Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Quote:
Quote:
Entah sejak kapan ada profesi buzzer bayaran, tentu yg dimaksud adalah buzzer bayaran recehan yg mungkin digaji setidaknya paling UMR saja atau dibawah itu. Kalau buzzer yg hadiahnya jabatan strategis tertentu, pastinya sudah ada sejak lama. Misal dukung si A nanti jadi komisaris BUMN, dukung si B nanti dikasih jabatan Menteri. Jika yg seperti itu, mungkin sudah ada bahkan sejak era soekarno, koreksi kalau saya salah.
Tapi yg kita bahas kali ini adalah buzzer politik recehan, saya tidak tau pasti bagaimana mereka diberi upah. Karena saya tidak pernah jadi buzzer & tidak akan pernah mau jadi buzzer. Saya cuma pernah membaca tentang upah buzzer, salah satunya dari CNN untuk jabatan terendahnya, paling tinggi mereka mendapat upah 2-7 juta perbulan. Bergantung banyak akun sosmed yg mereka punya.
Quote:
Mungkin keliatan besar, dengan pekerjaan yg mungkin dapat di bilang tidak terlalu sulit. Cukup membela sang pejabat publik yg membayar. Di bela, dipuji secara membabi buta di sosmed dengan ratusan akun yg mereka punya. Tapi upah tersebut bagi saya tidak akan pernah sebanding dengan apa yg mereka pertaruhkan, yaitu masa depan negara itu sendiri.
Quote:
Oke, saya bawa anda ke logika sederhana. Jika ada seorang pejabat publik yg dia memang hebat sekali prestasinya, cerdas, penuh ide brilliant, berani, & bertanggung jawab, dengan segudang track record positif untuk apa ia membayar buzzer untuk memuji-muji supaya masyarakat memilihnya? Masyarakat dapat liat sendiri rekam jejaknya tanpa perlu di siarkan oleh para buzzer sekalipun bukan?
Tapi kalau pejabat itu memang tidak memiliki prestasi apapun, bahkan memiliki cacat politik, atau cacat attitude & perilaku negatif lainnya. Barulah pejabat tipe seperti inilah yg sangat perlu untuk menyewa punggawa yg siap membelanya, memujinya, & menghantam lawan politiknya. Sebab tanpa adanya buzzer satu-satunya yg tersisa dari pejabat seperti itu adalah rekam jejak yg objective yg tersebar baik di internet ataupun media lainnya, yg menunjukan seberapa tidak pantasnya ia untuk dipilih.
Calon Pejabat Publik Minim Prestasi?
Sumber Gambar
Quote:
Sekarang kalau para buzzer membela pejabat yg seperti itu apakah negara akan baik-baik saja di tangan mereka? Yang bahkan untuk dipilih mereka siap mengerjakan segalanya. Termasuk membayar para buzzer-buzzer dari kantong pribadi mereka. Apakah mereka tidak kepikiran untuk balik modal setelah mengeluarkan uang untuk menyewa buzzer?
Dari logika sehat yg saya punya mustahil mereka tidak kepikiran untuk mencapai minimal BEP dari dana yg mereka keluarkan.
Bagaimana supaya dana yg dikeluarkan BEP padahal kalian dapat cek sendiri di internet berapa gaji mereka. Akankah mereka dapat begitu kaya dari mengandalkan gaji & tunjangan mereka? Jangan terlalu naif lah. Pastinya ada yg mereka jual, & apalagi selain negara ini yg mereka jual. Mereka adakan berbagai mega proyek, yg anggarannya diluar akal. Mereka adakan kerjasama yg kita semua tidak tau apa yg mereka sepakati dibalik kertas yg terpublish.
Sumber Gambar
Quote:
Jadi untuk para buzzer, saya mohon maaf kalian lebih rendah dari para koruptor. Para koruptor mengambil uang rakyat sambil memikirkan kelanjutan anak cucunya supaya tetap dapat kaya kelak meski negara ini hancur. Tapi kalian para buzzer membela mereka cuma demi uang yg mungkin cuma dapat dinikmati oleh kalian sendiri. Sedangkan anak-cucu kalian cuma merasakan kesusahan dari Negara yg semakin lama semakin bobrok akibat ulah pejabat rakus yg hari ini kalian bela mati-matian untuk upah yg tidak sebarapa itu.
Quote:
Sumber :
Opini Pribadi
Sumber Lain
Hari ini 18:30
JIKA KALIAN ADALAH BUZZER POLITIK BAYARAN PEJABAT PUBLIK
MAAF BAHKAN ANDA LEBIH RENDAH DARIPADA KORUPTOR
Statetment tadi adalah murni opini ane, ane siap brainstorming dengan gansis yg merasa tidak setuju dengan statetment tersebut. Kenapa ane dapat katakan seperti itu, ane coba jelaskan melalui tulisan yg ane buat ini.
