Artama_kwok
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 3197
- Sejak
- 13 Jul 2006
- Pesan
- 7.693
- Nilai reaksi
- 252
- Poin
- 83
Jakarta, (Analisa)
Pemerintah memastikan, bus lintas tiga negara, Indonesia, Brunei Darussalam dan Malaysia akan diluncurkan pada Desember tahun ini.
"Akhir tahun ini diluncurkan, sekarang sudah operasi," kata Dirjen Perhubungan Darat, Dephub, Suroyo Alimoeso saat dihubungi di Jakarta, Senin.
Angkutan lintas batas ini, kata Suroyo, merupakan realisasi kesepakatan kerjasa sama Brunei-Indonesia-Malaysia-Philipine-East Asean Growth Area (BIMP-EAGA).
Menurut dia, rute bus tiga negara itu dari Pontianak, Kalimantan Barat (Indonesia), Miri (Malaysia) dan Brunei Darussalam sejauh 1.200 km dan waktu tempuh sekitar 28-30 jam.
"Tarifnya sekali jalan Rp550 ribu per penumpang. Jadi, dibanding tiket pesawat tetap lebih murah," katanya.
Pada tahap awal, sejak pekan lalu per hari baru satu bus yang diberangkatkan dari masing-masing negara. Hanya saja, sedikit masalah dalam angkutan lintas batas itu, kata Suroyo, pihak Malaysia belum mengijinkan penumpang bus Indonesia-Brunei turun di Malaysia.
Alasan Malaysia, kata Suroyo, sudah ada bus sejenis yang melayani dari Miri ke Brunei dan Indonesia. "Tapi, perkembangan terakhir, kalau penumpang tak apa. Yang belum 'deal' adalah barang," kata Suroyo. (Ant)
Pemerintah memastikan, bus lintas tiga negara, Indonesia, Brunei Darussalam dan Malaysia akan diluncurkan pada Desember tahun ini.
"Akhir tahun ini diluncurkan, sekarang sudah operasi," kata Dirjen Perhubungan Darat, Dephub, Suroyo Alimoeso saat dihubungi di Jakarta, Senin.
Angkutan lintas batas ini, kata Suroyo, merupakan realisasi kesepakatan kerjasa sama Brunei-Indonesia-Malaysia-Philipine-East Asean Growth Area (BIMP-EAGA).
Menurut dia, rute bus tiga negara itu dari Pontianak, Kalimantan Barat (Indonesia), Miri (Malaysia) dan Brunei Darussalam sejauh 1.200 km dan waktu tempuh sekitar 28-30 jam.
"Tarifnya sekali jalan Rp550 ribu per penumpang. Jadi, dibanding tiket pesawat tetap lebih murah," katanya.
Pada tahap awal, sejak pekan lalu per hari baru satu bus yang diberangkatkan dari masing-masing negara. Hanya saja, sedikit masalah dalam angkutan lintas batas itu, kata Suroyo, pihak Malaysia belum mengijinkan penumpang bus Indonesia-Brunei turun di Malaysia.
Alasan Malaysia, kata Suroyo, sudah ada bus sejenis yang melayani dari Miri ke Brunei dan Indonesia. "Tapi, perkembangan terakhir, kalau penumpang tak apa. Yang belum 'deal' adalah barang," kata Suroyo. (Ant)
