byakuya
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 46894
- Sejak
- 25 Jun 2008
- Pesan
- 14.460
- Nilai reaksi
- 288
- Poin
- 83
Gara-gara kluyuran saat jam pelajaran, enam orang pelajar SMK di wilayah Jombang digaruk Satpol PP Kota Kediri. Kenamnya pun dihukum mengerjakan pekerjaan Satpol PP.
Keenamnya langsung digiring ke Kantor Satpol PP di lingkungan Pemerintah Kota Kediri. Keenamnya diberi sangsi untuk membersihkan lapak-lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) dan baliho serta poster bekas razia yang merupakan tugas Satpol PP. Kasi Trantib Satpol PP Kota Kediri Eko Budi Santoso mengatakan, tujuan dari sangsi tersebut adalah agar mereka jera, sekaligus untuk mendidik rasa tanggung jawab sebagai pelajar.
"Kami sengaja memerintahkan mereka untuk membersihkan lapak-lapak, dan baliho bekas, seperti halnya tugas pokok dan tanggung jawab satpol pp. Mereka harus bertanggung jawab dengan seragam pelajar yang dikenakannya," terang Eko Budi Santoso.
Selanjutnya, imbuh Eko Budi, keenamnya dilakukan pendataan dan diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. "Terkhir kita lakukan pembinaan, sebelum akhirnya kita lepas kembali," tandas Eko Budi yang mengaku juga akan memberikan surat kepada sekolah mereka dan orang tua.
Semantara itu, kal, salah satu dari enam pelajar itu mengaku, membolos untuk mencari hiburan setelah mengikuti ujian akhir. "Kami hanya sekedar cari hiburan saja bersama teman-teman.Kami juga tidak melakukan hal-hal yang negatif," aku kal.
Keenamnya langsung digiring ke Kantor Satpol PP di lingkungan Pemerintah Kota Kediri. Keenamnya diberi sangsi untuk membersihkan lapak-lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) dan baliho serta poster bekas razia yang merupakan tugas Satpol PP. Kasi Trantib Satpol PP Kota Kediri Eko Budi Santoso mengatakan, tujuan dari sangsi tersebut adalah agar mereka jera, sekaligus untuk mendidik rasa tanggung jawab sebagai pelajar.
"Kami sengaja memerintahkan mereka untuk membersihkan lapak-lapak, dan baliho bekas, seperti halnya tugas pokok dan tanggung jawab satpol pp. Mereka harus bertanggung jawab dengan seragam pelajar yang dikenakannya," terang Eko Budi Santoso.
Selanjutnya, imbuh Eko Budi, keenamnya dilakukan pendataan dan diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. "Terkhir kita lakukan pembinaan, sebelum akhirnya kita lepas kembali," tandas Eko Budi yang mengaku juga akan memberikan surat kepada sekolah mereka dan orang tua.
Semantara itu, kal, salah satu dari enam pelajar itu mengaku, membolos untuk mencari hiburan setelah mengikuti ujian akhir. "Kami hanya sekedar cari hiburan saja bersama teman-teman.Kami juga tidak melakukan hal-hal yang negatif," aku kal.


