Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
.
.
.
Apa yg membedakan seorang pawang ular sama yg bukan. Kenapa si ular begitu jinak di tangan nya. Misalkan bang panji petualang contoh nya
Pertama seorang pawang dia memiliki emosi berani. Emosi ini memancarkan getaran yg kuat yg sanggup ditangkap oleh sang ular. Beda dengan seseorang yg memiliki emosi ketakutan. Si ular akan agresif menyerang
Namun jangan bertindak konyol juga Kalau begitu gampang. Yaudah modal berani saja. Tar kalau ketemu luar langsung pegang aja.
Tidak cukup!
karena pawang biasanya memiliki skill untuk mengetahui kondisi ular. Misalkan gerakan gerakan kalau pas diserang menghindar nya harus kemana. Apakah ke kiri atau ke kanan. Sementara modal keberanian tidak cukup.
Si ular dapat saja dia merasa ketakutan lalu menyerang orang berani ini karena si ular merasa dia teracam. Sementara orang yg modal berani. Dia tidak memiliki skill menghindar, seperti sang pawang akhirnya kena kena juga. Pawang ular juga mengetahui emosi si ular.
Kalau sudah tenang dia biasanya sudah jinak. Si ular sudah dapat mengamati emosi ketenangan dari emosi di pawang. Bahwa ular sudah merasa bahwa si pawang ini tidak membahayakan untuk dirinya. Bahkan hingga di cium pun si ular akan diam.
Begitulah profesi dalam banyak hal di kehidupan ini.
Seseorang tidak cukup modal berani, walaupun keberanian dibutuhkan dalam praktik nya. tetapi harus di baringi dengan skill keahlian didalam nya. Mungkin yg saya paparkan diatas adalah cuma sebatas teori saja. Pada kenyataan nya saya walaupun tahu teori percuma Saya tetap tidak berani menyentuh ular. Karena terganjal dengan skill. Skill dibutuhkan lewat latihan yg panjang
Saya berkali kali usaha bisnis gagal hingga di ketawain teman teman. saya katakan boss ini saya sedang latihan menerpa skill bisnis saya. Oke saya gagal. rugi uang & waktu yaitu ongkos belajar saya. Walaupun saya tahu teori teori dalam bisnis ya tetap kadang kenyataan nya banyak yg tidak sesuai ketika di uji di kenyataan nya. Bukan berarti teori gak penting. Tapi pasti ada sangkutan cantolan suatu dalam teori itu yg tidak sempurna. Maka di sempurna kan lewat praktik dilapangan. Kemudian siapkan mental tahan banting untuk terus bangkit lagi memperbaiki dari kesalahan atas kegagalan itu Hari ini 14:58