jennywijaya
IndoForum Newbie A
- No. Urut
- 288379
- Sejak
- 10 Nov 2020
- Pesan
- 318
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 18
Bentuk dot bayi bisa memengaruhi kemampuan anak untuk mengisap susu dengan benar. Jika bayi tidak merasa nyaman, maka dia bisa saja tidak dapat menyusu dengan lancar. Selain botol dot yang harus bersih dan disterilkan, ukuran dan bentuk dot juga berpengaruh pada kenyamanan bayi. Berikut cara memilih dot bayi seperti Pigeon Dot Slim Neck.
Puting botol atau dot memiliki banyak gaya dan orang tua dapat memilih berdasarkan bentuk dan bahan yang paling cocok untuk sang buah hati.
Memilih Dot Bayi Sesuai Bahan
Dua bahan umum yang digunakan untuk membuat dot bayi adalah:
1. Lateks
Lateks jauh lebih lembut tetapi menahan bau susu. Botol yang terbuat dari lateks juga lebih cepat aus. Penggunaan lateks cenderung lebih disukai karena karet adalah jenis material yang lembut. Pada umumnya, bayi memiliki kecenderungan untuk memilih bahan tertentu. Hal ini disebabkan karena rasa suka dan nyaman mereka terhadap material tertentu. Orang tua juga harus paham jika material yang digunakan tidak membahayakan atau menimbulkan alergi terhadap bayi
2. Silikon
Botol silikon lebih kokoh dan dapat dibersihkan dengan mudah. Keunggulan lain dari bahan silikon adalah dapat bertahan hingga satu tahun. Silikon memiliki sifat material yang lebih kencang dan tahan lama. Biasanya, botol susu yang menggunakan dot silikon harus diganti setiap beberapa bulan hingga satu tahun tergantung dari kondisi dan penggunaanya. Salah satu hal yang harus diperhatikan dari dot yang menggunakan silikon adalah keamanannya. Bahan silikon yang digunakan sebaiknya menggunakan silikon food contact grade seperti pada Pigeon Dot Slim Neck sehingga bayi dapat menggunakannya dengan nyaman.
Memilih Dot Berdasarkan Bentuk
Penggunaan dot untuk bayi tentu harus menjadi perhatian utama bagi orang tua. Puting dot atau nipple pada umumnya berbentuk kubah dan tinggi karena dirancang menyerupai bentuk asli payudara. Dot yang menggunakan puting standar memiliki panjang dengan alas yang sempit sehingga mudah digunakan oleh bayi.
Bentuk lainnya mungkin memiliki variasi dasar yang lebih lebar yang juga cocok digunakan oleh beberapa bayi. Bentuk dot bayi di pasaran terdapat dua, yakni bentuk standar dan ortodontik yang memiliki bagian tengah lebih sempit Selalu perhatikan preferensi sang buah hati untuk menentukan bentuk dot kesukaan mereka.
Memilih Botol Berdasarkan Tingkat Aliran
Beberapa tipe botol dot bayi dilengkapi bukaan atau nipple yang berbeda untuk mengalirkan susu. Biasanya, nipple atau puting dot memiliki nomor level dari satu sampai empat. Puting dot yang memiliki nomor satu memiliki laju aliran yang paling rendah, sedangkan semakin tinggi angka atau tingkatannya, laju alirannya semakin cepat karena memiliki bukaan yang besar.
Orang tua harus mampu memilih tingkatan puting dot yang baik untuk bayinya. Hal ini bertujuan agar si kecil dapat menyusu dengan lebih efisien. Jika bayi menggunakan tingkat puting dot yang rendah, sedangkan kecepatan menyusunya sangat tinggi, maka tidak jarang bayi akan lebih rewel.
Sebab, aliran air susu tidak secepat yang diharapkannya. Sebaiknya orang tua lebih sering memerhatikan untuk menyesuaikan tingkat aliran puting dot yang digunakan. Jangan menggunakan tingkatan dot yang lebih tinggi, sebab bayi bisa saja terlalu banyak menerima susu sehingga dapat mengalami rasa kembung karena terlalu banyak meminum susu. Orang tua bisa mencoba menggunakan Pigeon Dot Slim Neck karena bentuk dot memiliki lubang AVS untuk memperlancar aliran susu sehingga mencegah rasa kembung yang dapat dialami oleh sang bayi.
