Handyplast
IndoForum Beginner D
- No. Urut
- 10814
- Sejak
- 29 Jan 2007
- Pesan
- 608
- Nilai reaksi
- 219
- Poin
- 43
BEIJING, KAMIS - Pemerintah Negeri Tirai Bambu memiliki cara kreatif sekaligus menakutkan untuk mendidik warga agar membenci para koruptor. Baru-baru ini, pemerintah mengeluarkan permainan melalui jaringan internet (game online) tentang pemberantasan korupsi. Dalam permainan bernama Incorruptible Fighter itu, pemain boleh membunuh para pejabat yang korup dengan senjata, ilmu hitam, atau dengan menyiksa. "Saya merasa mendapat penghargaan ketika saya menghukum para pejabat yang berengsek," kata seorang pemain, Sun.
Untuk mencapai level lebih tinggi, para pemain harus masuk terlebih dahulu ke "Sekolah Antikorupsi". Di sekolah ini, mereka mendapat penjelasan lebih rinci mengenai kasus-kasus (korupsi) di masa lalu.
Surat kabar Southern Metropolitan Daily, Kamis (2/8), menuliskan, peluncuran game ini menuai sukses. Sejauh ini, permainan tersebut telah di-download lebih dari 100.000 kali. "Kami ingin para pemain bersenang-senang, tetapi juga belajar mengenai pemberantasan korupsi, sejarah, dan cerita rakyat," ujar Qiu Yi, pejabat lokal di Ningbo, salah satu kota yang memiliki prospek paling baik di Zhejiang.
Namun, permainan itu dikritik sejumlah ahli. "Para pejabat pemerintahlah yang seharusnya mendapat pendidikan antikorupsi, bukan anak-anak muda itu," kaya profesor Peking University, Wang Xiongjun, kepada China Daily.
Kompas.co.id
Untuk mencapai level lebih tinggi, para pemain harus masuk terlebih dahulu ke "Sekolah Antikorupsi". Di sekolah ini, mereka mendapat penjelasan lebih rinci mengenai kasus-kasus (korupsi) di masa lalu.
Surat kabar Southern Metropolitan Daily, Kamis (2/8), menuliskan, peluncuran game ini menuai sukses. Sejauh ini, permainan tersebut telah di-download lebih dari 100.000 kali. "Kami ingin para pemain bersenang-senang, tetapi juga belajar mengenai pemberantasan korupsi, sejarah, dan cerita rakyat," ujar Qiu Yi, pejabat lokal di Ningbo, salah satu kota yang memiliki prospek paling baik di Zhejiang.
Namun, permainan itu dikritik sejumlah ahli. "Para pejabat pemerintahlah yang seharusnya mendapat pendidikan antikorupsi, bukan anak-anak muda itu," kaya profesor Peking University, Wang Xiongjun, kepada China Daily.
Kompas.co.id