• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Butterfly Effect: Peristiwa Kecil Yang Merubah Sejarah Dunia

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
"Jangan Abaikan Ombak Kecil"
ungkapan ini mungkin cocok untuk menggambarkan kisah yg kali ini. Karena suatu hal yg kadang dianggap remeh, justru dapat jadi pemicu dari sebuah peristiwa akbar di masa depan. Sebagai contoh beberapa peristiwa akbar di zaman ini seperti pecahnya Perang Vietnam hingga keluarnya Inggris dari Uni Eropa ternyata terjadi cuma karena sebuah kejadian sepele yg tak diduga dapat merubah sejarah.


Fenomena yg biasa disebut sebagai Butterfly Effect ini, secara kasarnya merupakan efek domino dimana sebuah "Peristiwa Kecil"yang terjadi di suatu tempat atau masa lalu dapat secara tak langsung mendorong perubahan akbar di di masa depan. Fenomena inilah yg perlu gansist ketahui kisahnya dalam Fenomena Butterfly Effect: Peristiwa Kecil Yang Merubah Sejarah Dunia..


Elian Gonzalez Imigran Kuba yg Memicu Perang Irak

Butterfly Effect: Peristiwa Kecil Yang Merubah Sejarah Dunia


Saat Sadam Husain dihadapkan pada tiang gantung di Camp Justice, setelah kekalahanya dalam Perang Irak. Mungkin ia tak pernah menyangka kalau nasib apes yg menimpa dirinya ini ternyata di sebabkan oleh seorang Imigran asal Kuba yg bernama Elian Gonzalez.


Meski tak secara langsung mengagas Perang Irak atau bahkan jadi orang yg memberitahu Presiden Bush kalau Irak memiliki senjata Nuklir. Namun keputusan Gonzalez semasa muda untuk menyebrang ke Amerika secara tak langsung ternyata sudah merubah sejarah dua negara. Karena tanpa adanya Gonzalez di Amerika maka Bush mungkin tak akan pernah jadi Presiden Amerika.


Sebelum berhasil jadi Presiden, Bush terlebih dulu harus melewati masa Pemilu paling sengit di Amerika, dimana sainganya Al Gore sebenarnya jauh lebih di unggulkan. Tapi akhrnya Bush berhasil memenangkan pemilu setelah ia berhasil menang di negara bagian Florida cuma dengan unggul 537 suara. Dan orang yg mendorong kemenangan ini ternyata adalah Elian Gonzalez.


Setelah kepindahanya ke Amerika saat nasih muda, Gonzalez ternyata cukup berhasil & akhirnya bahkan dapat jadi ketua dari komunitas orang Kuba-Amerika dengan lebih dari 50.000 anggota di Florida. Pada masa pemilu tersebut Gonzalez yg merasa tak puas dengan cara Partai Demokrat dalam memperlakukan warga Imigran Kuba, akhirnya mengalihkan suara dari seluruh komunitas Imigran Kuba yg awalnya merupakan pendukung partai Demookrat untuk beralih & memberikan suara mereka pada partai Republik.


Alhasil partai Republik akhirnya memenangkan pemilu dengan calon mereka J.W Bush yg akhirnya terpilih jadi Presiden Amerika. Bayangkan saja kalau seandainya Elian Gonzalez tak pernah menaiki kapal & menyebrang ke Amerika. Maka Presiden Amerika saat itu adalah Al Gore yg jelas-jelas menentang perang Irak. Maka otomatis serangan Amerika ke Irak tak akan pernah terjadi.


Sepucuk Surat yg Memicu Perang Vietnam

Butterfly Effect: Peristiwa Kecil Yang Merubah Sejarah Dunia


Pada tahun 1919, Woodrow Wilson, Presiden ke 28 Amerika (1913-1921) menerima sepucuk surat dari seorang sosialis Vietnam saat ia menghadiri Konferensi Perdamaian Paris di Versailles. Namun karena jadwalnya yg begitu sibuk, Wilson akhirnya mengabaikan surat tersebut yg berujung pada serangkaian peristiwa di masa depan yg menuntun Amerika pada sejarah perang terburuk mereka.


Ternyata surat itu merupakan kiriman Ho Chi Minh yg harap berbicara & meminta bantuan Amerika untuk memerdekakan Vietnam jadi jajahan Prancis. Padahal Ho Chi Minh yg kelak jadi pemimpim Vietnam, awalnya sangat berharap bantuan Amerika seteah ia begitu kagum dengan "American Declaration of Independence,"namun karena tak memperoleh tanggapan akhirnya ia memilih untuk pergi ke Uni Soviet.