Puting botol atau dot memiliki banyak gaya dan orang tua dapat memilih berdasarkan bentuk dan bahan yang paling cocok untuk sang buah hati.
Memilih Dot Bayi Sesuai Bahan
Dua bahan umum yang digunakan untuk membuat dot bayi adalah:
1. Lateks
Lateks jauh lebih lembut tetapi menahan bau susu. Botol yang terbuat dari lateks juga lebih cepat aus. Penggunaan lateks cenderung lebih disukai karena karet adalah jenis material yang lembut. Pada umumnya, bayi memiliki kecenderungan untuk memilih bahan tertentu. Hal ini disebabkan karena rasa suka dan nyaman mereka terhadap material tertentu. Orang tua juga harus paham jika material yang digunakan tidak membahayakan atau menimbulkan alergi terhadap bayi
2. Silikon
Botol silikon lebih kokoh dan dapat dibersihkan dengan mudah. Keunggulan lain dari bahan silikon adalah dapat bertahan hingga satu tahun. Silikon memiliki sifat material yang lebih kencang dan tahan lama. Biasanya, botol susu yang menggunakan dot silikon harus diganti setiap beberapa bulan hingga satu tahun tergantung dari kondisi dan penggunaanya. Salah satu hal yang harus diperhatikan dari dot yang menggunakan silikon adalah keamanannya. Bahan silikon yang digunakan sebaiknya menggunakan silikon food contact grade seperti pada Pigeon Dot Slim Neck sehingga bayi dapat menggunakannya dengan nyaman.
Memilih Dot Berdasarkan Bentuk
Penggunaan dot untuk bayi tentu harus menjadi perhatian utama bagi orang tua. Puting dot atau nipple pada umumnya berbentuk kubah dan tinggi karena dirancang menyerupai bentuk asli payudara. Dot yang menggunakan puting standar memiliki panjang dengan alas yang sempit sehingga mudah digunakan oleh bayi.
Bentuk lainnya mungkin memiliki variasi dasar yang lebih lebar yang juga cocok digunakan oleh beberapa bayi. Bentuk dot bayi di pasaran terdapat dua, yakni bentuk standar dan ortodontik yang memiliki bagian tengah lebih sempit Selalu perhatikan preferensi sang buah hati untuk menentukan bentuk dot kesukaan mereka.
Memilih Botol Berdasarkan Tingkat Aliran
Beberapa tipe botol dot bayi dilengkapi bukaan atau nipple yang berbeda untuk mengalirkan susu. Biasanya, nipple atau puting dot memiliki nomor level dari satu sampai empat. Puting dot yang memiliki nomor satu memiliki laju aliran yang paling rendah, sedangkan semakin tinggi angka atau tingkatannya, laju alirannya semakin cepat karena memiliki bukaan yang besar.
Orang tua harus mampu memilih tingkatan puting dot yang baik untuk bayinya. Hal ini bertujuan agar si kecil dapat menyusu dengan lebih efisien. Jika bayi menggunakan tingkat puting dot yang rendah, sedangkan kecepatan menyusunya sangat tinggi, maka tidak jarang bayi akan lebih rewel.
Sebab, aliran air susu tidak secepat yang diharapkannya. Sebaiknya orang tua lebih sering memerhatikan untuk menyesuaikan tingkat aliran puting dot yang digunakan. Jangan menggunakan tingkatan dot yang lebih tinggi, sebab bayi bisa saja terlalu banyak menerima susu sehingga dapat mengalami rasa kembung karena terlalu banyak meminum susu. Orang tua bisa mencoba menggunakan Pigeon Dot Slim Neck karena bentuk dot memiliki lubang AVS untuk memperlancar aliran susu sehingga mencegah rasa kembung yang dapat dialami oleh sang bayi.