Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Seorang penggembala kambing sedang duduk beristirahat sambil mengamati kambing-kambingnya yg sedang sibuk menikmati rerumputan di padang hijau yg luas.
Penggembala itu memegang sebuah rotan di sebelah tangannya yg tidak akan segan-segan ia pakai untuk memecut kambing yg keluar dari kumpulannya. Bukan apa-apa, kambing yg memisahkan diri, ia nanti dapat tersesat & membahayakan dirinya sendiri.
Para kambing pun menunjukkan sikap yg berbeda-beda berkaitan dengan hal ini. Ia yg berpikir lebih cerdas, tidak akan berani pergi jauh-jauh dari kerumunan. Karena ia sudah pernah merasakan sabetan rotan si penggembala, & tak mungkin ia mau merasakan kedua kalinya.
Beberapa lagi suka melupakan kenyataan bahwa ia tak boleh menjauhi teman-temannya. Ketika ia mengerjakan hal tersebut, si penggembala akan melihatnya & memecut satu kali kambing itu.
Cukup satu kali, karena setelah itu ia ingat akan kesalahannya & kembali kepada barisan yg benar.
Namun ada pula tipe kambing ketiga, yg tidak juga mengerti apa yg harus ia lakukan. Ia tetap saja tidak dapat diatur. Setiap kali melanggar, pecutan rotan akan melayang di tubuhnya.
Namun tetap saja ia mengerjakan kesalahan lagi & lagi. Berkali-kali ditegur dengan rotan yg menyakitkan pun ia belum sadar juga. Barangkali kambing-kambing itu berpikir bahwa mereka adalah kambing, & memang seperti itulah semestinya sikap seekor kambing. Entahlah.
Dipikir-pikir ada benarnya juga kalau yg berbuat seperti itu adalah kambing. Justru yg jadi pertanyaan, kalau pelakunya adalah manusia. Mereka tahu hidupnya berkali-kali ditegur oleh Allah, namun belum sadar juga.
"Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yg berbuat zalim kepada manusia & melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yg pedih."
(Surat Asy-Syura: 42)
Azab atau sanksi sedianya Allah berikan pada hamba-Nya sebagai teguran. Mukmin yg cerdas, tidak akan berani melanggar aturan Allah. Kalaupun pernah mengalami teguran tersebut karena lupa, maka cukup satu kali setelah itu ia ingat akan kesalahannya & kembali kepada jalan yg benar.
Justru yg mengherankan adalah mereka yg tidak pernah dapat diatur meski sudah menerima teguran berulang-ulang. Padahal cuma kambing yg berpikir demikian, & memang seperti itulah semestinya sikap seekor kambing. Entahlah.
Buku Motivasi Islam untuk Pengembangan diri
campsite.bio
Bisa Cek-cek dulu, barangkali ada diantara Sahabat sukai.
Up cendolnya ya! Hari ini 14:22
Penggembala itu memegang sebuah rotan di sebelah tangannya yg tidak akan segan-segan ia pakai untuk memecut kambing yg keluar dari kumpulannya. Bukan apa-apa, kambing yg memisahkan diri, ia nanti dapat tersesat & membahayakan dirinya sendiri.
Para kambing pun menunjukkan sikap yg berbeda-beda berkaitan dengan hal ini. Ia yg berpikir lebih cerdas, tidak akan berani pergi jauh-jauh dari kerumunan. Karena ia sudah pernah merasakan sabetan rotan si penggembala, & tak mungkin ia mau merasakan kedua kalinya.
Beberapa lagi suka melupakan kenyataan bahwa ia tak boleh menjauhi teman-temannya. Ketika ia mengerjakan hal tersebut, si penggembala akan melihatnya & memecut satu kali kambing itu.
Cukup satu kali, karena setelah itu ia ingat akan kesalahannya & kembali kepada barisan yg benar.
Namun ada pula tipe kambing ketiga, yg tidak juga mengerti apa yg harus ia lakukan. Ia tetap saja tidak dapat diatur. Setiap kali melanggar, pecutan rotan akan melayang di tubuhnya.
Namun tetap saja ia mengerjakan kesalahan lagi & lagi. Berkali-kali ditegur dengan rotan yg menyakitkan pun ia belum sadar juga. Barangkali kambing-kambing itu berpikir bahwa mereka adalah kambing, & memang seperti itulah semestinya sikap seekor kambing. Entahlah.
Dipikir-pikir ada benarnya juga kalau yg berbuat seperti itu adalah kambing. Justru yg jadi pertanyaan, kalau pelakunya adalah manusia. Mereka tahu hidupnya berkali-kali ditegur oleh Allah, namun belum sadar juga.
"Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yg berbuat zalim kepada manusia & melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yg pedih."
(Surat Asy-Syura: 42)
Azab atau sanksi sedianya Allah berikan pada hamba-Nya sebagai teguran. Mukmin yg cerdas, tidak akan berani melanggar aturan Allah. Kalaupun pernah mengalami teguran tersebut karena lupa, maka cukup satu kali setelah itu ia ingat akan kesalahannya & kembali kepada jalan yg benar.
Justru yg mengherankan adalah mereka yg tidak pernah dapat diatur meski sudah menerima teguran berulang-ulang. Padahal cuma kambing yg berpikir demikian, & memang seperti itulah semestinya sikap seekor kambing. Entahlah.
Buku Motivasi Islam untuk Pengembangan diri
selfdevelopment's Campsite.bio
selfdevelopment's Campsite.bio profile. Create your own bio link for free today.
Up cendolnya ya! Hari ini 14:22