• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Cara Memakai Highlighter Agar Wajah Tampak Glowing Natural

rifansyah

IndoForum Senior B
No. Urut
296651
Sejak
28 Nov 2024
Pesan
5.862
Nilai reaksi
3
Poin
38

Highlighter jadi salah satu produk makeup yang sering dibahas di komunitas kecantikan karena efeknya bisa langsung membuat wajah terlihat lebih segar. Meski terlihat simpel, cara memakai highlighter yang benar ternyata bisa membuat perbedaan besar antara tampilan glowing natural dan wajah yang terlalu blinding. Banyak orang suka hasil akhirnya, tapi tidak semua tahu bagaimana mengaplikasikannya secara tepat agar tetap terlihat effortless.


Kalau kamu termasuk yang selama ini hanya “usap sedikit di pipi tanpa mikir”, artikel ini bisa jadi panduan santai namun informatif—pas untuk dibaca sambil berdiskusi bareng teman komunitas beauty.

Apa Sih Fungsi Highlighter Sebenarnya?​

Highlighter bekerja dengan memantulkan cahaya pada titik-titik tertentu wajah, sehingga menciptakan efek dimensi yang membuat struktur wajah tampak lebih hidup. Tujuan utamanya bukan sekadar mengilap, tapi memberi kesan sehat, segar, dan lebih berdimensi.

Contoh gampangnya: ketika kamu begadang tapi tetap ingin terlihat fresh saat meeting pagi, sedikit highlighter di tulang pipi bisa bantu kamu “menghidupkan” wajah tanpa effort besar. Produk kecil, efeknya lumayan terasa.

Menentukan Area yang Tepat untuk Highlighter​

Banyak pemula berpikir highlighter harus dipakai di seluruh wajah. Padahal kuncinya adalah penempatan yang strategis. Beberapa area yang paling pas untuk highlighter meliputi:

  • Tulang pipi atas – untuk memberikan ilusi wajah lebih lifted.

  • Hidung bagian tengah – agar hidung terlihat lebih tegak, tanpa terlihat berminyak.

  • Ujung hidung (tip of the nose) – memberikan kesan manis dan natural.

  • Tulang alis – membuat mata terlihat lebih terbuka.

  • Cupid’s bow (lekukan bibir atas) – memberikan efek bibir lebih penuh.

  • Dagu – memberikan sedikit dimensi agar tidak terlihat flat.
Kuncinya adalah: cukup di titik-titik yang “kena cahaya secara natural”. Kalau semua area disikat highlighter, wajah bisa terlihat basah dan malah seperti berminyak.

Pilih Formula yang Sesuai dengan Kebutuhan​

Highlighter hadir dalam beberapa bentuk: powder, cream, liquid, bahkan stick. Masing-masing punya kelebihan tersendiri.

  • Powder highlighter cocok untuk kulit berminyak atau untuk yang suka tampilan matte tapi tetap glowing.

  • Liquid highlighter memberi kesan lebih natural dan seamless, cocok untuk daily makeup.

  • Cream highlighter mudah dibaurkan dan pas untuk tampilan dewy look.
Sebagai contoh, kalau kamu sering nongkrong outdoor bareng komunitas, powder highlighter mungkin lebih aman karena tidak cepat luntur. Tapi kalau kamu lebih sering menghadiri acara indoor, liquid highlighter bisa bikin wajah terlihat glowing halus tanpa garis-garis.

Tips Aplikasi agar Hasilnya Tetap Natural​

Cara mengaplikasikan highlighter bisa sangat menentukan hasil akhir. Beberapa tips berikut bisa membantumu mendapatkan glow yang pas tanpa berlebihan:

  • Gunakan kuas kecil atau beauty sponge agar penyebarannya lebih terkontrol.

  • Mulai dari sedikit dulu, baru tambahkan jika butuh.

  • Blend sebaik mungkin sampai tidak terlihat garis tegas.

  • Hindari area kulit yang sedang bertekstur, seperti jerawat aktif atau dry patches.
Insight menarik: highlighter yang dibaurkan dengan benar biasanya terlihat seperti sinar alami, bukan seperti garis neon yang menempel di wajah. Kalau orang lain sampai bisa langsung menunjuk, “Eh kamu pakai highlighter ya?”, berarti blending-nya masih bisa diperbaiki.

Contoh Penggunaan Highlighter untuk Keseharian​

Bayangkan kamu sedang buru-buru ke kampus atau kantor. Dengan waktu terbatas, kamu bisa melakukan quick makeup: bedak tipis, alis, lip tint, lalu tambahkan highlighter sedikit saja di tulang pipi. Hasilnya? Wajah langsung terlihat lebih hidup tanpa effort besar.

Atau saat foto bareng komunitas, highlighter di area cupids bow bisa membuat senyum terlihat lebih segar. Ini detail kecil yang sering tidak disadari, tapi hasilnya terasa.

Perbedaan Glow Natural dan Glow “Berlebihan”​

Glow natural biasanya tampak lembut, hanya terlihat saat cahaya mengenai wajah dari sudut tertentu. Sementara glow berlebihan membuat seluruh wajah terlihat mengkilap sepanjang waktu. Untuk menjaga keseimbangan, kamu bisa:

  • Menghindari highlighter ber-glitter besar.

  • Memilih warna yang sesuai undertone kulit: gold untuk warm, champagne untuk neutral, rose untuk cool.

  • Tidak mengaplikasikan highlighter di area yang biasanya berminyak, seperti T-zone.
Pernah melihat teman yang highlighter-nya “ngumpul” di satu titik hingga terlihat seperti spotlight? Itu tanda bahwa produk perlu dibaurkan atau jumlahnya perlu dikurangi.

Penutup: Glow yang Tepat Bisa Mengubah Tampilan​

Highlighter adalah salah satu produk yang sederhana namun hasilnya bisa terasa signifikan. Dengan pemahaman yang tepat soal area aplikasi, formula, serta teknik membaur, kamu bisa mendapatkan tampilan glowing yang natural dan tetap profesional untuk berbagai aktivitas komunitas.

Kalau kamu ingin eksplorasi lebih lanjut tentang fungsi highlighter dan teknik memakainya, kamu bisa membaca referensi lainnya di artikel berikut: https://terakurat.com/fungsi-highlighter-dan-cara-memakainya-untuk-kilau-natural/
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.