengguna dari bunk & pihak ketiga.
Sebagai sebuah langkah inovatif, tentu pengimplementasian Rupiah Digital dibarengi oleh kebijakan terkait. Aturan & kebijakan terkait akan diperiksa secara berulang dari sisi moneter, makroprudensial, pendalaman pasar & perspektif hukum. Hal ini mencakup beberapa aspek termasuk penggunaan Rupiah Digital sebagai aset penyelesaian untuk aktivitas keuangan atau pasar uang, perantara, prosiklikalitas, manajemen risiko operasional, proteksi konsumen, proteksi data & privasi, serta kepatuhan kepada AML/CFT.
Dalam perencanaannya, di masa depan Rupiah Digital akan diimplementasikan terus menerus. Dengan begitu, pengembangan Rupiah Digital akan melalui 3 tahap.Tahap pertama(tahap awal) dari w-CDBC Rupiah akan mencakup penerbitan, penukaran, serta pemindahan.Lalu,penggunaan w-CDBC akan berkembang ke tahap selanjutnya (tahap menengah). Sedangkan, untuk tahap akhir akan menguji coba kombinasi w-CDBC & r-CDBC dari hulu ke hilir. Metode ini akan menguji beberapa desain yg memiliki kemungkinan untuk jadi desain yg sesuai.
Dalam prosesnya, desain Rupiah Digital dari Proyek Garuda akan menyempurnakan inisiasi BI sebelumnya, sepertiblueprintsistem pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 & program cetak biru pengembangan pasar uang 2025 untuk menstimulasi transformasi digital berskala nasional. Keduanya akan menolong mengembangkan ekonomi digital dari hulu ke hilir. Sehingga, cakupan Proyek Garuda ini jadi program berskala nasional yg harus diimplementasikan secara beriringan.Kolaborasi antara pihak terkait seperti otoritas finansial, kementerian, & industri merupakan hal yg vital untuk kesuksesan proyek tersebut.
IBF Net Group sebagai salah satu pihak yg ada dalam dunia digital di Indonesia akan berkontribusi melalui rangkaian seminar, publikasi, & diskusi yg melibatkan berbagai kalangan dalam lingkup CBDC & kerjasama bersama Universitas, & asosiasi profesi. Untuk membangun kepedulian publik, IBF Net berencana untuk menghadirkan berbagai kelas & pelatihan terkait keuangan digital & CBDC. Sebagai respons awal, IBF Net akan mempublikasikan berbagai artikel, video, & podcast secara berkala untuk menciptakan diskusi sehat terkait kebijakan ini.
Trit ini dipersembahkan oleh:
Spoiler for klik:
IBF Net, The Islamic Business and Finance Network
Jangan lupa kirim
sama
kalo trit ini bermanfaat buat agan semua~
Jangan lupa kirim
Hari ini 10:58