MAAF BAHKAN ANDA LEBIH RENDAH DARIPADA KORUPTOR
Statetment tadi adalah murni opini ane, ane siap brainstorming dengan gansis yg merasa tidak setuju dengan statetment tersebut. Kenapa ane dapat katakan seperti itu, ane coba jelaskan melalui tulisan yg ane buat ini.
Quote:
Sumber Gambar
Entah sejak kapan ada profesi buzzer bayaran, tentu yg dimaksud adalah buzzer bayaran recehan yg mungkin digaji setidaknya paling UMR saja atau dibawah itu. Kalau buzzer yg hadiahnya jabatan strategis tertentu, pastinya sudah ada sejak lama. Misal dukung si A nanti jadi komisaris BUMN, dukung si B nanti dikasih jabatan Menteri. Jika yg seperti itu, mungkin sudah ada bahkan sejak era soekarno, koreksi kalau saya salah.
Tapi yg kita bahas kali ini adalah buzzer politik recehan, saya tidak tau pasti bagaimana mereka diberi upah. Karena saya tidak pernah jadi buzzer & tidak akan pernah mau jadi buzzer. Saya cuma pernah membaca tentang upah buzzer, salah satunya dari CNN untuk jabatan terendahnya, paling tinggi mereka mendapat upah 2-7 juta perbulan. Bergantung banyak akun sosmed yg mereka punya.
Quote:
Mungkin keliatan besar, dengan pekerjaan yg mungkin dapat di bilang tidak terlalu sulit. Cukup membela sang pejabat publik yg membayar. Di bela, dipuji secara membabi buta di sosmed dengan ratusan akun yg mereka punya. Tapi upah tersebut bagi saya tidak akan pernah sebanding dengan apa yg mereka pertaruhkan, yaitu masa depan negara itu sendiri.
Quote:
Oke, saya bawa anda ke logika sederhana. Jika ada seorang pejabat publik yg dia memang hebat sekali prestasinya, cerdas, penuh ide brilliant, berani, & bertanggung jawab, dengan segudang track record positif untuk apa ia membayar buzzer untuk memuji-muji supaya masyarakat memilihnya? Masyarakat dapat liat sendiri rekam jejaknya tanpa perlu di siarkan oleh para buzzer sekalipun bukan?
Tapi kalau pejabat itu memang tidak memiliki prestasi apapun, bahkan memiliki cacat politik, atau cacat attitude & perilaku negatif lainnya. Barulah pejabat tipe seperti inilah yg sangat perlu untuk menyewa punggawa yg siap membelanya, memujinya, & menghantam lawan politiknya. Sebab tanpa adanya buzzer satu-satunya yg tersisa dari pejabat seperti itu adalah rekam jejak yg objective yg tersebar baik di internet ataupun media lainnya, yg menunjukan seberapa tidak pantasnya ia untuk dipilih.
Calon Pejabat Publik Minim Prestasi?
Sumber Gambar
Quote:
Sekarang kalau para buzzer membela pejabat yg seperti itu apakah negara akan baik-baik saja di tangan mereka? Yang bahkan untuk dipilih mereka siap mengerjakan segalanya. Termasuk membayar para buzzer-buzzer dari kantong pribadi mereka. Apakah mereka tidak kepikiran untuk balik modal setelah mengeluarkan uang untuk menyewa buzzer?
Dari logika sehat yg saya punya mustahil mereka tidak kepikiran untuk mencapai minimal BEP dari dana yg mereka keluarkan.
Bagaimana supaya dana yg dikeluarkan BEP padahal kalian dapat cek sendiri di internet berapa gaji mereka. Akankah mereka dapat begitu kaya dari mengandalkan gaji & tunjangan mereka? Jangan terlalu naif lah. Pastinya ada yg mereka jual, & apalagi selain negara ini yg mereka jual. Mereka adakan berbagai mega proyek, yg anggarannya diluar akal. Mereka adakan kerjasama yg kita semua tidak tau apa yg mereka sepakati dibalik kertas yg terpublish.
Sumber Gambar
Quote:
Jadi untuk para buzzer, saya mohon maaf kalian lebih rendah dari para koruptor. Para koruptor mengambil uang rakyat sambil memikirkan kelanjutan anak cucunya supaya tetap dapat kaya kelak meski negara ini hancur. Tapi kalian para buzzer membela mereka cuma demi uang yg mungkin cuma dapat dinikmati oleh kalian sendiri. Sedangkan anak-cucu kalian cuma merasakan kesusahan dari Negara yg semakin lama semakin bobrok akibat ulah pejabat rakus yg hari ini kalian bela mati-matian untuk upah yg tidak sebarapa itu.
Quote:
Sumber :
Opini Pribadi
Sumber Lain
Hari ini 18:30