Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Dalam sebuah episode yg lebih mirip dengan skenario film fiksi ilmiah daripada kehidupan nyata, dokter di Canberra, Australia, berhasil mengeluarkan cacing parasit merah sepanjang 8cm dari otak seorang wanita. Ya, Anda tidak salah bacadari dalam otak manusia!
Wanita berusia 64 tahun ini sudah mengalami serangkaian gejala yg membingungkan selama berbulan-bulanmulai dari sakit perut, batuk, hingga berkeringat di malam hari. Tak cuma itu, ia juga mulai mengalami lupa ingatan & depresi. Pemindaian otak kemudian mengungkap adanya "luka misterius" di lobus frontal bagian kanan otaknya. Namun, sumber utama dari semua penderitaannya baru terungkap saat biopsi dilakukan pada Juni 2022.
Cacing parasit yg diberi nama latin Ophidascaris robertsi ini ternyata sudah tinggal di otak wanita tersebut selama lebih dari dua bulan. "Saat saya menarik cacing itu keluar, saya hampir tidak percaya pada apa yg saya lihat. Cacing itu bergerak-gerak, seolah-olah harap kabur!" tambah Dr. Bandi.
Kasus ini jadi tonggak sejarah dalam dunia medis, menandai perdana kalinya larva berkembang & hidup di dalam otak manusia. Para peneliti memperingatkan bahwa ini adalah contoh nyata dari bahaya zoonosis, atau penyakit yg ditularkan dari hewan ke manusia.
Wanita ini, yg tinggal dekat sebuah danau di New South Wales, diduga terinfeksi setelah berinteraksi dengan rerumputan & kotoran sanca di sekitarnya. "Ini adalah peringatan keras bagi kita semua," mengatakan Dr. Sanjaya Senanayake, seorang pakar penyakit menular, "Ketika kita merambah habitat hewan, kita membuka pintu bagi potensi ancaman kesehatan yg belum pernah kita bayangkan sebelumnya."
Dengan 30 tipe infeksi baru yg muncul dalam tiga dekade terakhirtiga perempatnya adalah zoonosiskasus ini jadi peringatan bagi kita semua. "Meskipun pandemi Covid mulai mereda, penting bagi kita untuk tetap waspada. Kita perlu memastikan supervisi penyakit menular yg baik," pungkas Dr. Senanayake.
Jadi, ingatlah sering untuk berhati-hati dalam berinteraksi dengan alam sekitar. Kemarin 21:03
Wanita berusia 64 tahun ini sudah mengalami serangkaian gejala yg membingungkan selama berbulan-bulanmulai dari sakit perut, batuk, hingga berkeringat di malam hari. Tak cuma itu, ia juga mulai mengalami lupa ingatan & depresi. Pemindaian otak kemudian mengungkap adanya "luka misterius" di lobus frontal bagian kanan otaknya. Namun, sumber utama dari semua penderitaannya baru terungkap saat biopsi dilakukan pada Juni 2022.
Cacing parasit yg diberi nama latin Ophidascaris robertsi ini ternyata sudah tinggal di otak wanita tersebut selama lebih dari dua bulan. "Saat saya menarik cacing itu keluar, saya hampir tidak percaya pada apa yg saya lihat. Cacing itu bergerak-gerak, seolah-olah harap kabur!" tambah Dr. Bandi.
Kasus ini jadi tonggak sejarah dalam dunia medis, menandai perdana kalinya larva berkembang & hidup di dalam otak manusia. Para peneliti memperingatkan bahwa ini adalah contoh nyata dari bahaya zoonosis, atau penyakit yg ditularkan dari hewan ke manusia.
Wanita ini, yg tinggal dekat sebuah danau di New South Wales, diduga terinfeksi setelah berinteraksi dengan rerumputan & kotoran sanca di sekitarnya. "Ini adalah peringatan keras bagi kita semua," mengatakan Dr. Sanjaya Senanayake, seorang pakar penyakit menular, "Ketika kita merambah habitat hewan, kita membuka pintu bagi potensi ancaman kesehatan yg belum pernah kita bayangkan sebelumnya."
Dengan 30 tipe infeksi baru yg muncul dalam tiga dekade terakhirtiga perempatnya adalah zoonosiskasus ini jadi peringatan bagi kita semua. "Meskipun pandemi Covid mulai mereda, penting bagi kita untuk tetap waspada. Kita perlu memastikan supervisi penyakit menular yg baik," pungkas Dr. Senanayake.
Jadi, ingatlah sering untuk berhati-hati dalam berinteraksi dengan alam sekitar. Kemarin 21:03