Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Memang sih tidak semua orang itu suka menulis. Ada yg suka sekali kepada penulisan, ada yg dijadikan pekerjaan sementara karena tidak ada aktivitas & dapat menjalankan media emosi yg dituangkan dalam coretan tangan, entah itu bentuknya puisi maupun cerita. Semuanya akan terekam ketat dalam dunia digital.
Membuat tulisan sebaiknya diperhatikan & mengandung nilai-nilai norma yg mendidik, jangan hingga menyalahkan fungsi yg kurang baik, akan berakibat punahnya generasi mileneal atas adopsi yg ia baca secara terus-menerus.
Luangkan untuk menulis hal kebaikan menjunjung tinggi moral manusia & memperhatikan dunia literasi sebagai anggapan pemindahan nalar, hidangan Sehari-hari.
Luapan emosi biasanya sulit dikontrol akibat hilangnya ingat sadar untuk menghargai teman maupun lawan. Ucapannya secara langsung tercipta yg terkandang melalaikan hak-hak penghargaan setiap insannya.
Oleh karena itu, mari kita menciptakan tulisan yg bermoral & berkualitas untuk pemicu kebaikan menumbuhkan motivasi & pancaran energi positif.
Membuat puisi khususnya dalam pembahasan kali ini. Karena puisi itu mudah tanpa adanya tekanan & paksaan. Namun, untuk melatih ketekunan harus ada paksaan untuk menciptakan tulisan yg berupa puisi. Memang sih, puisi & cerita itu tidak begitu jauh. Asalkan mau belajar lebih dalam lagi, banyak teknik & banyak cara dalam penulisan. Sebaiknya pelajari satu persatu supaya memori otak mudah menerima informasi terbaru. Jangan pernah memaksa untuk mempelajari sekacara bersama. Harus ada tahapan & berjenjang. Kalau masalah puisi 1 halaman sudah dapat dikatakan puisi, nah kalau cerita minim tiga hingga tujuh halaman, baru dapat dikatakan cerita atau cerpen.
Penulis mau menggiring pembaca untuk lebih fokus ke dunia persajakaan atau penulisan puitis dalam berkata-kata.
Pembuatan puisi sangat sederhana, asalkan mau membaca dengan rajin hasil Karya-karyanya orang lain. Dari situlah kita dapat menabung kata, menambah wawasan yg tadinya sempit jadi lebar, selebar dahi untuk memahami tulisan :-). Paksakan untuk membaca, walaupun keadaan sibuk sekali, waktu jam istirahat, waktu Ashar (Jam 3-Jam 5 sore), waktu magrib, waktu isa & waktu menjalang tidur.
Kunci utama ialah paksaan untuk membayar rasa malas yg mengandung & sering bersemayam.
Puisi itu curahan hati yg membelit, jadinya perlu dituangkan dalam tulisan, supaya emosi yg dimiliki mudah disalurkan dengan persajakan.
Puisi pun memiliki tema, judul isi & penutupan. Semuanya harus singkron. Tidak boleh temannya Rindu, Judulnya Selingkuh. Jadi puisi tersebut kurang berbobot. Sebaiknya harus diperhatikan antara Tema, Judul, Isi Puisi ( dari awal hingga terakhir). Bisa mengpakai cara seperti ini; Bait 1 itu awalan untuk menceritakan sebuah permasalahan atau kejadian, Bait 2 itu masih membahas cerita tersebut (untuk memperkuat isinya) Bait 3 dapat langsung penutup, juga dapat menungkan emosi dalam puisi & Bait terakhir itu penutupan penyampaian akhir yg perlu ditutup dengan makna indah, kesedihan, kesenangan atau kehancuran hati.
Intinya seringlah berlatih menciptakan puisi dengan cara memperhatikan gaya penulisan pengarang lain. Karena tipe puisi itu luas, gaya penulisannya pun macam-macam.
Jangan pernah menertawain karya orang lain, karena teori, gaya penulisan & penyampaiannya beragam.
Hari ini 11:39