• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Cara Jitu Mengganti Ban Mobil

Vans eiger

IndoForum Senior C
No. Urut
69130
Sejak
22 Apr 2009
Pesan
5.332
Nilai reaksi
212
Poin
63
Ban akan habis masa pakainya. Rata-rata setelah jarak 40 ribu km, untuk jenis mobil penumpang, Mudahnya, tinggal lihat saja tanda TWI (tread wear indicator) yang terpampang di bagian Sidewall. Apabila ketebalan kembang ban sudah mencapai batas TWI tersebut, maka siap-siap merogoh kocek untuk mengganti ban.

Hanya saja sekarang ini mengingat naiknya beragam harga komponen kendaraan, tak terkecuali ban, bagaimana caranya agar pengeluaran rumah tangga tak terganggu, namun operasional kerja tetap lancar.

Pertama yang harus diperhatikan saat mengganti ban ialah ukuran standar yang telah ditetapkan oleh pabrikan. Kalau seandainya sudah pernah diganti, lihat kembali buku manual kendaraan untuk mengetahui ukuran aslinya. “Prinsipnya menggunakan ban merek apapun tergantung pemilik, yang penting ukurannya sesuai,” urai Surya Dharma, marketing manager PT. Elangperdana Tyre Industri, pemegang merek ban Accelera dan Forceum.

Contoh, pada ban Toyota Kijang Krista yang menggunakan ban ukuran 195/70R15. Maka penggantinya sebaiknya juga memakai yang sama. Apabila ingin naik tingkat (diameter pelek membesar), ukuran yang direkomendasikan oleh pabrikan adalah toleransi 2 inci. Jadi untuk yang standarnya berukuran 15 inci, toleransi yang diterima maksimal dengan ban ukuran 17 inci. “Namun melihat pesatnya perkembangan dunia modifikasi, saat ini ATPM bersiap-siap hingga dapat dinaikkan sampai 3 inci,” ujar pria berkaca-mata ini.

Kemudian, cara termudah juga lihat di bagian telapak ban terdapat garis berwarna, atau kalau memang sudah hilang termakan waktu, bisa mengecek adanya rambut di ban. Cara terbaik tentu berkonsultasi dengan pihak yang lebih mengerti, seperti toko ban apabila ragu saat ingin mengganti ban. Kemungkinan garansi mobil hangus atau terjadi kesalahan pemasangan bisa diminimalkan dengan berkonsultasi.

Kalau ban yang terpakai rutin ditukar posisi, seharusnya tingkat kehabisan ban akan rata, baik untuk depan maupun belakang. Nah, untuk meringankan pengeluaran bisa mengganti ban 2 buah dulu, tapi ada syaratnya. Pertama tentu kembang ban harus lebih dari indikator minimal. Ban yang sudah tipis hanya membesarkan resiko kecelakaan! “Kemudian posisikan ban yang baru di bagian depan,” ujar Agus Dwi, field service PT. Multistrada Arah Sarana, pemegang merek Achilles. Ini bertujuan seandainya terjadi problem, seperti ban pecah, pengemudi masih bisa mengontrol kemudi.

Selanjutnya perhatikan tanggal produksi ban tersebut. Kode ini terletak dibagian sidewall ban. Walau tak harus baru banget, sebaiknya pilih ban yang tanggal produksinya belum setahun. Karena, sesusai aturan dari asosiasi bahwa masa garansi ban selama 3 tahun, maka ban tersebut masih memiliki garansi 2 tahun lagi.

Yang terakhir dan paling penting tentu masalah kantong. Seperti disebut diawal, pemilihan ban pengganti tak harus satu merek dengan aslinya. Asal syarat-syarat di atas telah dipenuhi (lihat juga halaman 15 edisi sekarang), sebuah ban tak masalah untuk dipasang. Contoh ban ukuran 185/70R14 yang biasa dipakai Toyota Kijang kapsul, dengan menggunakan Accelera atau Achilles di rentang harga Rp 600 ribu atau ukuran 205/60R16 untuk Suzuki SX4 seharga Rp 1 juta. Enaknya, masih ada kemungkinan mendapatkan diskon.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.