Di Uni Soviet Ho Chi Minh, kemudian berjumpa dengan Trotsky & Stalin yg kemudian mengajarinya tentang faham komunis. Sekembalinya ke Vietnam Ho Chi Minh mulai membentuk Partai Komunis, hingga akhirnya Vietnam berhasil meraih kemerdekaan dari jajahan Prancis. Kemerdekaan ini juga jadi awal dari kekuasaan faham komunis di Vietnam yg di kemudian hari mengusik ketenangan Amerika hingga tercetusnya perang paling memalukan dalam sejarah mereka. Sebuah perang yg mungkin tak akan terjadi kalau Woodrow Wilson meluangkan waktunya untuk berbicara pada Ho Chi Minh muda di Versailles.


Perkelahian Bar yg Memicu Keluarnya Inggris dari Uni Eropa

Butterfly Effect: Peristiwa Kecil Yang Merubah Sejarah Dunia


Saat Inggris memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa, banyak orang yg bingung & bertanya-tanya tentang alasan di balik keputusan akbar ini. Tapi tak ada orang yg menyangka kalau keputusan ini ternyata dipicu oleh sebuah perkelahian di sebuah Bar kecil yg ada di Istana Westminster.


Di tempat bernama Stranger's Bar itulah pada tahun 2012 yg lalu angota parlemen Inggris dari Partai Buruh Eric Joyce yg mabuk berulah & memulai perkelahian. Dalam pekelahian tersebut Joyce juga mengeluarkan berbagai makian serta menyebut diinya sebagai anggota partai yg tak boleh disentuh.


Sikap Joyce yg sombong ini kemudian oleh banyak orang dinilai tak mewakili kalangan buru di Inggris yg kemudian memicu desakan akbar supaya ia segera dipecat. Namun peristiwa ini sebenarnya tak cuma menciptakan Joyce kehilangan posisinya, karena tanpa banyak disadari orang tingkah Joyce ini juga memicu serangkaian kejadian lain yg akhirnya menciptakan Inggris akhirnya keluar dari Uni Eropa.


Akibat perkelahian di Bar tersebut, meski sudah memecat Joyce, Partai Buruh masih mendapat tuduhan dari banyak orang bahwa mereka memilih kandidat partai cuma berdasarkan sumbangan akbar orang yg bersangkutan. Hal ini menciptakan Partai Buruh Ed Miliband, mulai membuka Partai Buruh pada siapapun untuk jadi anggotanya cuma dengan membaray 3 Euro saja.


Setelah kebijakan ini diberlakukan ribuan orang tercatat mendaftar jadi anggota Partai Buruh. Hal ini dikemudian hari memicu munculnya petisi supaya Inggris keluar dari Uni Eropa yg akhirnya terwujud beberapa waktu lalu, berkat banyaknya suara dari kalangan warga biasa yg berhasil jadi anggota Partai akibat sebuahadu jotos di Bar.


Salah Belok yg Memicu Perang Dunia I

Butterfly Effect: Peristiwa Kecil Yang Merubah Sejarah Dunia


Kematian dari Franz Ferdinand sering disebut sebagai pemicu Perang Dunia I. Tapi tak banyak yg tahu bahwa kematian dari Pemimpin Austria ini juga merupakan salah satu Butterfly Effect terbesar di dunia. Sesaat sebelum kematianya Franz Ferdinand, sudah menyadari dirinya dalam bahaya menyusul serangkain serangan bom yg dialamatkan untuknya di kota Sarajevo. Namun berkat jaringan intelejen yg dimilikinya, Franz sering berhasil lolos daroi serangan itu & berhasil bersembunyi.


Saat merasa sudah aman, Franz kemudian memutuskan untuk keluar dari tempat persembunyianya. Tapi disinilah malapetaka kemudian terjadi, karena bukanya langsung pulang ke rumahnya, Franz justru memutuskan untuk terlebih dulu mampir ke tempat salah satu temanya. Dia kemudian menyurus suirnya untuk rute perjalanan mereka, nah si supir ini tampaknya tak terlalu hapal jalan di Sarajevo hingga ia justru melewati sebuah Kafe dimana Gavrilo Princip sedang bersantai.


Gavrilo Princip sendiri merupakan orang yg ditugaskan untuk membunuh Franz Ferdinand, melihat kesempatan langka ini Princip langsung berusaha sekuat tenaga untuk mendekati mobil Franz Ferdinad sebelum akhirnya menembak Franz hingga mati. Kabar kematian Franz Ferdinand ini segera tersebar keseluruh dunia, dimana akhirnya memicu pecahnya Perang Dunia I.


