Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Tulisan ini saya kutip dari blog seseorang. Isinya sederhana tetapi mengingatkan kita semua.
Semoga dapat mencerahkan. Semangat
Quote:
Kendalikan pikiranmu, bukan pikiran yg mengendalikanmu
Sumber Hari ini 16:35
Semoga dapat mencerahkan. Semangat
Quote:
CARA MENJINAKKAN GAJAH
Manusia seringkali dibatasi oleh fikirannya sendiri. Misalnya orang merasa tidak mungkin dapat jadi milyarder. Kondisi ini seringkali terjadi pada kebanyakan manusia, karena pola berfikirnya yg sudah sekian lama dipengaruhi oleh lingkungannya. Lingkungan itu dapat termasuk teman-temannya, orang tuanya, serta guru-guru di sekolah.
Ketika seseorang dilahirkan di keluarga yg ekonominya menengah ke bawah, biasanya mereka berfikir setelah selesai sekolah mereka akan mencari kerja. Padahal yg namanya kerja tidak ada daya ungkit dalam penghasilannya. Sebenarnya tidak jadi masalah kalau anda memang lebih memilih hidup miskin, yg penting tidak merepotkan orang lain. Yang jadi masalah adalah yg miskin karena terpaksa, sudah terpaksa sukanya hutang kepada orang lain & tidak dikembalikan. Pengertian terpaksa disini saya katakana untuk orang yg memang tidak tahu cara jadi kaya, padahal dalam hatinya ada keharapan untuk jadi kaya. Mereka cuma berfikir bahwa yg dapat kaya raya adalah orang yg sudah memiliki modal yg kuat atau anak orang kaya. Padahal banyak sekali cara kaya cepat tanpa memerlukan modal, atau dengan modal yg kecil saja.
Sebenarnya pola berfikir yg terbatas seperti ini mirip sekali dengan seekor gajah yg sudah jinak. Gajah memang memiliki tenaga yg luar biasa, dapat menumbangkan pohon kelapa sekaligus mengangkatnya. Akan tetapi ada hal yg aneh, ketika seekor gajah jinak diikat dengan sebuah tali yg diikatkan ke batang yg lemah, gajah tetap tidak mau pergi jauh. Kenapa?
Jawabannya adalah karena gajah itu sendiri yg membatasi. Kenapa gajah membatasi kemampuannya sendiri? Karena ada orang yg menciptakan pola bahwa gajah tidak memiliki kemampuan untuk lepas.
Sewaktu gajah baru ditangkap dari alam bebas, gajah diikat dengan rantai, sehingga kalau dia mau pergi jauh, gajah akan tertahan oleh rantai. Ketika ada makanan yg agak jauh darinya, gajah tidak dapat mengambil, karena diikat dengan rantai. Berkali-kali gajah mencoba mengambil makanan itu, tetapi dia tetap tidak dapat. Akhirnya sanga penjinak gajah mengambil makanan itu & diberikan kepada gajah. Kejadian itu berlangsung terus-menerus hingga beberapa tahun. Akhirnya si gajah mengambil kesimpulan, kalau dia diikat berarti tidak akan dapat lepas. Sampai akhirnya gajah diikat dengan tali biasa, tetapi gajah tidak mau melepaskannya, karena yg terfikir kalau dia diikat berarti tidak dapat lepas.
Nah, mungkin anda juga mengalami hal yg sama. Banyak sekali masalah dalam kehidupan kita sehari-hari yg mana kita tidak sanggup menyelesaikannya. Sebenarnya bukan kitanya tidak mampu, akan tetapi kita yg membatasi kemampuan diri kita. Persis seperti gajah yg membatasi kemampuan dirinya untuk melepaskan diri dari ikatan yg lemah.
Manusia seringkali dibatasi oleh fikirannya sendiri. Misalnya orang merasa tidak mungkin dapat jadi milyarder. Kondisi ini seringkali terjadi pada kebanyakan manusia, karena pola berfikirnya yg sudah sekian lama dipengaruhi oleh lingkungannya. Lingkungan itu dapat termasuk teman-temannya, orang tuanya, serta guru-guru di sekolah.
Ketika seseorang dilahirkan di keluarga yg ekonominya menengah ke bawah, biasanya mereka berfikir setelah selesai sekolah mereka akan mencari kerja. Padahal yg namanya kerja tidak ada daya ungkit dalam penghasilannya. Sebenarnya tidak jadi masalah kalau anda memang lebih memilih hidup miskin, yg penting tidak merepotkan orang lain. Yang jadi masalah adalah yg miskin karena terpaksa, sudah terpaksa sukanya hutang kepada orang lain & tidak dikembalikan. Pengertian terpaksa disini saya katakana untuk orang yg memang tidak tahu cara jadi kaya, padahal dalam hatinya ada keharapan untuk jadi kaya. Mereka cuma berfikir bahwa yg dapat kaya raya adalah orang yg sudah memiliki modal yg kuat atau anak orang kaya. Padahal banyak sekali cara kaya cepat tanpa memerlukan modal, atau dengan modal yg kecil saja.
Sebenarnya pola berfikir yg terbatas seperti ini mirip sekali dengan seekor gajah yg sudah jinak. Gajah memang memiliki tenaga yg luar biasa, dapat menumbangkan pohon kelapa sekaligus mengangkatnya. Akan tetapi ada hal yg aneh, ketika seekor gajah jinak diikat dengan sebuah tali yg diikatkan ke batang yg lemah, gajah tetap tidak mau pergi jauh. Kenapa?
Jawabannya adalah karena gajah itu sendiri yg membatasi. Kenapa gajah membatasi kemampuannya sendiri? Karena ada orang yg menciptakan pola bahwa gajah tidak memiliki kemampuan untuk lepas.
Sewaktu gajah baru ditangkap dari alam bebas, gajah diikat dengan rantai, sehingga kalau dia mau pergi jauh, gajah akan tertahan oleh rantai. Ketika ada makanan yg agak jauh darinya, gajah tidak dapat mengambil, karena diikat dengan rantai. Berkali-kali gajah mencoba mengambil makanan itu, tetapi dia tetap tidak dapat. Akhirnya sanga penjinak gajah mengambil makanan itu & diberikan kepada gajah. Kejadian itu berlangsung terus-menerus hingga beberapa tahun. Akhirnya si gajah mengambil kesimpulan, kalau dia diikat berarti tidak akan dapat lepas. Sampai akhirnya gajah diikat dengan tali biasa, tetapi gajah tidak mau melepaskannya, karena yg terfikir kalau dia diikat berarti tidak dapat lepas.
Nah, mungkin anda juga mengalami hal yg sama. Banyak sekali masalah dalam kehidupan kita sehari-hari yg mana kita tidak sanggup menyelesaikannya. Sebenarnya bukan kitanya tidak mampu, akan tetapi kita yg membatasi kemampuan diri kita. Persis seperti gajah yg membatasi kemampuan dirinya untuk melepaskan diri dari ikatan yg lemah.
Kendalikan pikiranmu, bukan pikiran yg mengendalikanmu
Sumber Hari ini 16:35