• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Cadar Budaya Yahudi, Universitas Al-Azhar Mesir Melarangnya

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Cadar Budaya Yahudi, Universitas Al-Azhar Mesir Melarangnya


Setiap kali ada berita larangan mengpakai cadar sering muncul pembelaan atas nama agama. Tidak sedikit orang Islam yg berpikir bahwa cadar adalah representasi kesalehan. Memakai cadar dianggap bagian dari ibadah yg dipilih dengan alasan semakin tinggi ketaatan beragama.

Padahal, bahkan Universitas Al-Azhar, Mesir, yg saat ini diketahui sebagai pusat studi Islam tertua pun melarang penggunaan cadar di kampus & sekolah yg berafiliasi dengan Al-Azhar. Imam Besar Al-Azhar (1996-2010) Muhammad Sayyid Tantawi pada tahun 2009 mengatakan cadar tidak ada hubungannya dengan kewajiban dalam Islam, melainkan cuma tradisi di negara-negara Timur Tengah.

Larangan penggunaan cadar di area kampus pun masuk akal, supaya interaksi komunikasi antara guru & siswa berjalan lancar. Alasan yg sama juga diterapkan Universitas Kairo, Mesir yg melarang cadar kepada semua dosen & asisten dosen saat memberikan kuliah.

Sebagai negara mayoritas berpenduduk muslim pun, Mesir juga menyiapkan undang-undang larangan penggunaan cadar di tempat biasa & instansi pemerintah. Baik karena alasan keamanan maupun kemudahan komunikasi antarwarga.

Anggota parlemen Amna Nosseir yg juga Profesor Filsafat Islam di Al-Azhar mengatakan, mengenakan cadar bukan tradisi Islam. Menurutnya, Al-Quran cuma menyebut perempuan muslim untuk mengenakan pakaian sederhana & menutup rambut mereka, tetapi tidak meminta muslimah menutup wajahnya. Mantan dekan Al Azhar tersebut malah mengatakan kalau cadar adalah tradisi Yahudi yg berkembang sebelum Islam.

Cadar Budaya Yahudi, Universitas Al-Azhar Mesir Melarangnya


Turki yg bahkan pernah melarang pemakaian jilbab sama sekali di tempat biasa selama lebih dari 85 tahun sejak zaman Kemal Ataturk pun masih melarang cadar di tempat biasa & instansi pemerintah. Jilbab saat ini boleh dipakai di Turki, namun yg tidak menutupi dagu. Jilbab yg menutup seluruh bagian leher apalagi muka tetap dilarang.

Tuduhan bahwa larangan penggunaan cadar adalah sebagai bentuk islamofobia atau alasan pelanggaran kebebasan berekspresi tidak sepenuhnya benar. Larangan cadar seringkali adalah keputusan politik yg dapat berubah sewaktu-waktu demi alasan publik yg lebih besar.

Suriah pernah melarang cadar di kampus, namun kemudian mencabutnya pada 2011. Kanada juga melarang cadar di acara kenegaraan pada 2011, namun tidak lagi melarang pada 2015. Tunisia yg sudah melarang cadar sejak 1981, kembali membolehkan pada 2011. China melarang cadar cuma di wilayah Urumqi, Xinjiang. Larangan cadar juga berlaku secara terbatas seperti di Novara & Lombardy (Italia), Barcelona (Spanyol), atau Stavropol (Rusia) pada 2013.

Cadar Budaya Yahudi, Universitas Al-Azhar Mesir Melarangnya


Perancis, Belgia, Chad, & Austria melarang pemakaian cadar secara nasional di tempat umum. Sementara Belanda & Bulgaria cuma melarang di instansi pemerintah & fasilitas publik. Srilanka, Jerman, & Swiss tengah menggodok aturan larangan cadar secara nasional.

Jadi jelas kan larangan cadar tidak ada hubungannya dengan agama. Buat diskusi aja biar makin terbuka wawasan kita.

Angkatan Z Indonesia Hari ini 15:32
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.