nurma
IndoForum Beginner A
- No. Urut
- 170780
- Sejak
- 25 Apr 2012
- Pesan
- 1.296
- Nilai reaksi
- 25
- Poin
- 48
Setiap kali mengalami masalah pada rambut, seperti rontok, gatal, ketombe atau rambut yang sulit diatur, kita cenderung menyalahkan produk sampo yang tidak cocok sebagai penyebabnya.
Padahal, bisa saja cara menyisir jadi penyebab kerusakan pada rambut Anda. Dilansir Daily Make Over, berikut cara menyisir yang bikin rambut bermasalah.
Menyisir dari akar ke ujung
Menyisir saat basah
Menyisir dengan sisir besar
Terlalu banyak menyisir
Menyisir dari akar ke ujung
Secara alami, Anda pasti melakukan hal ini setiap hari. Menyisir rambut dimulai dari bagian paling atas kepala dan menariknya sampai bagian ujung rambut. Cara menyisir ini, ternyata dapat menyebabkan folikel rambut menjadi rusak. Jika ingin menjaga rambut tetap sehat, sisir rambut dari bagian bawah ke atas.
Mulai dari beberapa senti di bagian ujung rambut, lalu lepas sisir. Uraikan bagian-bagian yang kusut dan sisir perlahan, kemudian lepaskan kembali. Lakukan berulang kali sampai bagian atas.
Mulai dari beberapa senti di bagian ujung rambut, lalu lepas sisir. Uraikan bagian-bagian yang kusut dan sisir perlahan, kemudian lepaskan kembali. Lakukan berulang kali sampai bagian atas.
Menyisir saat basah
Dalam keadaan basah, serat rambut bisa terisi dengan uap air dan menyebabkan rambut jadi menegang. Akibatnya, rambut jadi lebih lemah dan mudah patah. Menyisir saat rambut masih basah hanya akan memperparah kondisi kerontokan dan kerusakannya. Karenanya biarkan rambut kering sebelum disisir.
Menyisir dengan sisir besar
Paddle brush atau sisir dengan bentuk kotak dan gigi yang besar ternyata memberikan tekanan yang terlalu keras pada rambut, akibatnya rambut jadi mudah rontok. Jika ingin menyisir dengan sisir ini, gunakan lotion rambut untuk mencegah kerontokan.
Terlalu banyak menyisir
Mungkin saja, Anda beranggapan bahwa jumlah sisiran yang banyak akan membuat rambut jadi lebih halus dan mudah diatur. Salah! menyisir rambut terlalu sering dan lama justru akan membuat kerusakan jadi lebih parah dan banyak. Sebaiknya, fokuslah pada kualitas menyisir dan bukan pada seberapa sering Anda menyisir.