Salah Ucap yg Memicu Robohnya Tembok Berlin

Butterfly Effect: Peristiwa Kecil Yang Merubah Sejarah Dunia


Nama Gunter Schabowski mungkin masih terdengar asaing ditelinga banyak orang. Namun pria inilah yg secara tak langsung sudah memicu terjadinya peristiwa terbesar di zaman 20. Berkat satu ucapan dari mulut Gunter, tembok akbar yg memisahkan Jerman Barat & Jerman Timur akhirnya runtuh.


Gunter yg merupakan juru bicara dari Partai komunis menciptakan kesalahan fatal saat ia di tugaskan untuk menyampaikan pesan pada 9 November, 1989. Saat itu Gunter diberikan sebuah catatan untuk mengumumkan kalau untuk sementara waktu warga boleh menyebrangi tembok Berlin dengan syarat tertentu. Namun dalam catatan tersebut tak disebutkan kapan aturan itu dimulai & syarat apa saja yg harus dipenuhi.


Sementara itu ribuan orang yg saat itu mendengarkan pengumuman ini sudah terlanjur heboh & bahagia karena akhirnya dapat berjumpa keluarha mereka yg ada dibalik tembok. Dalam keadaan yg terlanjur heboh ini, Gunter kemudian mengerjakan kesalahan lain saat seorang reporter bertanya padanya kapan aturan ini dimulai. Gunter yg tak melihat adanya keterangan pasti pada catatan yg dimilikinya, secara tak sengaja menyebut "Saat Ini Juga."


Mendengar ucapan Gunter ini, ribuan orang hari itu juga langsung membanjiri pos penjagaan Tembok Berlin untuk menyebrang. Disaat yg bersamaan para penjaga yg bingung dengan regulasi yg ada akhirnya pasrah saja & membiarkan orang-orang ini lewat begitu saja. Setelah peristiwa ini tak berselang lama, Tembok Berlin akhirnya dirobohkan & perpecahan antara Jerman Barat & Jerman Timur secara resmi berakhir.


Kebaikan yg Mengakibatkan Jutaan Nyawa Melayang

Butterfly Effect: Peristiwa Kecil Yang Merubah Sejarah Dunia


Pada tahun 1918, Henry Tandey, seorang tentara Inggris yg bertugas di Paris selama masa Perang Dunia 1, menciptakan sebuah keputusan kecil yg tak disangka-sangka jadi penyebab terbunuhnya 60 juta orang beberapa tahun kemudian.


Saat itu ia yg sedang bertugas untuk menangkap Marco, akhirnya berhasil menaklukan tentara Jerman. Tentara Jerman yg sudah merasa kalah akhirnya memutuskan untuk mundur, namun salah satu diantaranya berhasil dirtangkap oleh Tandey. Saat akan membunuh tentara itu Tandey melihat bahwa orang tersebut terluka hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengampuni nyawa tentara Jerman itu & melepaskanya. Kebaikan hati Tandey ini akhirnya di abadikan dalam sebuah poster yg disebar keseluruh dunia.


Namun siapa sangka 20 tahun kemudian poster itu ternyata terpajang di sebuah tempat yg tak terduga-duga yaitu Rumah dari Adolf Hitler. Fakta mengejutak ini terungkap setelah Neville Chamberlain yg berkunjung ke rumah Hitler bertanya pada pada Diktator Jerman ini kenapa ia menyimpan poster tentara Inggris di rumahnya. Dengan enteng Hitler menjawab, "Itulah orang yg hampir menembakku"sambil menujuk muka Tandey.


Meski kisah ini banyak diragukan orang pada awalnya, namun beberapa tahun kemudian Museum Green Howards menemukan bukti, kebenaran kisah ini dari sepucuk surat yg dikirimkan oleh asiten Hitler yg merasa berterima kasih karena Tandey sudah mengampuni nyawanya. Andai saja Tandey saat itu menarik pelatuk pistolnya & membunuh Hitler muda maka Perang Dunia II tak akan pernah pecah & jutaan orang tak akan kehilangan nyawanya.




Gansist...itulah beberapa kisah Butterfly Effect paling berpengaruh pada sejaranh dunia saat ini. Kisah ini mengajarkan pada kita untuk tak pernah meremehkan hal kecil. Karena segala peristiwa akbar di dunia ini sebenarnya di dahului oleh hal kecil terlebih dulu...setuju kan gansist....
emoticon-2 Jempol



Sumber:
listverse.com/2017/05/15/top-10-butterfly-effects-that-completely-changed-the-world/


Hari ini 05:16
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.