Menggendong, mengajak bayi mengobrol, atau sekedar menimangnya bisa memperkuat ikatan antara bayi dan sang ayah. Karena ayah juga memiliki peran penting dalam perkembangan bayi, tak jarang ibu memberikan waktu sendiri bagi ayah dan si kecil. Hal ini juga bisa memberikan waktu istirahat tambahan bagi sang ibu.
Namun ada kalanya bayi menangis dan rewel saat dalam asuhan ayah. Bayi menangis adalah hal yang wajar karena menurut penelitian bayi menangis sekitar 2 hingga 3 jam sehari terutama selama tiga bulan pertama. Namun masih banyak ayah yang belum tahu bagaimana cara meredakan tangisan si kecil, dan akhirnya memberikan bayi kepada ibunya.
Sayangnya cara itu bisa memperlambat pembentuknya ikatan batin dan kedekatan antara ayah dan sang anak. Simak artikel berikut untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi bayi menangis yang wajib diketahui oleh seluruh ayah.
Ketahui alasan bayi menangis
Ayah yang bisa menjaga bayinya tetap tenang saat berada dalam gendongannya kerap mendapatkan pujian, karena tak jarang bayi kerap menangis saat sedang diasuh oleh ayahnya namun akan diam saat sudah diberikan kepada ibunya.
Ayah memang tidak memiliki kemampuan mengasihi dan mengasuh sebaik ibu, namun ini bukan alasan kenapa si kecil tiba-tiba menangis. Penyebab umum bayi menangis antara lain:
Setiap ayah wajib mengetahui cara menenangkan bayi menangis sesuai dengan penyebabnya. Seringkali bayi menangis karena lapar, jadi cara pertama yang bisa dicoba adalah memberikan jari kelingking ayah yang sudah dicuci bersih kepada si kecil. Jika mereka mengisapnya, bisa dipastikan mereka lapar. Segera berikan ia ASI atau susu formula sebelum tangisannya bertambah kencang.
Namun jika bayi menangis bukan karena lapar, coba periksa apakah popoknya penuh atau dia terlihat kegerahan atau kedinginan. Jika iya, segera ganti popoknya dengan yang baru dan pakaikan ia baju yang nyaman. Suara bising juga bisa membuatnya terganggu, dan jika ia menangis karena hal tersebut pindahkan bayi ke tempat yang lebih tenang kemudian biarkan ia istirahat jika merasa lelah.
Bayi juga akan menangis jika mereka merasa bosan.Beberapa cara yang bisa dilakukan yaitu:
Kolik bukanlah suatu hal yang mengkhawatirkan dan tidak membahayakan bayi. Biasanya tangisan kolik akan mereda dengan sendirinya, selain itu ayah dan ibu juga bisa melakukan cara ini untuk mengatasi kolik pada bayi:
Jika bayi menangis dalam waktu lama dan tidak kunjung berhenti, coba berikan ia ke ibunya. Jika tangisan masih berlanjut dan disertai tanda-tanda penyakit seperti demam atau keringat berlebih, segera temui dokter untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut.
Namun ada kalanya bayi menangis dan rewel saat dalam asuhan ayah. Bayi menangis adalah hal yang wajar karena menurut penelitian bayi menangis sekitar 2 hingga 3 jam sehari terutama selama tiga bulan pertama. Namun masih banyak ayah yang belum tahu bagaimana cara meredakan tangisan si kecil, dan akhirnya memberikan bayi kepada ibunya.
Sayangnya cara itu bisa memperlambat pembentuknya ikatan batin dan kedekatan antara ayah dan sang anak. Simak artikel berikut untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi bayi menangis yang wajib diketahui oleh seluruh ayah.
Ketahui alasan bayi menangis
Ayah yang bisa menjaga bayinya tetap tenang saat berada dalam gendongannya kerap mendapatkan pujian, karena tak jarang bayi kerap menangis saat sedang diasuh oleh ayahnya namun akan diam saat sudah diberikan kepada ibunya.
Ayah memang tidak memiliki kemampuan mengasihi dan mengasuh sebaik ibu, namun ini bukan alasan kenapa si kecil tiba-tiba menangis. Penyebab umum bayi menangis antara lain:
- Lapar atau haus
- Lelah atau mengantuk
- Popoknya penuh
- Si kecil merasa kepanasan atau kegerahan, atau kedinginan
- Bosan
- Terlalu terstimulasi hingga membuatnya takut atau tak nyaman
- Perlu bersendawa
- Merasa tidak enak badan
- Kolik
Setiap ayah wajib mengetahui cara menenangkan bayi menangis sesuai dengan penyebabnya. Seringkali bayi menangis karena lapar, jadi cara pertama yang bisa dicoba adalah memberikan jari kelingking ayah yang sudah dicuci bersih kepada si kecil. Jika mereka mengisapnya, bisa dipastikan mereka lapar. Segera berikan ia ASI atau susu formula sebelum tangisannya bertambah kencang.
Namun jika bayi menangis bukan karena lapar, coba periksa apakah popoknya penuh atau dia terlihat kegerahan atau kedinginan. Jika iya, segera ganti popoknya dengan yang baru dan pakaikan ia baju yang nyaman. Suara bising juga bisa membuatnya terganggu, dan jika ia menangis karena hal tersebut pindahkan bayi ke tempat yang lebih tenang kemudian biarkan ia istirahat jika merasa lelah.
Bayi juga akan menangis jika mereka merasa bosan.Beberapa cara yang bisa dilakukan yaitu:
- Menggendong dan menimangnya ke arah kiri dan kanan. Bayi menyukai gerakan mengayun, ditambah lagi jika diayun oleh pelukan ayah yang hangat.
- Melempar anak ke udara lalu menangkapnya. Cara ini bisa membuat bayi terhibur, namun ini hanya boleh diberikan kepada bayi yang berusia lebih tua. Alternatif amannya, ayah bisa menggendong anak di bahu, lalu goyangkan tubuh ayah sambil mengusap punggung si kecil dan nyanyikan lagu lembut.
- Bermain cilukba bersama si kecil, dan buatlah ekspresi wajah yang lucu agar sang anak terhibur.
Kolik bukanlah suatu hal yang mengkhawatirkan dan tidak membahayakan bayi. Biasanya tangisan kolik akan mereda dengan sendirinya, selain itu ayah dan ibu juga bisa melakukan cara ini untuk mengatasi kolik pada bayi:
- Kompres perut bayi dengan botol hangat.
- Berikan pijatan lembut pada tubuh bayi. Selama pijatan, perhatikan respon bayi apakah ia menikmati atau merasa terganggu.
- Berikan bunyi-bunyian yang menenangkan seperti suara alam atau ritme denyut nadi.
- Berikan si kecil probiotik yang disarankan oleh dokter.
Jika bayi menangis dalam waktu lama dan tidak kunjung berhenti, coba berikan ia ke ibunya. Jika tangisan masih berlanjut dan disertai tanda-tanda penyakit seperti demam atau keringat berlebih, segera temui dokter untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut.