• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Cara Asing Keruk Keuntungan di Indonesia

hendladi

IndoForum Beginner D
No. Urut
113568
Sejak
15 Jan 2011
Pesan
685
Nilai reaksi
2
Poin
18
4061654p.jpg


JAKARTA, KOMPAS.com - Investor asing yang menarik dananya dari bursa efek Indonesia atau BEI diperkirakan memang sengaja ingin menekan indeks harga saham gabungan atau (IHSG).

Dengan turunnya IHSG asing ingin mengirimkan sinyal ke otoritas moneter, yakni bunk Indonesia atau BI bahwa mereka terganggu dengan tren kenaikan laju inflasi di dalam negeri.

"Market membuat inflasi menjadi alasan, untuk menekan BI dan mendorong BI menaikkan BI Rate (suku bunga acuan BI). Kalau suku bunga naik, maka mereka (investor asing) akan mendapatkan keuntungan lebih besar lagi," ujar Ekonom Kepala Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa (25/1/2011).

Atas dasar itu, Yudhi demikian Purbaya kerap dipanggil, menyarankan, BI jangan menaikkan BI rate sekarang. Sebab, pergerakan harga komoditas masih diselimuti tren musiman, dan belum menunjukkan tren jangka panjang.

"Kalau mau menaikkan (laju BI rate) jangan sekarang. Inflasi ini masih diselimuti musiman. Kalau jangka panjang naik, maka BI baru mengambil langkah. Sekarang masih terlalu dini. BI harus tegas. Mungkin sampai April 2011 tetap tahan saja. Kecuali kalau inflasi tinggi. Misalnya pembatasan di luar perkiraan, mungkin BI bisa menaikkan BI rate setelah itu," ujar Yudhi.

Seperti diketahui, BI tetap mempertahankan BI rate di level 6,5 persen sejak Agustus 2009, atau genap 17 bulan hingga saat ini. Belakangan, laju inflasi melonjak ke level tinggi yakni inflasi tahunan 2010 mencapai 6,96 persen.

Tingginya laju inflasi tersebut membuat sebagian kalangan mendesak BI melakukan tindakan moneter dengan menaikkan BI rate. Naiknya BI rate dipercaya akan menyedot likuiditas di pasar, sehingga meredam lonjakan inflasi.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.